NASIONAL

Kontroversi WikiLeaks

"Cepat Atau Lambat Rahasia Negara Terbongkar"

Selama ini rahasia negara masih multitafsir.

ddd
Jum'at, 17 Desember 2010, 15:56 Ismoko Widjaya, Febry Abbdinnah
Todung Mulya Lubis
Todung Mulya Lubis (ANTARA/Widodo S. Jusuf)

VIVAnews - Advokat Todung Mulya Lubis menilai rahasia negara harus memiliki definisi yang tegas dalam bidang intelijen, pertahanan dan keamanan. Penegasan definisi itu juga demi kepentingan publik.

"Cepat atau lambat rahasia-rahasia negara akan diketahui publik," kata Todung, usai diskusi "Fenomena Wikileaks dan Prinsip Jurnalistik" di kantor Dewan Pers, Jakarta Pusat, Jumat 17 Desember 2010.

Menurut Todung, selama ini rahasia negara dapat dikatakan multitafsir, sehingga pemerintahan terkesan tertutup terhadap publik. Padahal kepentingan publik harus menjadi tolak ukur dalam mendefinisikan kerahasiaan negara.

Pada kesempatan itu, Todung menegaskan bahwa situs-situs seperti wikileaks memiliki nilai-nilai positif untuk publik. Menurutnya, situs sejenis itu mendukung keterbukaan, karena publik berhak mengetahui apa yang dilakukan pemerintahnya.

Selain itu, situs ini juga dapat mengubah cara berpikir orang agar lebih berhati-hati dalam membuat memo, surat atau percakapan. Hal ini justru dinilai dapat menekan angka korupsi, karena 'calon pelaku' akan semakin takut.

Wikileaks menjadi situs yang sudah beberapa minggu ini menjadi pembicaraan karena adanya rilis dokumen-dokumen yang bersifat sangat-sangat rahasia.

Sudah ada 250.000 data yang ditampung di data Wikileaks. Dari jumlah itu diklaim ada sekitar 3.000 data mengenai Indonesia. Namun demikian dokumen-dokumen itu masih membutuhkan konfirmasi. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
dinkdonk
19/12/2010
yes..berita jadi semakin fair, imbang, kita bebas utk tertarik yg mana aja, dgn wikileaks, kita jadi dapat tambahan pandangan kalo akan mempercayai berita-berita dari para pemerintah yg suka manis-manis he..hee...
Balas   • Laporkan
budiflexi
17/12/2010
Ya...Kalau jadi Wong Ndeso,asal kebutuhan rmh tangga terpenuhi,kayaknya yg mikirin yg gituan hanya berapa persennya orang kota saja...
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com