NASIONAL

Meugang, Cara Aceh Menyambut Ramadan

Tradisi ini dilakukan setiap menjelang bulan puasa dan Hari Raya.

ddd
Senin, 9 Agustus 2010, 17:38 Arfi Bambani Amri
Pasar hewan di tradisi meugang Ramadan di Aceh
Pasar hewan di tradisi meugang Ramadan di Aceh (Antara/ Ampelsa)

VIVAnews - Rakyat Aceh punya cara khusus menyambut datangnya bulan Ramadan. Aceh memiliki tradisi yang disebut dengan meugang yaitu membeli daging sapi atau menyembelih unggas.

“Tradisi ini memang sudah dari nenek moyang kami," kata Cut Zunairah, warga Peulangahan, Banda Aceh. "Kalau tidak beli daging menjelang puasa dan Hari Raya, sepertinya tidak sah,” kata Cut Zunairah ditemui di Pasar Peunayong, Banda Aceh, Senin 9 Agustus 2010.

Cut Zunairah mengaku tidak banyak memborong daging di awal puasa. Dia hanya membelinya satu kilogram. Itu cukup untuk selama dua hari di awal Ramadan. Membeli daging dalam jumlah besar baru dilakoninya nanti menjelang Lebaran. “Kalau meugang lebaran bisa dua sampai tiga kilo, ini kan meugang puasa, jadi secukupnya saja."

Setiap keluarga minimal harus membeli satu kilogram daging di hari meugang. Bagi warga yang kurang mampu, mereka biasanya hanya menyembelih ayam atau membeli ikan bandeng. Hari meugang memang dikenal sebagai hari makan besar di Aceh.

Ratna, Warga Ulee Kareng, Banda Aceh, mengaku telah menyiapkan menu istimewa di hari meugang, sop daging dan sie reuboeh (daging Rebus) khas Aceh Besar. “Anak-anak saya suka sop daging, ayahnya minta dibuatkan sie reuboh. Setiap hari Meugang memang harus ada,” katanya.

Gengsi

Hari meugang menjadi momok tersendiri bagi kaum pria di Aceh. Pasalnya, posisi tawar mereka akan diuji. Prestise mereka akan naik di keluarganya jika mampu membeli daging lebih banyak dari pada tetangganya atau ayah mertua.

“Apalagi kalau seorang pria yang baru menikah, dia harus bisa bawa pulang daging lebih banyak dari pada ayah mertuanya, kalau tidak malulah,” kata Abdullah, warga Lamseupeung, Banda Aceh.

Dua hari menjelang Ramadan, di Kota Banda Aceh saja terdapat lebih dari seratusan penjual daging musiman. Harga daging dipatok mulai dari Rp100 ribu, sampai Rp120 ribu. Para pedagang nakal kadang juga memanfaatkan keadaan dengan menaikkan harga. Di hari-hari biasanya, harga daging di Banda Aceh hanya 80 sampai 85 ribu rupiah.

Bukhari pedagang daging di Peunayong mengatakan, banyak juga sapi yang diimpor dari luar Aceh. Harga sapi impor jauh lebih murah dari pada harga sapi lokal. Tapi di hari meugang, harga daging dipatok sama.

“Kalau daging sapi lokal itu lebih empuk. Kalau sapi impor biasanya terlalu banyak airnya, istilahnya kalau di Jawa sana seperti sapi gelonggongan, jadi harus pandai-pandai memilih,” ujar Bukhari.

Tradisi meugang memang telah mengakar di kehidupan rakyat Aceh. Inilah cara Aceh menyambut hari dan bulan besar.

Laporan Muhammad Riza | Banda Aceh  



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com