NASIONAL

Kurang Kapal, Antrean ke Merak Mengular Lagi

"Hari ini kapal yang beroperasi hanya 22 kapal."
Rabu, 15 Juni 2011
Oleh : Muhammad Hasits
Pelabuhan Merak

VIVAnews - Ribuan truk angkutan barang yang akan menuju Sumatera melalui pelabuhan penyeberangan Merak Kota Cilegon Provinsi Banten terjebak dalam antrean panjang untuk masuk ke dalam pelabuhan.

Antrean kendaraan mencapai 4 kilometer dari Pelabuhan Merak hingga di jalan Cikuasa Atas akses tol Merak - Jakarta. Antrean kendaraan terjadi akibat kurangnya Kapal Feri yang beroperasi di lintasan penyeberangan Merak-Bakauheni, Lampung.

"Hari ini kapal yang beroperasi sebanyak 22 kapal, dengan armada sebanyak itu bisa dikatakan tidak maksimal, seharusnya kapal yang beroperasi setiap hari sebanyak 24 kapal," jelas Manajer Operasional PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, Jailis Anas, Rabu 15 Juni 2011.

Menurut Jailis, selain kurangnya kapal, faktor terjadinya antrean juga dipicu dengan berubahnya dimensi atau ukuran panjang kendaraan, saat ini banyak truk angkutan barang yang menggunakan jasa penyeberangan merupakan truk build up yang rata rata panjangnya diatas 10 meter. Dari hasil pemetaan yang dilakukan pihak PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, berubahnya dimensi ukuran dan panjang kendaraan truk berpengaruh terhadap daya tampung kendaraan di areal pelabuhan.

Dijelaskan dia, tahun 2009-2010 daya tampung kendaraan di pelabuhan terpadat di Indonesia ini mencapai 1.300 kendaraan, namun banyaknya truk build up yang akan menyeberang mengakibatkan daya tampung parkir kendaraan menurun, saat ini hanya mampu menampung kendaraan sebanyak 900.

"Kondisi diatas berpengaruh juga terhadap daya muat kapal, seperti KM Jatra truk normal dapat diangkut sebanyak 30 hingga 40 unit, tetapi sekarang hanya 30 unit truk saja." jelas Jailis.

Faktor lainnya yang mengakibatkan seringnya antrean kendaraan di Merak yaitu perubahan pola dan waktu kendaraan truk dari arah Timur dan Jakarta. Sebelumnya kedatangan truk angkutan di Merak yang akan menyeberang ke Sumatera mulai berdatangan mulai pukul 24.00 WIB hingga pagi, tetapi sekarang berubah mereka datang ke Merak pagi hari. Hal itu diduga terkait adanya larangan melintas di dalam tol Kota Jakarta yang diberlakukan untuk truk angkutan barang.

Ditambahkan Jailis, untuk mengatasi seringnya antrean dia meminta supaya kapal yang selesai perawatan atau docking segera masuk lintasan. Namun, antrean truk tersebut tidak mempengaruhi kelancaran kendaraan pribadi, penumpang maupun kendaraan pengangkut sembako, kendaraan tersebut merupakan prioritas untuk diseberangkan. (Laporan: Saputra | Cilegon, umi)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found