NASIONAL

BPOM: Mie Indonesia Memang Mengandung Kimia

Tapi kandungan itu sudah sesuai dengan persyaratan internasional.

ddd
Senin, 11 Oktober 2010, 14:46 Eko Priliawito, Dwifantya Aquina
Indomie
Indomie (YouTube)

VIVAnews - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tidak menyangkal bila mie instan produk Indonesia mengandung bahan kimia. Namun, kadarnya masih dalam batas yang wajar.

Penarikan mie instan merek Indomie yang diproduksi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, menurut Kepala BPOM, Kustantinah, memang terkait dengan kandungan Nipagin di mie instan itu.

Dijelaskan Kustantinah, zat pengawet Nipagin itu berada dalam kecap yang merupakan bagian dari mie instan. Dalam konsumsi yang berlebihan dapat terkena muntah-muntah, dan risiko berat bisa terkena penyakit kanker.

"Apapun yang terkandung bila dikonsumsi berlebihan akan bahaya bagi kesehatan," ujarnya, Senin 11 Oktober 2010, di kantor BPOM, Jakarta.

Menurut Kustantinah, dalam kecap dari produk mie instan, batas peggunaan Napigin yang diizinkan adalah 250 mg per kilogram, dalam makanan lain kecuali daging, ikan, dan unggas, batas maksimal 1.000 mg per kilogram.

Di Indonesia, penetapan regulasi keamanan mutu dan gizi produk pangan olahan sudah mengacu kepada persyaratan internasional yaitu, 'Codex Alimentarius Commission' yang berdasarkan kajian risiko.

Ditambahkan Kustantinah, bila dilihat dari evaluasi pasar dan kontrol, maka mie instan yang terdaftar di Indonesia dinyatakan aman untuk dikomsumsi.

"Menjamin, mie instan yang terdaftar di Badan POM aman. Masyarakat diimbau untuk beli produk terdaftar," ujarnya.

Tapi Codex, sebagai badan yang diakui secara internasional memperbolehkan penggunaan Napagin, dalam batas maksimal 1.000 mg per kilogram.

"Masing-masing negara punya standaritas keamanan pangan, dan Taiwan bukan anggota Codex seperti Indonesia," ujarnya.

Terkait adanya persaingan bisnis antara negara, Badan POM tidak ingin mengomentari masalah itu. "Taiwan tidak ada hubungan diplomatik dengan Indonesia. Kadin Perdagangan akan mengkomunikasikan hal ini.

Saat ini ada sekitar 663 mie instan lokal yang terdaftar di BPOM. Sedang mie impor ada 466 item. Semua itu dinyatakan aman dikonsumsi. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
apphy
15/10/2010
terpaksa smua orng mengganti pola mkn yang instant... apa lg mahasiswa setiap hari makan intel (indomie telur)....
Balas   • Laporkan
ari
13/10/2010
tapi ada bahan kimianya....tetap berbahaya...kalau anak2 yang makan dari kecil sampai dewasa....rusaklah.....sebaiknya hindari makan indomie....
Balas   • Laporkan
Maniac Mie
13/10/2010
Semua kecap manis dan chili sauce di INDO pasti mengandung BTP Natrium Benzoat. Begitu juga kecap manis dan chili sauce yang ada pd mie merk S, merk DEF, dll. Check aja sendiri. Jangan LEBAY deh. Ane udah makan mie instant sejak kecil, sehat2 aja tuh.
Balas   • Laporkan
sentilan
13/10/2010
ini proses pembunuhan warga negara indonesia dan menciptakan generasi tidak sehat di indonesia , sehingga para cukong bisa menguasai indonesia beserta orang orang sebangsanya...
Balas   • Laporkan
durhui
13/10/2010
pa kaytaku di topik indomie lain!indomie atau makanan junk food lain dah jelas ada zat beracun!sekalipun dalam bts wajar lama2 ttp berpengaruh ma tubuh!enak aja mereka jual racun biar mereka bisa beli makanan organik!hentikan makan indomie itu hak konsmn!
Balas   • Laporkan
hijah
12/10/2010
makan indomie weak3333....
Balas   • Laporkan
komentar
12/10/2010
ayo makan Indomie sebanyak-banyaknya karna bisa menghilangkan susah,dan kesedihan...soalnya cepet mampus
Balas   • Laporkan
komentar
12/10/2010
ayo makan Indomie sebanyak-banyaknya karna bisa menghilangkan susah,dan kesedihan...soalnya cepet mampus
Balas   • Laporkan
Detoxann
12/10/2010
HIDUP INDOMIE !! HIDUP INDONESIA !! HO HO HO
Balas   • Laporkan
ISMAN
12/10/2010
Boss...semua makanan olahan yang ada di dunia ini mengandung namanya zat kimia ...cuma kita nya aja ga ngeuh...jadi yah kembali ke kesadaran kita bijak dalam menkonsumsi sebelum kita menkonsumsi makanan instan dsb....GA USAH LEBAY LAH....
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com