NASIONAL

Upin dan Ipin Ramaikan Perayaan Nyepi

Perayaan ogoh –ogoh di malam menjelang hari raya Hindu - Bali, 16 Maret 2010.

ddd
Minggu, 7 Maret 2010, 20:07 Arry Anggadha
Ipin dan Upin ikut merayakan Nyepi (Peni Widarti | Bali)
Ipin dan Upin ikut merayakan Nyepi (Peni Widarti | Bali)  

VIVAnews - Pada bulan Maret, umat Hindu di Bali sibuk membuat benda yang bernama ogoh-ogoh, alias patung raksasa yang terbuat dari bambu dan kertas.

Jika dulu masyarakat Bali membuat ogoh-ogoh yang identik dengan tokoh pewayangan maupun tokoh raksasa jahat, namun berkembangnya jaman dan teknologi kini masyarakat Bali banyak membuat ogoh-ogoh berwujud tokoh yang sedang in.

Patung ogoh-ogoh berwujud tokoh kartun asal Malaysia, Upin dan Ipin yang memiliki tinggi 2 meter ini, ini dibuat oleh warga Desa Sanur Kaja, Banjar Buruwan, Jalan Danau Beratan Denpasar.

“Ide membuat ogoh-ogoh dengan sosok upin – ipin ini, berawal dari keprihatinan kami terhadap anak-anak jaman sekarang, karena terlalu di tekan oleh pendidikan yang terlalu keras” ungkap Ida Bagus Darma Suarsa, salah satu warga yang ikut membuat ogoh-ogoh.

“Anak kecil jika terlalu di tekan, maka dia akan menjadi jahat bak seorang raksasa” jelas dia.

Ogoh-ogoh sendiri merupakan tradisi pawai yang dikenalkan pada tahun 1993, sebagai simbol raksasa jahat yang dapat mengganggu manusia pada waktu Nyepi, yang nantinya akan di arak keliling kampung, oleh warga pada malam Pengerupukan, yakni malam sebelum hari raya Nyepi tiba. Meski dahulu sebenarnya ogoh-ogoh itu dibakar setelah pawai, namun sekarang ogoh-ogoh lebih di utamakan sebagai ajang perlombaan antar desa.

Untuk patung Ogoh-ogoh yang berukuran seperti Upin – Ipin ini, pembuatannya memerlukan biaya sekitar 4 juta rupiah.Upin-Ipin ini pun cukup mendapat perhatian orang-orang yang melintasi desa tersebut, terutama anak-anak.

Laporan : Peni Widarti | Bali



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
anak malaysia
13/01/2011
jgn buat yang aneh2.. upin ipin lambang anak zaman sekarang yg memegang agama islam dan bukan sebarangan utk dijadikan bhn sembah agama laen.
Balas   • Laporkan
aka
01/07/2010
Tolong jangan seperti itu.... saya sebagai orang islam juga tidak senang kan upin ipin mendidik secara islami mengapa di kaitkan dengan tradisi hidu dan digambarkan sebagai tokoh yang jahat.
Balas   • Laporkan
Malaysia
18/04/2010
Tolong jangan sesatkan akidah org Islam... Upin dan ipin seorg ISLAM. Mereka tidak menyambut raya hindu!!!!!!
Balas   • Laporkan
jiex
17/03/2010
anak-anak sudah seharusnya mendapatkan haknya sebagai seorang anak.... betul...betul...betul...!!!
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com