NASIONAL

MUI: Darah Babi Kuatkan Fatwa Haram Rokok

Darah babi di filter rokok ditemukan oleh Profesor Simon Chapman.

ddd
Selasa, 6 April 2010, 11:12 Umi Kalsum
Seorang perempuan terlihat sedang menghisap sebatang rokok
Seorang perempuan terlihat sedang menghisap sebatang rokok (AP Photo)

VIVAnews - Riset di Belanda telah menemukan darah babi dipakai untuk membuat filter rokok. Bagi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Solo, temuan ini semakin memperkuat bahwa rokok memang harus diharamkan. Padahal sebelum ada temuan tersebut, MUI dan Muhammadiyah telah menfatwakan merokok itu haram.

Ketua MUI Solo, dr Zaenal Arifin Adnan mengatakan meskipun temuan tersebut belum terbukti sepenuhnya akan tetapi bisa menjadi penguat bahwa merokok hukumnya haram. “Belum ada darah babi di filter rokok saja sudah haram apalagi jika terbukti sehingga jelas-jelas haram,"  katanya.

Jika terbukti, MUI Solo pun jelas akan semakin mengharamkan rokok bagi kalangan umat muslim. “Kita sudah lama mendukung bahwa merokok hukumnya haram. Kemarin ketika Muhammadiyah mengeluarkan fatwa rokok haram, kita sangat mendukungnya. Apalagi ada temuan tersebut akan semakin memperkuat fatwa haram untuk merokok, “ urainya.

Sebagaimana diketahui, seorang profesor di bidang kesehatan publik, University Sydney, Simon Chapman menunjuk pada riset terbaru yang mengidentifikasi 185 penggunaan bagian dari babi, termasuk dalam pembuatan filter rokok.

Sedangkan riset di Belanda menemukan darah babi dipakai untuk membuat filter lebih efektif menangkap kimia berbahaya sebelum asap masuk ke tenggorokan. Artinya, temuan ini jelas tak berlaku untuk rokok yang tidak menggunakan filter.

Laporan: Fajar Sodiq | Solo



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
abu_dzakii
14/07/2011
Banyak yg menanyakan apa ada kata2 rokok haram di Al Qur'an, jelas tdk ada lha wong rokok itu bhs indonesia... Hukum halal haram tdk semua dinyatakan dng ini halal, ini haram, tp bs jg diambil dari kaidah2 fiqhiyah, misal lbh baik besar manfaat/mudharatny
Balas   • Laporkan
Andi
13/04/2010
Menurut saya siapapun yang mengatakan yang tidak haram menjadi haram berarti dia menganggap dirinya tuhan atau Allah SWT...karena segala sesuatu yang sudah dikatakan haram sudah ada dalam Al-Qur'an.....yang saya tahu kata2 Haram hanya dikeluarkan atau diu
Balas   • Laporkan
abu_dzakii | 14/07/2011 | Laporkan
Begitu pula siapapun yg mengatakan sesuatu yg haram dikatakan tdk haram, berarti menjadikan dirinya tandingan Allah dlm membuat hukum syariat
Uni
09/04/2010
Begitulah kondisi Indonesia penuh dengan pembenaran yang tidak diketahui pasti dasar kebenarannya. Hal yang salah dibenarkan dan cepat membuat kesimpulan tanpa data yang benar.
Balas   • Laporkan
Agus Awaludin
08/04/2010
Maaf mas Han, logikanya menurut saya tidak mendasar, berbuat dosa tidak otomatis neraka lho mas. Neraka dan syurga adalah janji Alloh maka ulama hanya mengingatkan kita agar tidak menempuh jalan menuju neraka, kalau manusia maunya kesitu ya tanggung sendi
Balas   • Laporkan
dinadije
08/04/2010
roko diharamkan??yaaa klo diliat dari kesehatan gapapa seh.. cm sebelum fatwa haramnya di keluarin,,pastiin dlu tu pegawai/buruh/pekrja yg berhubungan ma roko bs dapet pekerjaan pengganti.
Balas   • Laporkan
Bodat
08/04/2010
ya jangan mengisap rokok filter... rokok kretek aja.. khan itu rokok khas indonesia... mari hancurkan rokok luar negeri... setuju?
Balas   • Laporkan
abu_dzakii | 14/07/2011 | Laporkan
lha apa beda to mas, rokok indonesia dng rokok luar dr sisi halal haramnya?
udie
07/04/2010
hukum Allah aadalah hukum Allah dan manusia tidak bisa mencampurinya apalagi merubahnya...
Balas   • Laporkan
alle
07/04/2010
Fakta di atas ditemukan oleh profesor non-muslim. Jadi tdk ada muatan politis. Kemudian ttg masuk neraka tdk sesimpel itu cara berpikirnya..marilah kita sikapi dgn damai dan tenang, ambil yg bermanfaat..kalo kiranya baik ya utk kebaikan kita semua.
Balas   • Laporkan
orangbiasa
07/04/2010
selamat berkomentar para perokok yang jadi dungu karena kebanyakan ngerokok...
Balas   • Laporkan
NGEROKOKTERUSJADIDUNGU
07/04/2010
Selamat berkomentar bagi para perokok yang dungu karena kebanyakan merokok.....
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com