NASIONAL

Sertifikasi Guru SD Dituding Dimanipulasi

Guru lapor ke dewan, Dispendik akan cross check

ddd
Selasa, 23 Maret 2010, 11:21 Elin Yunita Kristanti
Aksi Guru
Aksi Guru  

SURABAYA POST - Ratusan guru Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Gresik yang tidak lulus sertifikasi menuding Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik memanipulasi data yang dikirim ke Lembaga Peningkatan Mutu Pendidikan (LPMP) Pemprov Jatim.

Sebab, mereka menemukan sejumlah peserta yang lulus tanpa melalui jalur resmi, termasuk tidak mengantongi rekomendasi dari kepala sekolah.

Sebaliknya, banyak peserta yang tidak lulus meskipun telah memenuhi syarat.
Dari sekitar seribu nama guru SD se-Kabupaten Gresik yang dikirim ke LPMP sebagai peserta sertifikasi tahun 2010, seratus lebih guru tidak lulus, padahal semua persyaratan seperti masa kerja, usia, dan golongan telah memenuhi syarat. Mereka di antaranya Uliyah guru dari SDN Sidokumpul 3 Gresik, Dewi Saadah guru SDN Sidokumpul 4, Siti Charomah guru SDN Sukorame 3 Gresik, Siti Maesaroh guru SDN Lumpur Gresik, dan Yohanes Jusman Gelang guru dari SDN Sidokumpul 7.

Beberapa guru termasuk Uliyah melaporkan kejadian ini ke DPRD Kabupaten Gresik. Uliyah menjelaskan kepada anggota dewan, bahwa dirinya bersama beberapa guru lain juga mendapatkan surat larangan mengirimkan portofolio atau berkas sertifikasi dari Dispendik Gresik, sehari sebelum batas akhir penyerahan portofolio.

Menerima laporan ini, anggota Komisi D Kabupaten Gresik, Siri Muafiyah, mengaku kaget. Menurut dia, baru kali ini ada guru yang berani melaporkan, meskipun sebenarnya isu ini terdengar cukup lama. Muafiyah memastikan bakal menindaklanjuti masalah tersebut.

Sementara itu, Kepala Dispendik Gresik, Chusaini Mustas, mengaku akan melakukan cross check. Jika memang ditemukan adanya kecurangan, pihaknya akan langsung memberikan sanksi berat, apalagi jika ada yang melakukan pungutan terkait sertifikasi. “Saya akan langsung memberikan sanksi berat, karena sertifikasi harus dilakukan secara fair tanpa ada manipulasi data apa pun. Apalagi jika ada yang memungut,” terangnya.

M. Ali, suami Uliyah, Selasa (23/3) pagi tadi, mengatakan, hal itu terjadi karena data yang menjadi acuan LPMP tertulis ratusan guru tersebut dinyatakan belum memenuhi persyaratan secara administratif. Artinya, ada pihak yang diduga mengubah data mereka sehingga LPMP menyatakan tidak lulus. Padahal, untuk mengikuti sertifikasi, mereka telah menghabiskan biaya sekitar Rp 2,5 juta. Contohnya Uliyah, meski golongannya sudah IVA tapi dilaporkan ke LPMP masih IIIC, dan masa kerjanya yang telah mencapai 25 tahun hanya dilaporkan 20 tahun.

“Parahnya, meskipun istri saya sudah sarjana, tapi dilaporkan belum sarjana. Ini jelas-jelas rekayasa. Surat pemberitahuan verifikasi di LPMP Jatim dikirim oleh Dispendik dengan nomor 800/646/437.53.1/2010 tertanggal 17 Maret dan ditandatangani Kepala Dispendik Chusaini Mustas,” ungkap Ali.

Ia menemukan banyak peserta sertifikasi 2010 yang dinyatakan lulus ternyata belum memenuhi persyaratan. “Banyak peserta yang masa kerjanya belum 25 tahun, golongannya masih IIIC, jam mengajarnya masih kurang dari 24 jam per minggu, diluluskan. Selain itu, banyak peserta yang ikut sertifikasi tanpa melalui usulan dari kepala sekolah,” ungkap Ali.

Mestinya, sertifikasi dilakukan berdasarkan usulan masing-masing kepala sekolah. Jika memenuhi syarat, guru boleh mengikuti sertifikasi. Faktanya, karena ingin mendapatkan sertifikasi, walaupun belum memenuhi syarat, banyak guru yang ikut sertifikasi meskipun tanpa mengantongi rekomendasi dari kepala sekolah.

Oleh karena itu, Ali berharap LPMP membatalkan hasil sertifikasi tahun 2010, dan melakukan verifikasi ulang. Sebab, sertifikasi itu sarat dengan kecurangan. Selain itu, Ali mengaku telah melakukan klarifikasi ke LPMP Pemprov Jatim, dan Ali mendapat kabar bahwa sertifikasi guru di Kabupaten Gresik paling amburadul dibanding dengan daerah lain. “Ini yang ngomong orang LPMP sendiri,” tegas Ali.

Asepta Yoga Permana



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com