NASIONAL

Satgas Anti-Mafia Hukum Masih Utuh

Herman mesti melaporkan rencana pengunduran dirinya kepada Kapolri.
Kamis, 5 Agustus 2010
Oleh : Ismoko Widjaya, Fadila Fikriani Armadita
Satgas Mafia Hukum Koordinasi Dengan KPK

VIVAnews - Inspektur Jenderal Polisi Herman Effendi hingga saat ini masih tercatat sebagai anggota Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Hukum. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) belum mengetahui rencana pengunduran diri Herman?

"Jadi, kalau beliau (Herman) mau mundur justru seharusnya bilang ke Kapolri. Baru Kapolri yang menyampaikan kepada Presiden," kata anggota Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Hukum, Mas Ahmad Santosa, Jakarta,  Kamis 5 Agustus 2010.

Menurut Mas Ahmad Santosa, Herman mesti melaporkan rencana pengunduran dirinya kepada Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri. Lalu dilanjutkan Kapolri kepada Presiden. Karena Satgas ini merupakan institusi bentukan langsung Presiden SBY.

"Satgas sampai sekarang masih utuh. Herman secara officially masih anggota Satgas," tegas mantan Pimpinan Sementara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini.

Mas Ahmad Santosa menegaskan bahwa faktanya hingga kini Herman masih anggota Satgas. Herman juga kerap berkomunikasi aktif dengan anggota lainnya. "Tapi sejak niat (mundur) itu muncul, belum ada rapat pleno lagi," tegas Mas Ahmad.

Markas Besar Polri sudah membenarkan mundurnya Herman Effendi dari Satgas. Tetapi mundurnya Herman bukan karena ada penarikan personel Polri.

"Tidak ada penarikan, tapi beliau (Herman Effendi) mengajukan pengunduran diri," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Edward Aritonang di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat 30 Juli lalu.

Menurut Edward, alasan Herman Effendi mengajukan pengunduran diri karena ada perbedaan pendapat antara Herman dengan Sekretaris Satgas Denny Indrayana.

"Karena ketidaksepahaman satu masalah dengan Denny. Kemudian  keluar kata-kata 'Kalau Anda tidak sepaham, Anda mafia dong'," kata Edward mengutip pernyataan yang disinyalir dipicu menjadi akar permasalahan.

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found