NASIONAL

Dokter Pensiun, Poli Kelamin Tutup

Sebagian warga memilih pulang karena di poli umum tidak ada dokter spesialis kulit.

ddd
Rabu, 3 Februari 2010, 10:17 Amril Amarullah
Pasien penyakit kulit dan kelamin di RSUD tutup sejak 1 Februari
Pasien penyakit kulit dan kelamin di RSUD tutup sejak 1 Februari (Ikhsan Mahmudi | Surabaya Post)

SURABAYA POST – Ini ironis. Di tengah pemerintah meningkatkan layanan kesehatan, poli kulit dan kelamin RSUD Dr Moch. Saleh, Kota Probolinggo, tutup karena dokter spesialisnya pensiun dan tidak ada pengganti.

Tutupnya poli tersebut membuat warga yang hendak berobat jalan kelabakan. Mereka terpaksa dialihkan ke instalasi rawat darurat (IRD) atau poli umum. Sebagian warga memilih pulang karena di poli umum tidak ada dokter spesialis kulit.

Poli penyakit kulit dan kelamin di lantai dua itu tutup sejak Senin (1/2). Namun hingga Rabu (3/2) pagi tadi masih banyak warga yang kecele, telanjur datang untuk berobat padahal poli sudah tutup.

Sebuah pengumuman pada selembar kertas sengaja ditempel pada pintu poli penyakit kulit dan kelamin. Pengumuman serupa ditempel di loket pendaftaran warga yang hendak berobat di lantai bawah.

Pengumuman dari Direktur RSUD, dr Budi Poerwohadi SpPD, itu intinya menyatakan, untuk sementara poli kulit dan kelamin ditutup karena dokter Hari Widiono SpKK pensiun dini. RSUD dalam proses mencari dokter pengganti.

Sementara dr Hari Widiono SpKK yang kini berusia 58 tahun mengaku, sebenarnya dirinya baru pensiun 2 tahun lagi. ”Karena merasa sudah tua, saya mengajukan pensiun dini,” ujarnya melalui handphone (HP)-nya, Selasa (2/2).

Dokter Hari mengaku, mengajukan pensiun dini sejak Oktober 2009 lalu. ”Pada 30 November 2009 lalu, Pemprov Jatim menyetujui pengajuan pensiun saya. Dan surat dari BKD (Badan Kepegawaian Daerah, Red.) Kota Probolinggo saya terima minggu kedua Januari,” ujarnya.

Sejak turunnya surat dari BKD, dr Hari tetap melayani poli kulit dan kelamin setiap Selasa dan Kamis. ”Hari Jumat saya tetap ke poli untuk melayani pasien yang ada janji sebelumnya,” ujarnya.

Dan sejak 1 Februari lalu, dr Hari mengaku sudah tidak melayani poli di RSUD. Ditanya mengapa dirinya tidak bertahan di RSUD sampai ada dokter pengganti, dr Hari menjawab, ”Lho tidak ada yang minta, ya sudah.”

Sebenarnya secara bersamaan, dr Djauhar Kumaradewa SpOG juga memasuki pensiun per 31 Januari 2010. Hanya saja tidak ada masalah, poli kandungan dan kebidanan tetap buka karena ada dr H Aminuddin SpOg MMKes.

Kasus tutupnya poli di RSUD Dr Moch. Saleh, bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya pada 2009 lalu, poli bedah sempat tutup gara-gara dr M. Ilyas SpB pensiun. Sisi lain, dr Suroso SpB belum siap karena masih menunggu izin praktik sebagai dokter spesialis bedah terbit.

Cari Pengganti
Direktur RSUD, dr Budi Poerwohadi SpPD yang ditemui di RSUD membenarkan, tutupnya poli kulit dan kelamin. ”Sekitar tiga bulan lalu dokter Hari mengajukan pensiun dini dengan alasan ingin berkumpul dengan keluarganya di Malang,” ujarnya.

Surat permohonan pensiun dini dr Hari itu kemudian diteruskan ke BKD. Akhirnya surat dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) itu turun melalui BKD sebulan lalu. Ditanya kapan poli kulit dan kelamin itu dibuka kembali, dr Budi mengaku, belum bisa memastikan. ”Yang jelas kami sudah mencari penggantinya dengan menyurati sejumlah Fakultas Kedokteran di Unair, Undip, UGM, hingga Udayana,” ujarnya.

Mengapa dr Hari tidak digandholi hingga didapat dokter pengganti? ”Saya takut dosa nggandholi orang, juga bisa dilaporkan melanggar HAM,” ujar dr Budi.

Disinggung pasien penyakit kulit dan kelamin yang hendak berobat, dr Budi mengatakan, dialihkan ke IRD atau poli umum. ”Terus terang dokter spesialis kulit dan kelamin itu langka, di Probolinggo dr Hari satu-satunya,” ujarnya.

Setiap hari poli kulit dan kelamin melayani 20-30 warga yang berobat. Dengan ditutupnya poli kulit dan kelamin, mereka terpaksa dilayani dokter umum. “Memang ada dokter spesialis kulit dan kelamin yang terdekat dari Jember, juga mau pensiun,” ujar dr Budi.
 
Laporan: Ikhsan Mahmudi



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
windratno
26/08/2011
terima kasih atas respon/kesigapan polrestabes surabaya atas penerimaan/pengaduan lp/k/1020/viii/2011/spkt melayani/mengayomi/melindungi. masyarakat tekadku pengabdian terbaik.tekadku mendapatkan pelayana
Balas   • Laporkan
windratno
26/08/2011
terima kasih atas respon/kesigapan polrestabes surabaya atas penerimaan/pengaduan lp/k/1020/viii/2011/spkt melayani/mengayomi/melindungi. masyarakat tekadku pengabdian terbaik.tekadku mendapatkan pelayana
Balas   • Laporkan
sulis
03/02/2010
sepertinya di RSCM buanyaak ...deh SpKKnya...dan cantik-cantik lho ibu dokternya..hayooo sapa yang mau mengabdi pada nusa dan bangsa...
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com