Mengapa Obama Tak Mungkin Jadi Target Teroris

VIVAnews - Pemerhati terorisme Mardigu Wowiek Prasantyo menilai operasi teroris akhir-akhir ini tak ada hubungannya dengan kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Menurutnya Obama bukan manjadi target teroris.

Dia mengatakan untuk merencanakan aksi penyerangan, para teroris membutuhkan waktu yang lama. Mardigu mencontohkan penyerangan Perdana Menteri Inggris perlu waktu 2 tahun untuk melakukan persiapan, dan kemudian gagal. Para teroris juga mempunyai prinsip jika menyerang lalu kalah adalah haram hukumnya untuk melanjutkan serangan,

"Dalam waktu singkat tak mungkin Obama menjadi target mereka. Mereka mempunyai dogma Jika menyerang kalah, haram hukumnya maju. Menyerang Obama kecil memang, jadi kedatangan Obama, kalau saya, menggugurkan menjadi target mereka," ujarnya dalam diskusi Trijaya di Warung Daun Cikini Jakarta Sabtu 13 Maret 2010.

Sementara menurut Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Edward Aritonang, saat ini Kepolisian tengah melakukan pendalaman untuk mendapatkan keterangan. Namun sebagai satu bangsa, Indonesia harus bisa berbuat baik bagi tamu negara. Menurutnya operasi teroris tak ada kaitannya dengan kedatangan Obama.

"Operasi militer ini sangat jauh kaitannya dengan Obama, karena pihak kepolisian telah melakukan operasi teroris dari dulu," ujarnya.

Kemenkominfo Gelar Kegiatan Chip In "Menjadi Warga Digital yang Cakap, Beretika dan Berdaya"
Bule Amerika yang menganiaya pecalang di Bali ditangkap polisi

Aniaya Pecalang di Bali, Polisi Tangkap Dua Bule Amerika

Polisi menangkap dua turis asing berkewarganegaraan Amerika yang melakukan penganiayaan terhadap pecalang di Bali

img_title
VIVA.co.id
25 April 2024