NASIONAL

800 Ilmuwan Indonesia Bekerja di Luar Negeri

Mereka adalah aset bangsa yang harus bisa dimanfaatkan untuk kepentingan negara.

ddd
Rabu, 24 Februari 2010, 12:19 Amril Amarullah
Ijazah gelar sarjana pendidikan
Ijazah gelar sarjana pendidikan (wtsinternational.org)

VIVAnews -- Lebih kurang 400 ilmuwan Indonesia bekerja di berbagai institusi penelitian bergengsi di luar negeri, bahkan banyak diantaranya menduduki posisi penting.

"Dari lebih kurang 800 ilmuwan Indonesia di luar negeri, 400 diantaranya bekerja di lembaga riset dan penelitian yang cukup bergengsi, bahkan banyak juga yang menduduki posisi penting," kata Wakil Ketua Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I4) Dr Arif Satria di Bogor, Rabu, 24 Februari 2010

Seperti yang dilansir tvone.co.id, para ilmuwan tersebut, katanya, adalah aset bangsa yang harus bisa dimanfaatkan untuk kepentingan negara.

Keberadaan mereka di lembaga penelitian asing, katanya, bisa dimanfaatkan untuk membuka akses bagi ilmuwan di Indonesia untuk belajar atau melakukan riset di institusi tersebut.

Bahkan, mereka juga bisa membagi informasi dengan rekan-rekan mereka di Tanah Air mengenai kemajuan penelitian di suatu negara, kata Arif yang juga menjabat sebagai Direktur Riset dan Kajian Strategis Institut Pertanian Bogor (IPB).

"Mereka bukan pengkhianat bangsa. Tetapi pemerintah hendaknya bisa memanfaatkan mereka untuk membuka akses bagi ilmuwan lain di Indonesia untuk sekolah ataupun mengadakan riset di luar negeri," katanya.

Ia mengakui bahwa para ilmuwan tersebut memilih berkarya di luar negeri karena pertimbangan karir yang lebih bagus dan lebih dihargai. "Secara finansial lebih terjamin bagi mereka bekerja di luar negeri," tambahnya.

Untuk menjalin kolaborasi antara ilmuwan di Indonesia dan di luar negeri, pada Juli 2009 dibentuk Lembaga Ilmuwan Indonesia Internasional (I4) untuk merangkul ilmuwan bangsa yang berada di seluruh penjuru dunia.

Basisnya ada di Jakarta, namun kebanyakan pengurusnya ada di luar negeri, bahkan ketua lembaga ada di Singapura, katanya.

Terkait banyaknya ilmuwan yang bekerja di luar negeri, lembaga baru ini hanya bisa melakukan mediasi antar ilmuwan sehingga mereka bisa saling membagi informasi, katanya.

"Kami tengah membuat `database` mengenai ilmuwan-ilmuwan yang ada di berbagai negara, sehingga pada saatnya nanti jika dibutuhkan kita bisa memanfaatkan jasa mereka," katanya.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
burhan
17/11/2010
kerna tangga gaji yang tidak mengisingkan di indoanesia itulah para ilmuawan llebimemili bekerja diluarnegri,pemerintah seharusnya menperutukan anggaran risab dan devolmen yang lebih besar untuk penyelidikan para ilmuawan kita
Balas   • Laporkan
anai
17/11/2010
btul2,,pemerintah indonesia skrg bkn mntngn rakyat tp mlh mkrin duit2nya....
Balas   • Laporkan
tiosantos
17/11/2010
terus berjuang para ilmuwan, jgn menyerah. walau negeri ini penuh dengan para koruptor, setidaknya kita masih bisa bangga punya para ilmuwan dinegeri orang.wahai para elit,janganlah kau sia siakan anak bangsa ini, sehingga mereka berpaling dr negeri ini
Balas   • Laporkan
GOEDIK
23/09/2010
Anggaran ramai2 di korupsi.. Orang pintar ga dihargai..., ilmuan ga diperhatikan....Mo jadi apa negri ini...?
Balas   • Laporkan
badarulbadarul | 17/11/2010 | Laporkan
benar bung sesuai dengan hasil pesta demokrasi ya dipakai pesta aja negeri ini ..... hidup koruptor!! hidup politikus!!
Sugi
23/09/2010
Buat para ILMUAN Indonesia yg bekerja di Luar Negeri, Ingat Negara kita indonesia Membutuh kan kalian, Buat lah negara kita Maju dgn ILMU yg kalian dpt. bwt pemerintah, jangan di jual ILMUAN Kita keluar negeri, manfaat kan ilmu mereka utk kemajuan indnes.
Balas   • Laporkan
wajidi
24/02/2010
orang pinter kok disia-siakan....sudah saatnya pemerintah memberdayakan ilmuwan di dalam dan luar negeri untuk kemajuan bangsa
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com