NASIONAL

Kapal Petugas di Perbatasan Kurang Canggih

"Misalnya harus ada GPS, alat komunikasi, dan radar," ujar mantan Panglima TNI ini.

ddd
Senin, 23 Agustus 2010, 16:58 Ismoko Widjaya, Suryanta Bakti Susila
Marsekal (purn) Djoko Suyanto
Marsekal (purn) Djoko Suyanto (Antara/ Ujang Zaelani)

VIVAnews - Pemerintah mengakui fasilitas yang dimiliki kapal-kapal di wilayah perbatasan masih kurang canggih. Termasuk kapal yang ditumpangi tiga staf Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dibawa ke Malaysia.

"Kapal kita yang kemarin beroperasi dalam menangkap lima kapal (Malaysia) itu tidak dilengkapi dengan peralatan yang memadai," kata Menteri Koordinator Bidang Polhukam Djoko Suyanto di kantornya, Jakarta, Senin 23 Agustus 2010.

Djoko Suyanto mengatakan hal itu usai Rapat Koordinasi Terbatas di antara Kementerian yang dibawahi, termasuk dengan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa.

Menurut Djoko, pemerintah akan berupaya melengkapi dan meningkatkan fasilitas-fasilitas yang dimiliki kapal-kapal petugas perairan di perbatasan. "Misalnya harus ada GPS, alat komunikasi, dan radar," ujar mantan Panglima TNI ini.

Dalam kasus saling tangkap tujuh nelayan Malaysia yang menaiki lima kapal dan tiga staf KKP, itu menjadi pelajaran pemerintah. Djoko mengakui kapal yang ditumpangi tiga petugas Indonesia itu tidak memiliki fasilitas komunikasi yang memadai.

"Tidak bisa berhubungan dengan Angkatan Laut, Kepolisian, sehingga back up tidak bisa dilaksanakan dengan baik," sesal Djoko.

Dalam kesempatan ini, Djoko kembali mengingatkan agar seluruh elemen yang terlibat dalam perbatasan perairan untuk bekerja secara sinergi. Berkoordinasi dan berbagi informasi satu dengan lainnya.

"Dalam hal ini adalah badan koordinasi keamanan laut akan dipertajam. Harus ada koordinasi bersama, harus ada informasi yang di-share satu sama lain," tegas Djoko.

Insiden Tanjung Berikat pada Jumat 13 Agustus lalu menyisakan pro dan kontra di masyarakat. Pemerintah dinilai kurang tegas terhadap sikap Malaysia.

Tiga Staf WNI sudah kembali ke Indonesia, begitu juga dengan tujuh nelayan Malaysia. Aksi ini menuai protes di Indonesia. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
watongbest
28/08/2010
bikin aja lapangan pekerjaan baru,....rekrut preman yang lulusan smu, dididik militer kasih gaji,..tugaskan di perbatasan...
Balas   • Laporkan
ochan
26/08/2010
makanya anggaran buat tni hrs ditingkatin trus jangan di korup, belikan perlengkapan dan peralatan canggih yang diperlukan. kita pasti mampu mempunyai tni yang best of the best asal pemerintah punya kemauan dan keberanian untuk invest seperti negara lain
Balas   • Laporkan
asep
26/08/2010
alat Navigasii TNI AL saja masih corak marit apalagi kapal petugas KKP, untuk itu kami mohon komisi II DPR RI tolong longgarkan pendanaan untuk pengadaan peralatan untuk TNI terutama TNI AL dan Kementerian KKP agar kekayaan laut kita dapat terjaga..amin
Balas   • Laporkan
andrew
26/08/2010
ayo pemerintah RI bikin lapangan pekerjaan baru..Satpam penjaga wilayah perbatasan..tapi dikasi senjata yg canggih biar gak malu2in
Balas   • Laporkan
adi_boscha
25/08/2010
mengkenye jangan pade korupsi...ampe2 beli peralatan kapal aje kage pade mampu...cedih banget nie negara...!! dah merdeka apa blom...??!!
Balas   • Laporkan
arik
25/08/2010
setuju ma teman2...yg pro indonesia qt udh benar2 geregetan sm malaysia...jg dng pemerintah kenapa debat dan hanya wacana saja tpi tindakan gk pernah ada...percanggih dong alatnya jng wacana aja jng tnggu rakyat marah....MERDEKA indonesiaku!!!!!
Balas   • Laporkan
heri
24/08/2010
wah .... proyek2 lagi ......... mestinya ngomong nasionalis
Balas   • Laporkan
Fajar Adha
23/08/2010
untuk mempertahankan dan pengamanan Pulau2 kita dan hal inilah yag perlu di perbanyak oleh negara kita
Balas   • Laporkan
Ai
23/08/2010
bagaimana kalau setiap kapal patroli selalu ada tentara AL 2 orang menemani, jadi kalau ada masalah bisa langsung bertindak, bukan kita yang diringkus tapi mereka yang diringkus dan dibawa ke Batam
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com