NASIONAL

Crop Circle, UGM Siap Bayar Ganti Rugi

Ganti rugi diberikan jika pelaku benar-benar mahasiswa FMIPA UGM.

ddd
Rabu, 26 Januari 2011, 17:21 Umi Kalsum
Crop Circle di Sleman
Crop Circle di Sleman (VIVAnews/Erick Tanjung)

VIVAnews - Seseorang yang menyebutkan dirinya Mahasiswa Fakultas Matematika dan IPA Universitas Gajah Mada mengaku sebagai pembuat corp circle di Sleman, Yogyakarta. Pengakuan itu disampaikan oleh sang mahasiwa di situ studentmagz.com. (selengkapnya baca di sini). Rektorat  UGM sedang menelusuri kebenaran informasi ini dan siap bertanggung jawab jika mahasiswanya benar-benar terlibat.
 
“Kami siap memberi ganti rugi kepada petani yang lahan padinya digunakan untuk membuat crop circle oleh mahasiswa FMIPA UGM,” kata Dekan FMIPA Dr Chairil Anwar, Rabu, 26 Januari 2011
 
Ganti rugi itu akan diberikan jika pelaku sudah benar-benar ketahuan dan terbukti mahasiswa UGM. Soal berapa besar nilai ganti rugi itu akan dimusyawarahkan bersama petani yang lahannya dijadikan objek. “Terlepas mereka meminta izin atau tidak menggunakan lahan tersebut, kita akan menggantinya,” kata dia.

Dalam menelusuri kebenaran informasi ini, UGM  sudah melakukan sejumlah langkah. "Kami telah meminta kepada Ketua Prodi dan ketua Himpunan Mahasiswa matematika untuk mencari tahu, dan menghubungi mahasiswa lain," kata Chairil.
 
Sementara itu Ketua Jurusan Matematika FMIPA UGM Prof Dr Widodo, mengaku telah menghubungi seluruh mahasiswa matematika yang sedang mengisi liburan baik yang tinggal di dalam dan luar DIY. Mereka dihubungi per telepon dan SMS. Namun hingga saat ini tidak ada satu pun yang mengaku melakukannya.

“Kebanyakan mereka berada di luar DIY. Jawabannya macam-macam, seandainya itu pun dilakukan anak (mahasiswa) matematika, belum tentu akan mengaku, soalnya kepolisian mengatakan akan memperkarakan,” kata dia.

Dalam artikel berjudul 'Fakta di Balik Jejak UFO di Sleman', yang dimuat di studentmagz.com, si mahasiswa yang tidak disebutkan namanya itu mengakui ada enam temannya yang lain yang ikut 'mengerjai' sawah milik 8 petani di wilayah Berbah.

Chairil menilai  tindakan membuat crop circle yang bikin heboh warga itu tidak termasuk tindakan kriminal. Sebaliknya, ia menilai sebagai hasil kreativitas yang pantas dihargai. “Saya memberi apresisi, ini sebuah kegiatan yang kreatif,” katanya.

Crop circle, menurut dia, merupakan bagian dari seni instalasi yang menggabungkan pengetahuan matematika, komputer dan media yang dipakai areal persawahan. “Dari sisi simetris (bentuk crop circle), larinya ke matematika cuma medianya sawah,” tutur dia.

Inspirasi Wisata

Sementara kalangan seniman menilai fenomena crop circle di Sleman dan Pitungan, Bantul  bisa dimanfaatkan untuk menarik wisatawan baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Pola geometris yang unik dari crop circle diimbau dibuat di lahan-lahan pertanian yang berada disekitar Bandara Adisucipto Yogyakarta.

"Para wisatawan yang menggunakan pesawat manakala akan turun atau naik pesawat dapat melihat crop circle dari dalam pesawat. Ini tentunya menjadi sesuatu yang menarik bagi wisatawan yang akan datang ke Yogyakarta," kata Ong Harry Wahyu, salah seorang seniman di  Yogyakarta.

Menurut dia, kreasi seni ini bisa saja tidak dalam bentuk pola geometris, tapi  wajah atau lambang daerah. "Jadi bisa digunakan sebagai alat kampanye wisata bagi Yogyakarta yang saat ini baru kembali pulih usai bencana Merapi,"  katanya.

Laporan: Juna Sanbawa | Yogyakarta



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
anjriittt
31/01/2011
dancuuukkkkkkkkkkkkkk
Balas   • Laporkan
vanboer
26/01/2011
weleh-weleh... akibat orang2 iseng ini semua orang gempar... trus bagaimana pertanggungjawaban tuh korban yang meninggal...? ayo... sapa...yang tanggung jawab. kl mau berekspresi, ngapain pakai diam2..? dasar manusia yang kurang kerjaan !
Balas   • Laporkan
ufo-alien | 29/01/2011 | Laporkan
Lebih baik manuisa kurang kerjaan tapi punya ide dan mau mewujudkannya.
jenbladak
26/01/2011
polisi memang ga ngerti kerja dan apa kerjaannya, masa crop circle dibilang sebagai kejahatan? kalo nylene iya, tapi kreatif kan mahasiswa itu. ga waras nih...polisi kita.....????
Balas   • Laporkan
ufo-alien | 29/01/2011 | Laporkan
Perusakan harta benda milik seseorang adalah tindakan kejahatan. Masalah kraetif atau tdk nanti akan dinilai oleh seniman.
Wisanggeni | 27/01/2011 | Laporkan
kalo mo kreatif knp pake sawah org lain, knp gk bikin di sawah milik sendiri? pengrusakan sawah milik org lain adalah perbuatan kriminal.
jawstheking | 26/01/2011 | Laporkan
lumayan buat tambahan penghasilan baru...
anaking
26/01/2011
gw jadi bngung? dlu waktu di wawancara pemilik lahan bilang bahwa dia lihat ufo skr lapan blang itu buatan manusia? naluri gw berkata apakah petani itu yg buat?? atau hanya untuk pengalih kenaikan gaji pejabat saja?
Balas   • Laporkan
ufo-alien | 29/01/2011 | Laporkan
Mungkin crop circle itu dibuat oleh suatu kelompok yg ingin supaya pemerintah dan masyarakat kembali memperhatikan sawah.
reoon
26/01/2011
seni sih seni tapi jangan sampai merusak lahan orang..........anda beruntung yang punya lahan gimana....???
Balas   • Laporkan
ufo-alien | 29/01/2011 | Laporkan
Ini harus dicari jalan keluarnya. Sebaiknya diadakan lomba membuat crop circle untuk menggalang dana guna memberi ganti rugi.
oleh2 | 26/01/2011 | Laporkan
katanya ada yang mo ganti rugi yaitu pihak UGM itupun klo memang benar mahasiswanya yang melakukan...nyantai aja bro jangan khawatir,,,
oleh2 | 26/01/2011 | Laporkan
gan,kan yang punya lahan ( sawah )yang merasa dirugikan mo ganti rugi sama pihak UGM...


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com