NASIONAL

Gunung Api Raksasa di Bawah Laut Sulawesi

Gunung ini memiliki ketinggian jika diukur dari dasar lebih dari 3.000 meter.

ddd
Selasa, 13 Juli 2010, 07:31 Arfi Bambani Amri
Gunung Semeru
Gunung Semeru (RIA Novosti / Mikhail Tsyganov)

VIVAnews - Ekspedisi bersama Indonesia-Amerika Serikat di lautan dalam di perairan Sangihe, Sulawesi Utara, berhasil memetakan sebuah gunung bawah laut. Penelitian dengan sonar multicahaya kapal penelitian Okeanos milik NOAA ini menemukan gunung ini memiliki ketinggian sampai 10 ribu kaki atau lebih dari 3.000 meter.

Kamera yang dikendalikan dari jarak jauh oleh kapal tersebut mengambil gambar dengan definisi tinggi (high definition) di kawasan Kawio Barat yang mengacu pada wilayah perairan barat Kepulauan Kawio, Kabupaten Sangihe.

Para ilmuwan memilih Kawio Barat sebagai target pertama untuk ekspedisi ini berdasarkan informasi dan data satelit yang dikumpulkan oleh sebuah tim gabungan Indonesia-Australia pada 2004.

Unsur-unsur bawah laut yang berlimpah menjadi target awal yang ideal untuk menyesuaikan perangkat dan teknologi di dalam kapal yang digunakan dalam pelayaran perdana ini. Para ilmuwan ekspedisi ini berharap peta dan video yang dihasilkan akan membuka jalan bagi para peneliti lain untuk menindaklanjuti temuan awal yang mereka peroleh. 

“Ini adalah sebuah gunung berapi yang besar dan lebih tinggi daripada semua gunung di Indonesia kecuali tiga atau empat lainnya, dan menjulang lebih dari sepuluh ribu kaki dari dasar laut di dalam perairan dan terletak di kedalaman lebih dari 18 ribu kaki,” kata Jim Holden, Ketua Ilmuwan AS untuk misi awal ekspedisi bersama ini, dan seorang ahli mikrobiologi dari University of Massachusetts di Amherst, yang turut serta dalam ekspedisi dari Exploration Command Center di Jakarta, Indonesia.

Untuk dibandingkan, Gunung Semeru yang tertinggi di Pulau Jawa memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut. Namun ketinggian ini diukur berdasarkan level permukaan laut, bukan dari dasar lembah dari gunung. Sementara ketinggian gunung bawah laut yang ditemukan di Sangihe ini diukur dari lembahnya.

Koneksi Jakarta-Seattle

Banyak ilmuwan yang bekerja dari wilayah pesisir dengan menggunakan model eksplorasi lautan dengan siaran video langsung jarak jauh (telepresence). Holden dan para ilmuwan lainnya di Exploration Command Centers di Jakarta dan Seattle terhubung dengan Okeanos Explorer secara langsung melalui satelit dan jalur internet berkecepatan tinggi, dan dapat terhubung dengan awak kapal untuk menuntun jalannya ekspedisi. 

Para ilmuwan Indonesia dan AS yakin bahwa dengan menyelidiki lautan yang belum pernah tereksplorasi sebelumnya maka akan banyak fenomena baru yang diperoleh dan informasi yang didapat untuk menambah pemahaman kita tentang ekosistem dan pengasaman laut serta dampak perubahan iklim. 

“Keprihatinan yang berkaitan dengan laut, termasuk keamanan pangan dan perlindungan ekosistem laut yang mendukung perikanan, berdampak pada banyak negara termasuk Indonesia – sebuah negara yang terdiri dari 17.000 kepulauan,” kata Sugiarta Wirasantosa, ilmuwan utama Indonesia untuk ekspedisi bersama dan ketua tim periset Indonesia pada Badan Riset Kelautan dan Perikanan. “Untuk memahami dan mengelola hal-hal seperti itu, kita harus lebih dulu melakukan eksplorasi. Itulah alasan mengapa ekspedisi ini begitu penting," ujarnya dalam rilis yang diterima VIVAnews, 12 Juli 2010.

Petakan Dasar Laut Indonesia

Sejauh ini, Okeanos Explorer telah memetakan 2.400 mil persegi dasar laut di Indonesia, wilayah yang luasnya setara dengan luas Delaware. Pada pertengahan Juli, kapal riset dan perikanan milik Indonesia Baruna Jaya IV akan memetakan lebih banyak dasar laut dan menempatkan peralatan di kepulauan Kawio sebelum kedua kapal bertemu di Pelabuhan Bitung. Mereka akan dikerahkan kembali pada 21 Juli untuk terus mengeksplorasi lebih banyak lagi lautan yang belum terjamah dekat gugus kepulauan Sangihe dan Talaud. Ekspedisi tersebut akan rampung pada 14 Agustus.  

“Ini sangat mirip seperti memecahkan teka-teki,” kata Holden. “Pertama-tama kami memetakan dasar laut, dan jika kami melihat sesuatu yang menarik, ilmuwan yang berada di darat dan staf yang berada di kapal menghentikan kapal untuk meletakkan lebih banyak alat sensor dan sistem di air," katanya.

Investigasi pendahuluan ini mencakup penempatan robot bawah air yang dinamai ROV, atau remotely-operated vehicle, di mana seorang pilot yang berada di kapal mengendalikan ROV yang berada jauh di bawah laut. ROV tersebut merupakan sebuah sistem berbadan dua yang dapat menyelam hingga ke kedalaman 13.000 kaki, dan apabila lampu dan kamera video berdefinisi tinggi di kedua instrumen dinyalakan, akan dapat dilihat langsung oleh ilmuwan di darat.

Misi NOAA adalah untuk memahami dan memprediksi perubahan-perubahan di lingkungan di muka bumi, mulai dari dasar laut hingga permukaan matahari, serta melindungi dan mengelola sumber daya pesisir dan laut.



© VIVA.co.id
BERITA TERKAIT
Share :  
Rating
KOMENTAR
eko.prasetyo
01/12/2010
allahhuakbar.subahanallah.maha suci allah .. begi besar kekuatanmu yaa allah, engkau ciptakan segala sesuatu yang tak bisa d'ciptakan oleh hambamu ..
Balas   • Laporkan
eko.prasetyo
01/12/2010
allahhuakbar.subahanallah.maha suci allah .. begi besar kekuatanmu yaa allah, engkau ciptakan segala sesuatu yang tak bisa d'ciptakan oleh hambamu ..
Balas   • Laporkan
henry
24/11/2010
merapi aj kita kalang kabut giman klo gunung didasar laut wah kalu mbeduk gman nehh...
Balas   • Laporkan
Paren
15/11/2010
ya mudah-mudahan meletusnya jgn sampai di tomohon,,, because saya ada di tomohon,,,, thank's bro,,,,
Balas   • Laporkan
Rizky Mawartika Putri
01/11/2010
subhanallah.........
Balas   • Laporkan
trex_rizt
01/11/2010
,, seperti konsep dalam agama hindu TRI HITA KARANA : ,, menjalin hub. yang harmonis dengan Tuhan ,, menjalin hub. yang harmonis dengan Alam ,, menjalin hub. yang harmonis dengan Sesama Om Cantih Cantih Cantih Om...
Balas   • Laporkan
yusuf bhekti nugoroho
21/10/2010
sungguh besar keajaiban allah swt
Balas   • Laporkan
fahmi ramadhan
20/10/2010
allah maha kuasa apapun bisa terjadi
Balas   • Laporkan
udiisdiyanto
26/09/2010
kadang2 orang terlena kehidupan didunia akhirnya lupa dengan ke Agungan Alloh
Balas   • Laporkan
Frank debrurr
06/09/2010
aduhhhhhh' bisa pindah dong ibu kota Sulut..!! manado tengelam...!!!!
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com