NASIONAL

FPI: Isu NII, Permainan Bodoh Intelijen

Munarman mengaku FPI punya bukti. Berupa video seorang tokoh menghadiri wisuda.

ddd
Sabtu, 30 April 2011, 00:01 Elin Yunita Kristanti, Dwifantya Aquina
Munarman - FPI
Munarman - FPI (Facebook Munarman)

VIVAnews -- Front Pembela Islam (FPI) menuding menyebarnya kasus cuci otak dan hilangnya beberapa mahasiwa diduga Negara Islam Indonesia (NII) adalah bagian dari isu yang dirancang sistematis.

"Kalau kami lihat, NII yang diisukan ini NII palsu, ini bagian dari permainan intelijen, sengaja ada upaya untuk mem-blow up isu itu," kata juru bicara FPI, Munarman, kepada VIVAnews.com, Jumat, 29 April 2011. "Negara memanfaatkan isu untuk melakukan black propaganda. Kami tidak akan masuk ke permainan bodoh seperti ini."

Dijelaskan Munarman, sejak awal NII memang sengaja dipelihara. Tujuannya, kata dia, anti negara Islam. "Mestinya masyarakat tahu bahwa ini bagian dari upaya pembusukan Islam," tambah dia.

Munarman mengaku punya bukti bahwa NII terkait intelijen. "Ada tokoh intelijen yang ramai disebut media termasuk di dalamnya. Kami ada bukti video, waktu dia masih jadi kepala intelijen," kata dia, tanpa menyebut siapa tokoh yang dimaksud.

Video tersebut, jelas dia, menunjukkan kehadiran tokoh intelijen tersebut menghadiri acara wisuda di lembaga pendidikan yang diduga terkait NII. "Video itu sudah kami edarkan ke masyarkat dan ormas Islam lain," kata dia.

Dugaan serupa juga muncul dari Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Ia mensinyalir ada sikap pembelaan, pembiaran, bahkan pemeliharaan dari pejabat atau mantan pejabat tinggi negara terhadap NII.

"Si pejabat atau mantan pejabat itu sering datang ke acara-acara yang diindikasikan diadakan NII. Tapi kami tidak bisa menyebut satu persatu mantan pejabat itu," kata Din Syamsuddin dalam keterangan pers di PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 29 April 2011.

Sebelumnya, terkait dugaan keterkaitan NII dengan intelijen dibantah pemerintah. Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto mengatakan, tak ada keterlibatan TNI dan intelijen di balik gerakan yang disebut akan menjadikan Indonesia sebagai negara Islam. "Kayak kurang pekerjaan saja TNI sama intelijen," ujarnya.

Sementara, Kepala Badan Intelijen Negara, Sutanto, meminta masyarakat untuk tidak mengait-ngaitkan intelijen dengan Pesantren Al-Zaytun--yang diduga basis NII. "Jangan berpikir pada masa lalu. Sekarang transparan. Masyarakat bisa melihat apa yang kami lakukan," ujar mantan Kapolri ini.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
ali
08/06/2011
maju terus pantang mundur....
Balas   • Laporkan
hilal_tanaka
30/04/2011
sudah capek ngedengirin berita model gini.. sudahlah ... JANGAN MENGATASNAMAKAN ISLAM untuk tujuan politik/golongan tertentu.... yang ujungnya "KEKUASAAN/DUIT".. dah banyak contoh gan.. lagu lama..
Balas   • Laporkan
sapujagad08
30/04/2011
bubarkan ormas yang cuma bikin onar NKRI, agama dak bisa dicampur adukkan dengan politik dan kebangsaaan, pak BY tiru senior anda pak Harto, dijamin Indonesia adem ayem...
Balas   • Laporkan
trias1703
30/04/2011
kalo suka ngerusak , membakar , menganiaya orang yang tidak sepaham itu gimana ya...gambar dan videonya ada..tempat dan orangnya yang dianiaya ada..kota dimana beraksi juga ada...tapi kok seakan hilang ditelan bumi nih...ini AS dan pemerintah yg salah..
Balas   • Laporkan
coba_ingeti
30/04/2011
FPI Maju terus........kawal bangsa ini dari kebablasan moral dengan mengatasnamakan HAM
Balas   • Laporkan
frogman | 30/04/2011 | Laporkan
maju terus di gurun
frogman
30/04/2011
Mungkin si kadal mulut besar ini ada benarnya, tapi gw ga setuju kalo dibilang u/ p'busuk'n islam, gw lbh setuju kalo dibilang u/ pengalihan issue korupsi yang besar, yang sedang dalam proses yg mungkin menyeret pejabat2 penting disini....
Balas   • Laporkan
lomy212 | 30/04/2011 | Laporkan
otak jgn doit molo massss!! aqidah jugalah di bela...emang situ ngak bakalan mati apa???ha'
surrender
30/04/2011
kenapa tdk sebut saja: HENDROPRIYONO (mantan danrem garuda hitam, kepala BIN, pembantai 246 org Muslim di talangsari lampung)..
Balas   • Laporkan
Siapa mantan pejabat yang pernah diisukan membekingi FPI? Googling! Siapa yang menang mutlak pemungutan suara di Al Zaytun? Googling..!!!
Balas   • Laporkan
un_die
30/04/2011
perbedaan itu indah dan memang pasti ada...maka jadikan perbedaan itu untuk mempertebal iman kita untuk mengasihi sesama dan menjalankan semua perintahnya...mungkin seperti itulah namanya orang yg beragama dan percaya Tuhan...
Balas   • Laporkan
wong_alit
30/04/2011
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (QS al-Baqarah [2]: 208-209).
Balas   • Laporkan
trias1703 | 30/04/2011 | Laporkan
Allah itu maha besar , pengasih lagi maha penyayang..cobalah umat FPI dan NII untuk selalu meniru atau melakukan perbuatan yang seperti Allah..bisa tidak sih..coba dong..tunjukan kasihmu..sebutlah Allahmu dengan hormat..dengan begitu kamu masuk sorga..
wong_alit | 30/04/2011 | Laporkan
Semoga para komentator yg anti Islam diberi hidayah oleh ALLAH SWT... Amin...


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com