NASIONAL

VCD Hina Islam Beredar di Sumenep

Dikhawatirkan ini akan meresakan masyarakat karena isinya tidak mengenakan.

ddd
Rabu, 17 Februari 2010, 12:54 Amril Amarullah
Kepingan VCD
Kepingan VCD  

VIVAnews -- Buku dan "video compact disk" (VCD) yang dinilai melecehkan ajaran Islam beredar di Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Hal itu dikatakan Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) An Nur, Desa Mantajun, Kecamatan Dasuk, Muhammad Hanif di Sumenep, 16 Februari 2010, seperti yang dilansir tvOne.

"Beberapa hari lalu, sejumlah warga mendatangi dan memberitahukan pada kami telah menerima buku dan VCD yang isinya melecehkan ajaran Islam. Kami khawatir dan resah atas peredaran buku dan VCD tersebut, karena isinya tidak mengenakkan," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya langsung membaca dua buku dan memutar VCD yang diserahkan warga tersebut. "Isinya memang melecehkan ajaran Islam.

Salah satu yang isi yang melecehkan ajaran Islam dalam buku yang juga beredar di Pasongsongan, Sumenep disebutkan Nabi Muhammad tertipu jin Arab ketika menyebarkan agama Islam dan Ka'bah adalah patung berhala.

Di VCD tersebut, juga disebutkan "tawaf" (mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali) yang merupakan salah satu rangkaian ibadah haji disebut sebagai mainan anak-anak kecil. "Kami langsung meminta warga untuk tidak percaya pada isi VCD maupun buku tersebut," ucap Hanif.

Bahkan yang paling melecehkan sekali, lanjut Hanif penyebutan Nabi Muhammad disebutkan meninggal dunia akibat diracun oleh salah seorang istrinya dan Nabi Ismail menjadi nabi atas permintaan Nabi Ibrahim.

Bahkan, di dua buku tersebut terdapat nomor telepon genggam, yakni 0852255590xx. Sementara di VCD terdapat tulisan: "Yang Kuasa Sudah Ubahkan Hati Keras", dan terdapat nomor telepon genggam, yakni 0812891942xx.

Sesuai informasi dari warga, kata dia, buku dan VCD tersebut diperoleh dari orang yang naik sepeda motor dan tak dikenal oleh warga sekitar. "Salah satu buku diterima oleh salah seorang siswa sekolah dasar (SD). Ketika itu, anak tersebut pulang dari sekolah dan di jalan tiba-tiba dilempari buku oleh orang yang naik sepeda motor," tutur Hanif.

Dua buku yang beredar di Desa Mantajun itu tidak ada keterangan penerbit dengan judul: "Jalan (Tauhid) Menuju Surga" dan "Siapa Membelenggu Tuhan, Penuntun Menjadi Kaum Imani yang Tidak Membelenggu Tuhan".



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
kalvin
18/03/2010
Agama manapun, pasti mengajarkan yang baik. Jika seseorang menganggap agama yang lain itu tidak baik, yang perlu diajarkan/ diberi pemahaman adalah orang yang berpikiran agama lain tidak baik. mungkin dia tidak pernah berbaur dengan pemeluk agama lain, se
Balas   • Laporkan
adi
23/02/2010
Motivasi pelaku sudah pasti ingin mengadu domba dan supaya saling mencurigai, untuk itu tidak usah terpancing n terprovokasi karena pada hakekatnya semua agama baik Islam Kristen Hindu Budha menginginkan "Kedamaian"bukan permusuhan........"Waspadalah baha
Balas   • Laporkan
Netral
18/02/2010
jangan membuat penyataan yang mengarah tidak baik, bisa jadi yang membuat buku itu adalah muslim yang tidak mengenal agama nya sendiri, sehingaa ia hanya bisa membuat cerita seperti itu, sebaiknya anda semua lebih berhati2 dalam membuat opini, jgn sampai
Balas   • Laporkan
andy
17/02/2010
saudaraku asep jgn menuduh kaum non muslim yg menyebarkan vcd n buku tu tp marilah kita confirmasi dulu, siapa tahu dalangnya dr musslim sendiri.
Balas   • Laporkan
pholo
17/02/2010
jangan mudah terpancing oleh manusia yang tidak cinta damai alias tidak beragama, karena tidak ada satupun agama yang dalam ajarannya menjelekkan agama lain, salam damai...
Balas   • Laporkan
Asep Suryandana
17/02/2010
sampai zaman apapun orang - orang non muslim pasti akan selalu menggunakan cara apapun untuk memurtadkan orang - orang muslim. namun dibalik itu semua mereka tidak sadar bahwa mereka sendiri yang telah membuka kelemahan agama mereka. karena agama yang dia
Balas   • Laporkan
skakmate
17/02/2010
jangan salahkan org islam.. klo ada yng main hakim sendiri.... tunggu ajja
Balas   • Laporkan
Ojodumeh
17/02/2010
Sudah bisa ditebak siapa yang menyebarkan fitnah dan permusuhan, dari judulnya sudah sangat jelas.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com