NASIONAL

Kapan Awal Puasa, NU Gelar Rukyah 10 Agustus

"Akan dilakukan di 90 titik lokasi rukyah yang strategis di seluruh Indonesia."
Senin, 2 Agustus 2010
Oleh : Elin Yunita Kristanti

VIVAnews - Puasa sebentar lagi. Namun, kapan tepatnya awal Ramadan, belum ditetapkan. Muhammadiyah menetapkan 11 Agustus.

Sementara Nahdlatul Ulama (NU) mengungkapkan penentuan awal puasa Ramadhan 1431 H/2010 M menunggu rukyah.

"Meski NU telah memprediksi awal puasa Ramadhan dalam hisabnya beberapa tahun sebelumnya, tetapi tidak dalam posisi menentukan," demikian disampaikan Ketua Lajnah Falakiyyah PBNU, KH A Ghazalie Masroeri, dalam rilisnya yang diterima VIVAnews, Senin 2 Agustus 2010.

Ditambahkan Ghazalie, rukyah adalah penentu, dan hisab sebagai pendukung rukyah. "Untuk memperoleh hasil yang berkualitas," jelas dia.

Berdasarkan sunnah rasul, tambah dia, maka NU akan menyelenggarakan rukyatul hilal bil fi’li atau observasi hilal di lapangan untuk awal Ramadhan 1431 H pada hari Selasa, 10 Agustus 2010.

"Akan dilakukan di 90 titik lokasi rukyah yang strategis di seluruh Indonesia di bawah koordinasi Lajnah Falakiyah PBNU," tambah dia.

Rukyah akan dilaksanakan oleh seratus dua puluh perukyah bersertifikat nasional di samping para alim ulama ahli rukyah, ahli hisab, nahdliyyin dan pesantren setempat serta bekerja sama dengan instansi terkait.

Hasil penyelenggaraan rukyah akan  dilaporkan kepada PBNU dan
Departemen Agama dengan kriteria-kriteria yang ditentukan, baik secara syar’i, astronomis maupun secara teknis administratif.

NU juga tidak secara serta merta langsung mengumumkan tentang sikapnya mengenai awal ramadhan 1431 H, namun melaporkan terlebih dahulu kepada Menteri Agama dalam Sidang Itsbat.

"Hal ini dilakukan sebagai wujud partisipasi dan pengakuan NU bahwa hak Itsbat itu adalah hak negara yang didelegasikan kepada Menteri Agama."

"Jadi puasa ramadhan 1431 H menunggu hasil rukyah yang akan diselenggarakan pada hari Selasa, 10 Agustus 2010, yang kemudian akan diitsbatkan oleh Menteri Agama," tutup Ghazalie. (umi)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found