NASIONAL

Lebaran, Uang Ringgit di Bawean Meningkat

Penukaran mata uang Malaysia di Bawean meningkat tiga kali lipat.

ddd
Selasa, 7 September 2010, 14:08 Elin Yunita Kristanti
Penukaran Uang
Penukaran Uang (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

SURABAYA POST– Menjelang lebaran, penukaran Ringgit Malaysia (RM) atau mata uang Malaysia di Pulau Bawean meningkat hingga tiga kali lipat. Peningkatan ini sejalan dengan kian banyaknya warga Bawean --yang selama ini jadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di negeri jiran-- tiba di kampung halamannya.

“Biasanya warga Bawean menukarkan uang ringgit ketika menerima kiriman dari keluarganya di Malaysia saja. Tapi, menjelang lebaran seperti saat ini, tidak hanya karena kiriman, tapi warga Bawean di Malaysia banyak juga yang mudik. Mereka ini pasti membawa pulang uang ringgitnya,” kata H. Walilah, pengusaha penukaran uang di Desa Pudakit Timur Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik, Senin (6/8).

Di hari-hari biasa, rata-rata usahanya menerima penukaran ringgit sebesar RM 1.000 per hari. Mendekati lebaran seperti sekarang, sedikitnya  Walilah menerima penukaran RM 3.000.

Syariful Mizan, pemilik jasa penukaran uang asing lainnya mengaku banyak meraup untung karena penukaran ringgit ini. “Sekarang, tiap harinya saya rata-rata menerima permintaan penukaran hingga RM 10.000, bahkan beberapa hari lalu sampai RM 20.000,” katanya.

Harga beli ringgit di Bawean tidak terpaut jauh dengan harga beli di Surabaya, karena itu warga Bawean lebih memilih menukarkan uangnya di Bawean ketimbang harus mampir ke Surabaya. Dengan harga beli RM 1 sebesar Rp 2.820, warga Bawean yang menukarkan RM 1.000 akan mendapatkan Rp 2,82 juta. Di Surabaya harga beli RM 1 sekitar Rp 2.840 atau hanya selisih Rp 20.000 untuk setiap 1.000 ringgit.

“Kebanyakan mereka yang menukarkan ringgit adalah pendatang dari Malaysia ataupun keluarga di Bawean yang menerima kiriman dari Malaysia melalui pengawal (orang yang menawarkan jasa pengiriman uang dari Malaysia ke Bawean),” ujar Mizan.

Dibanding tahun lalu, lanjut Mizan, penukaran ringgit kali ini lebih sepi. "Bisa jadi perekonomian warga Bawean yang bekerja di Malaysia merosot dibanding tahun sebelumnya. Atau mungkin jumlah pemudik dari Malaysia tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu," jelasnya.

Di Bawean, ada ratusan usaha yang menawarkan jasa penukaran uang asing. Menjelang lebaran ini omzet semuanya meningkat. Berdasarkan data Persatuan Bawean-Malaysia (PBM), jumlah warga Bawean yang bekerja di Malaysia mencapai 127 ribu orang, sebagian dari mereka bahkan telah menyandang predikat warganegara Malaysia. Tapi mereka selalu berkunjung ke Bawean untuk menjenguk keluarganya.

Tak hanya itu, Bank Jatim cabang Bawean yang jadi  satu-satunya bank di pulau itu, juga mulai dipenuhi mereka yang mendak menaerik uang. Mulai H-7 lebaran, rata-rata nasabah yang datang menarik uangnya baik di Bank Jatim Cabang Bawean di Sangkapura maupun Tambak masing-masing mencapai seribu orang per hari. Penarikan rata-rata Rp 1 juta hingga Rp 10 juta setiap nasabah.

“Nasabah yang datang menjelang Lebaran meningkat dua kali lipat. Biasanya paling banyak 500 nasabah sehari, itupun dengan berbagai macam transaksi. Tapi sekarang mencapi seribu nasabah per hari. Kebanyakan dari nasabah yang datang karena menerima kiriman uang dari Malaysia,” kata Agus Abdullah, Kepala Bank Jatim Cabang Bawean.

 
Asepta Yoga



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com