NASIONAL

Guterres Ditawari Xanana Bikin Partai

Namun Guterres menampik. "Saya ingin ingatkan pada Xanana, jangan Anda merasa menang."

ddd
Senin, 29 November 2010, 13:23 Arfi Bambani Amri
Mantan Wakil Panglima Pasukan Pejuang Integrasi (PPI) Timtim, Eurico Guterres
Mantan Wakil Panglima Pasukan Pejuang Integrasi (PPI) Timtim, Eurico Guterres (Antara/ Key Tokan Asis)

VIVAnews - Mantan Wakil Panglima Pasukan Pejuang Integrasi (PPI), Eurico Gutteres, menolak ajakan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao agar kembali ke Timor Leste. Xanana mengajak Guterres membangun partai sendiri di negeri asalnya itu.

Namun Guterres menampik tawaran itu. Dia lebih berminat membenahi Uni Timor Aswain (Untas), organisasi yang mewadahi para bekas pejuang prointegrasi dengan Indonesia.

“Bagi saya, ajakan PM Xanana boleh-boleh saja, tetapi kami belum berpikir ke sana," kata Guterres. "Untas sesungguhnya organisasi yang memang  ingin menjadi bagian dari NKRI. Oleh karena itu Untas harus membenahi diri. Untas belum berpikir untuk ke Timor Leste. Kalau Untas bisa mendirikan partai maka didirikan di Indonesia,” kata Guterres dalam jumpa pers di Kupang, Minggu 28 November 2010 malam.

Menurutnya, kalau memang Xanana ingin Untas mendirikan partai politik di Timor Leste maka sebaiknya semua pihak harus duduk untuk bicara. “Tetapi saya ingin ingatkan pada Xanana bahwa jangan Anda merasa sudah menang. Kemerdekaan kemarin bukan hasil perjuangan Xanana. Itu kebetulan saja. Yang sekarang kami inginkan adalah mari kita saling menghargai dan menghormati pilihan yang sudah ada. Jadi tidak usah mengajak orang untuk datang dan mendirikan partai. Kami tidak berpikir seperti itu. Kami hanya berpikir bagaimana membenahi Untas supaya bisa mengangkat harkat dan martabat Untas untuk tetap setia dengan NKRI,” kata Guterres.

Kongres Untas yang dibuka Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM RI, Aidir Amin Daud, Minggu malam, antara lain membahas Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, peraturan organisasi dan pemilihan kepengurusan baru.

“Kami ingin organisasi ini ke depan adalah Untas yang biijaksana. Menghargai dan menghormati perbedaan. Untas yang bersahabat, demokratis dan mendengar seluruh aspirasi warga. Untas yang menjadi mitra pemerintah pusat dan daerah,” kata Guterres.

Hal yang sama disampaikan Ketua Umum Untas Dominggos MD Soares. Menurutnya, Untas hampir dilupakan pemerintah dalam menangani warga bekas Timor Timur. “Kami harapkan ke depan bisa bermitra dengan pemerintah,” katanya.

Dirjen Administrasi Hukum dan HAM Kementrian Hukum dan HAM RI, Aidir Amin Daud, mengatakan, eks pengungsi Timor Timur sudah teruji kesetiaannya pada Indonesia. “Mereka menderita di kamp, tapi kesetiaan mereka terhadap bangsa Indonesia tidak pernah luntur,” kata Aidir.

Dia berharap Untas dapat membenahi diri untuk kemudian didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM sebagai salah satu organisasi massa di Indonesia. Kongres yang dihadiri oleh sekitar 500 peserta dari seluruh Indonesia tersebut berlangsung dalam kawalan ketat aparat keamanan. Hadir dalam kongres antara lain mantan-mantan pimpinan PPI dan tokoh pro integrasi.

Laporan Jemris Fointuna | Kupang



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
zuhar
31/01/2011
Hayo pejabat2 pusat tuh rakyat ProIntegrasi di perhatikan dia juga pejuang sampai rela keluar dari tanah kelahiran demi NKRI, tetappi kenapa pemerintah tutup mata sampai sekarang jangan melupakan juga rakyat yogya yang sebagai barometer daerah lain lo
Balas   • Laporkan
aisahana
31/01/2011
faktanya RI sudah mengakui adanya negara Timor Leste, jd bikin partai merupakan langkah yang elegan dan bijak.. gimana. berani nda...
Balas   • Laporkan
Vino
11/01/2011
boleh - boleh saja Bapak KETUM UNTAS yang baru menolak tawaran dari Presiden Tiles tetapi yang harus di ingat adalah sampai kapan warga eks Tim-Tim berada di NKRI? rasa rindu akan sanak family di Timor Leste terasa di benak setiap warga eks Tim-Tim.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com