NASIONAL

Mengapa Obama Tak Mungkin Jadi Target Teroris

Persiapan penyerangan tak bisa dilakukan seketika

ddd
Sabtu, 13 Maret 2010, 13:13 Arfi Bambani Amri, Nur Farida Ahniar
Liburan Presiden Obama di Hawaii : Main Golf
Liburan Presiden Obama di Hawaii : Main Golf (AP Photo/Alex Brandon)

VIVAnews - Pemerhati terorisme Mardigu Wowiek Prasantyo menilai operasi teroris akhir-akhir ini tak ada hubungannya dengan kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Menurutnya Obama bukan manjadi target teroris.

Dia mengatakan untuk merencanakan aksi penyerangan, para teroris membutuhkan waktu yang lama. Mardigu mencontohkan penyerangan Perdana Menteri Inggris perlu waktu 2 tahun untuk melakukan persiapan, dan kemudian gagal. Para teroris juga mempunyai prinsip jika menyerang lalu kalah adalah haram hukumnya untuk melanjutkan serangan,

"Dalam waktu singkat tak mungkin Obama menjadi target mereka. Mereka mempunyai dogma Jika menyerang kalah, haram hukumnya maju. Menyerang Obama kecil memang, jadi kedatangan Obama, kalau saya, menggugurkan menjadi target mereka," ujarnya dalam diskusi Trijaya di Warung Daun Cikini Jakarta Sabtu 13 Maret 2010.

Sementara menurut Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Edward Aritonang, saat ini Kepolisian tengah melakukan pendalaman untuk mendapatkan keterangan. Namun sebagai satu bangsa, Indonesia harus bisa berbuat baik bagi tamu negara. Menurutnya operasi teroris tak ada kaitannya dengan kedatangan Obama.

"Operasi militer ini sangat jauh kaitannya dengan Obama, karena pihak kepolisian telah melakukan operasi teroris dari dulu," ujarnya.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com