WISATA HATI

Dua Pemerkosa Siswi SMP Ikut Ujian Nasional di Polres Jaktim

M berkeinginan untuk melanjutkan ke bangku kuliah apabila lulus nanti.

Selasa, 16 April 2013, 12:20 Desy Afrianti, Taufik Rahadian
Dua pemerkosa siswi SMP ikut UN
Dua pemerkosa siswi SMP ikut UN (VIVAnews/Taufik Rahadian)

VIVAnews - Dua pelaku pemerkosaan di kawasan Condet, Jakarta Timur akhirnya bisa mengikuti Ujian Nasional di Ruang Binaan Polres Jakarta Timur, Selasa, 16 April 2013. M dan D yang masih berstatus pelajar kelas tiga di SMK di Kramatjati itu ditangkap pada awal April lalu karena diduga memperkosa siswi SMP di Jakarta Timur berinisial ES.

Kepala Satuan Tahanan dan Barang Bukti, Komisaris Suharto, mengatakan kedua siswa itu sempat tidak dapat mengikuti UN karena terganjal masalah administrasi. "Untuk ujian Bahasa Indonesia yang harusnya kemarin, mereka akan mengikuti ujian susulan Senin besok," kata Suharto, Selasa, 16 April 2013. Hari ini tiga orang siswa yang menjadi tahanan di Polres Jakarta Timur itu mengerjakan soal ujian Bahasa Inggris.

Salah satu pelaku pemerkosaan, M (19) mengungkapkan soal ujian Bahasa Inggris yang dia kerjakan cukup sulit. "Susah, bikin mumet. Tapi saya yakin lulus," ujarnya.

M berkeinginan untuk melanjutkan ke bangku kuliah apabila lulus nanti. Namun, kata dia, itu tergantung kondisi keuangan keluarganya. Jika tidak ada biaya, M mengaku tidak akan memaksakan diri untuk melanjutkan studinya. "Paling meneruskan usaha bapak jualan mie ayam. Dulu bapak sempat buka usaha di depan rumah, tapi sudah tidak," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ES (13) diperkosa oleh 10 pemuda di sebuah rumah kontrakan di kawasan Condet, Jakarta Timur. Kasus itu bermula dari perkenalannya dengan Ilham di Facebook pada pertengahan Februari 2013 lalu.

Setelah beberapa kali berkomunikasi dan bertukar nomor telepon, awal Maret 2013 Ilham mengajak ES ke rumah kontrakan kawannya di wilayah Batu Ampar, Kramat Jati, Jakarta Timur. Sampai di sana, Ilham mengajak korban ke tempat gengnya berkumpul, yang lokasinya tak jauh dari kontrakan Ilham. Di sana, ES dikenalkan kepada teman-teman Ilham yang jumlahnya puluhan orang.

Di tempat itulah, ES diperkosa bergilir oleh Ilham, Ryan, dan tiga lainnya, setelah lebih dulu dicekoki minuman keras. Tak puas, komplotan ini bahkan mengurung ES di rumah kontrakan tersebut. Mereka menolak mengantarnya pulang dengan berbagai alasan.

Baru setelah hari ketiga, ES berhasil lolos setelah dia memohon-mohon diizinkan pulang karena khawatir orang tuanya mencari-cari dia. Tak lama setelah orangtua ES melapor, polisi berhasil meringkus lima penjahat kelamin itu. Saat ini, kasus ini sedang disidik Polres Jakarta Timur. (adi)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2014 PT. Viva Media Baru