NASIONAL

Andi Nurpati Soal Pemalsuan Surat MK

Dia membenarkan bahwa pernah ada penyerahan surat keputusan MK di depan studio Jak TV.

ddd
Selasa, 21 Juni 2011, 20:40 Antique, Fadila Fikriani Armadita
Andi Nurpati
Andi Nurpati (Antara/Puspa Perwitasari)

VIVAnews - Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Andi Nurpati membenarkan bahwa pernah ada penyerahan surat keputusan Mahkamah Konstitusi di depan studio Jak TV

"Yang diantarkan ke Jak TV itu adalah surat versi asli yang diterima sopir saya," kata Andi di Jakarta, Selasa 21 Juni 2011.

Kemudian, Andi mengaku juga menerima surat lain yang dikirim melalui faximile. "Surat yang katanya palsu, saya nggak berani bilang palsu. Itu lewat fax," kata dia.

Dia melanjutkan, surat yang diterima melalui faximile tersebut, kemudian digunakan dalam rapat pleno pertama. Menurut kader Partai Demokrat ini, dalam rapat tersebut, digunakan surat MK yang dikirim melalui faximile. 

Andi mengatakan bahwa ketika itu selain komisioner juga hadir pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan perwakilan Mahkamah Konstitusi. Namun, ketika itu tidak ada komplain dari perwakilan MK. "Yang saya heran juga orang yang mewakili MK saat pleno itu kan ada," ujarnya.

Meski mengaku menerima dua surat MK, Andi memmbantah menyuruh sopirnya untuk menerima surat tersebut di depan Jak TV. "Nggak menyuruh," tuturnya.

Menurut Andi, ketika itu staf MK menelpon dan menanyakan keberadaannya. "Saya bilang saya sedang menuju Jak TV," kata dia.

Ternyata, menurutnya, staf MK tersebut datang menemuinya. "Ingin menyerahkan surat, tentu saya nggak menerima. Silakan saja, kalau sopir saya mau," kata Andi.

Surat tersebut, kemudian diterima oleh Sopir Andi dan diteruskan kepada staf Andi.

Meski demikian, Andi mengaku tidak membaca sama sekali surat yang diserahkan di depan studio Jak TV. "Nggak, nggak tahu isinya," ujarnya.

Alasan Andi, surat tersebut ditujukan kepada Ketua KPU. "Staf saya mestinya sudah tahu kan kepadanya ketua," kata dia.

Dia menambahkan, kalau surat tersebut masuk kepada dirinya, seharusnya teragenda dan didisposisi. "Itu nggak ada," tutur Andi.

Andi mengakui, dirinya sempat menanyakan hal tersebut kepada staf. Yakni, apabila surat tersebut berproses tentu ada disposisi yang diberikan. "Di situ pasti ada petunjuk saya apa isinya," kata dia. (eh)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
iron maiden
21/06/2011
tunggu saja kasus ini apakah akan sampai ke pengadilan, namun mengingat sdh 16 bulan sejak pengaduan mahfud, polisi belum bisa menangkap andi nurpati maka mungkin perlu 1000 tahun kasus ini bisa kepengadilan, ini karena polisi mendadak!
Balas   • Laporkan
endangmzy
21/06/2011
kaya surat cinta aja yah diberikan dimana saja hehehe.... and jika ada versi asli berarti ada dong versi palsu?
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com