NASIONAL

Kapolri Jenderal Bambang Hendarso

Teroris Ingin Bunuh Presiden SBY 17 Agustus

Penyerangan akan dilakukan saat upacara Hari Ulang Tahun RI pada 17 Agustus 2010.

ddd
Jum'at, 14 Mei 2010, 17:59 Elin Yunita Kristanti, Eko Huda S
Presiden SBY pidato soal kasus Century dan Bibit-Chandra
Presiden SBY pidato soal kasus Century dan Bibit-Chandra (Biro Pers Istana Presiden/Abror Rizki)

VIVAnews - Kepolisian menangkap sejumlah orang yang disebut-sebut sebagai teroris. Penangkapan dilakukan di sejumlah tempat antara lain, Cililitan Jakarta Timur, Cikampek Jawa Barat dan Solo Jawa Tengah.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Bambang Hendarso menuturkan bahwa kelompok teroris yang ditangkap di sejumlah tempat itu terkait dengan kelompok teroris yang dibekuk di Pegunungan Jalin Janto, Aceh, beberapa waktu lalu.

Kelompok yang oleh polisi diduga teroris itu disebut-sebut sudah menyiapkan sejumlah rencana serangan terhadap sejumlah orang penting di Pulau Jawa, terutama Jakarta. Tagert mereka adalah menguasai tempat-tempat berkumpulnya warga asing di ibukota.

"Menguasai hotel yang terdapat kelompok tertentu seperti Mumbai," kata Bambang Hendarso Danuri dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat 14 Mei 2010.

Selain menyerang warga asing, lanjut dia, para teroris ini juga akan menyerang Presiden RI dan pejabat negara. Selain itu, rencana penyerangan juga akan dilakukan terhadap temu negara asing yang termasuk tamu VVIP.

"Setelah itu mereka mendeklarasikan berdirinya tanzim alqaidah telah berdiri di Indonesia," kata dia.

Kapolri mengatakan rencana penyerangan terhadap Kepala negara dan pejabat itu akan dilakukan saat upacara Hari Ulang Tahun RI pada 17 Agustus 2010.

"Pada 17 Agustus 2010 mereka akan melakukan penyerangan dan pembunuhan  para pejabat yang melakukan upacara 17 Agustus, terutama tamu negara asing," kata dia.

Pada November 2009, sekelompok teroris menduduki dua hotel di Mumbai, India. Selain Hotel Taj Mahal, teroris juga menyerbu Hotel Oberoi, Mumbai.

Serangan teroris selama tiga hari membuat Mumbai praktis lumpuh dan mencekam. Sebanyak 174 orang, termasuk sembilan pelaku tewas dalam aksi teror terbuka itu.

Asap tebal masih membumbung di atas Hotel Taj Mahal, 27 November 2008



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
sampai kpn seah kita hrs ditipu trus"an ky' gene??pemimpin kita semakin membodoh"i kita selama ini..apa seah yg mereka cari??
Balas   • Laporkan
agus
17/08/2010
ya mungkin kita semua harus selalu waspada.sebab yang namanya orang lagi celaka itu kapan saja .tidak menutup kemungkinan menimpa pada kita....maka kata kuncinya " ada tidaknya teror kita harus W A S P A D A
Balas   • Laporkan
DARMAN
15/05/2010
Lebay..Lebay...Polisi seenaknya main tembak ,main bunuh!! itu kan belum jelas teroris atau bukan.Cari sensasi aja.Apa urusannya Bunuh SBY.Presiden yang tidak tegas?
Balas   • Laporkan
Ian
15/05/2010
Ketakukan yang berlebihan oleh pihak polisi kah atau hanya mengada-ada (rekayasa)? Untuk mengaburkan kasus-kasus besar di tubuh POLRI pada saat ini yang sedang panas????? Rakyat Indonesia butuh kepastian!
Balas   • Laporkan
iyan
15/05/2010
Hati terhadap teroris kalau smp kejadian baru ribut loh.Harusnya bersyukur kalo sudah tertangkap sebelum beraksi.Susno bayar wartawan banyak untuk pencitraan.Saya juga tahu dia itu pembohong.Susno mau ditangkap untuk kasus kecil saja.Coba kalau kasus besa
Balas   • Laporkan
kanak-kanak
15/05/2010
Hehehehe...Kapolri memang kayak kanak-kanak.Dia kira rakyat kayak dia yg kekanak2an.Untung saja dia punya power,kalau tidak sudah digebukin orang2 gara statement omong kosongnya
Balas   • Laporkan
Abu Qital
14/05/2010
Gugur Satu Tumbuh Seribu........!, Ana di Belakang mu Para Mujahid....
Balas   • Laporkan
reza
14/05/2010
dasar..orang2 berpikiran sempit.....emangnya kalian semua udah pernah masuk surga blm ??
Balas   • Laporkan
Dany
14/05/2010
yang bagusnya tunggu sampai bom meledak dulu ... gitu ya...????
Balas   • Laporkan
jj
14/05/2010
Hollywood sekali .. hollywood aja ga gini2 bgt deh .. basi Indonesia mah
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com