NASIONAL

318 Kabupaten Indonesia Endemis Kaki Gajah

Masalah filariasis masih merupakan hal yang serius di Indonesia.
Kamis, 19 November 2009
Oleh : Ita Lismawati F. Malau, Mohammad Adam
Penderita kaki gajah

VIVAnews - Ahli Epidemilogi Sholeh Imari mengungkapkan 318 kabupaten/kota dinyatakan daerah endemis filariasis (penyakit kaki gajah). Karena, daerah-daerah tersebut prevalensinya diatas 1 persen.

"Artinya, orang yang positif kena cacing filaria di dalam darahnya jumlahnya ada di atas 1 persen, dari uji sampel yang dilakukan terhadap penduduk di wilayah itu," kata Sholeh saat Sosialisasi Pengenalan Filariasis di Fakultas Kedokteran Univeritas Indonesia, Jakarta, Kamis 19 November 2009.

Sholeh yang juga staf Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan itu menambahkan rata-rata prevalensi endemis filaria di Indonesia adalah 19 persen. "Yang tertinggi prevalensinya ada di Papua, itu 38 persen," kata Sholeh.

Masalah filariasis masih merupakan hal yang serius di Indonesia. Menurut data Departemen Kesehatan, sampai 2008 secara kumulatif dilaporkan jumlah kasus kronis filariasis sudah mencapai 11.699 kasus yang tersebar di 378 kabupaten/kota.

Oleh karena itu, Depkes menghimbau agar masyakat mengikuti program pengobatan massal filariasis yang diselenggarakan petugas kesehatan di daerahnya masing-masing.

Sebab, filariasis merupakan penyakit kronik yang disebabkan parasit berupa cacing filaria. Cacing tersebut menyerang dan merusak sistem kelenjar getah bening (limfa) sehingga mengakibatkan pembengkakan pada tangan, kaki, payudara, alat kelamin.

Akibat penyakit ini adalah cacat seumur hidup, stigma sosial bagi penderita dan keluarganya, penurunan produktifitas kerja.

Penyebaran penyakit melalui gigitan nyamuk. Berbagai jenis nyamuk bisa menjadi penghantar mikrofilaria (anak cacing filaria) ini, mulai dari nyamuk rumahan, anopheles, aides, armigeres, dll, bisa menularkan penyakit ini.

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found