NASIONAL

"Apalagi Gubernurnya Betawi, Itu Tak Terjadi"

Fauzi Bowo mengaku belum melihat hasil penelitian tentang penurunan tanah.
Senin, 20 September 2010
Oleh : Ismoko Widjaya, Zaky Al-Yamani
Komnas Ham: Fauzi Bowo

VIVAnews - Gubernur DKI Fauzi Bowo tidak akan membiarkan Jakarta tenggelam, seperti prediksi sejumlah ahli. Gubernur yang akrab disapa Foke itu akan berupaya semaksimal mungkin agar Ibukota tidak tenggelam.

"Saya dilahirkan bukan sebagai orang yang pesimistis. Kami ditunjuk dan berkewajiban untuk mencegah peristiwa itu terjadi," kata Fauzi Bowo usai memimpin peringatan Rapat Ikada di Lapangan Monas, Jakarta, Senin 20 September 2010.

Fauzi sendiri belum melihat langsung hasil penelitian para ahli dan Lembaga Swadaya Masyarakat tentang ancaman Jakarta tenggelam. Meski demikian, dia tidak buru-buru menyebut hasil penelitian itu keliru.

Yang pasti, kata Foke, dirinya tidak akan berdiam diri mendengar adanya ancaman yang mengkhawatirkan itu. "Apalagi gubernurnya orang Betawi, orang Jakarta. Masak dibiarin kampungnya tenggelam," ujar Foke.

Foke mengajak seluruh warga Jakarta turut andil untuk mencegah agar kota ini tidak tenggelam. Ajakan itu juga merupakan satu kewajiban bagi mereka yang bermukim di Ibukota. "Itu wajib, kalau dia (warga Jakarta) masih tetap mau tinggal di Jakarta," kata dia.

Sebelumnya, Direktur Ketua Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) DKI, Ubaidillah, menyatakan penelitian yang dilakukan ITB menyebut laju penurunan tanah Jakarta yang meningkat drastis dari 0,8 cm per tahun pada kurun 1982 - 1992 menjadi 18-26 cm per tahun pada 2008, terutama di daerah Jakarta Utara.

Dari data yang dimiliki Wahli, setiap tahunnya Jakarta defisit air tanah sebanyak 66,6 juta meter kubik setiap tahunnya. Bila kondisi ini didiamkan, Jakarta diprediksi tenggelam pada 2030. (adi)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found