NASIONAL

Bupati: Macan Merapi Jangan Dibunuh

Macan dengan luka bakar di kaki dan diselimuti abu Merapi terlihat pukul 13.00 WIB kemarin

ddd
Jum'at, 12 November 2010, 15:33 Ismoko Widjaya, Sandy Adam Mahaputra
macan tutul jawa (Panthera pardus javanicus)
macan tutul jawa (Panthera pardus javanicus) (Antara/ Ari Bowo Sucipto)


VIVAnews - Bupati Sleman Sri Purnomo mengimbau kepada siapapun agar tidak membunuh macan tutul yang berkeliaran turun dari puncak Gunung Merapi. Bupati berharap petugas berwenang mampu menangkap hewan itu secara hidup-hidup.

"Saya berharap macan itu tidak dibunuh tapi dikembalikan ke habitatnya," kata Bupati Sleman Sri Purnomo saat mengunjungi RS Sardjito, Yogyakarta, Jumat 12 November 2010.

Menurut Sri Purnomo, pemerintah daerah terus berkoordinsi dengan pengelola Kebun Binatang Gembiraloka untuk menangkap hewan itu dalam keadaan hidup. Sri Purnomo berharap, hewan itu bisa ditampung sementara di Gembiraloka baru kemudian dilepas ke alam.

Sri menilai, adanya macan yang turun dari puncak Merapi itu adalah hal yang wajar. Karena kondisi di kawasan puncak Merapi itu sangat-sangat panas. "Mereka (hewan) itu juga sulit menemukan air. Mengingat seluruh sungai sudah tertimbun dengan pasir," kata Sri Purnomo.

Maka itu, turunnya hewan-hewan, tidak hanya macan, merupakan hal yang biasa. Karena, sudah naluri si hewan untuk turun ke bawah mencari sumber air.

Macan itu terlihat oleh warga di sekitar Dusun Candibinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, DIY. Macan yang mengalami luka bakar di bagian kaki dan diselimuti abu Merapi itu terlihat sekitar pukul 13.00 WIB kemarin. (hs)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com