NASIONAL

Aburizal: Pancasila Semakin Terpinggir

Tahun 1950-an jadi perdebatan politik. Masa Orde Baru menjadi angker.
Rabu, 22 Juni 2011
Oleh : Arfi Bambani Amri, Suryanta Bakti Susila
Aburizal Bakrie

VIVAnews - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie melihat Pancasila semakin terpinggir di masyarakat. Pasca-Reformasi, Pancasila jadi jarang dibicarakan dan dikutip.

"Apakah bangsa Indonesia masih merasa bangga sebagai orang Indonesia," kata Aburizal. "Masih adakah kesadaran kita atas Pancasila sebagai falsafah bangsa. Bisakah kita membayangkan Indonesia di masa depan jika Pancasila tidak lagi menjadi falsafah bangsa," katanya dalam "Seminar Reaktualisasi Pancasila Dalam Pendidikan Nasional" yang digelar Fraksi Golkar di Ruang Pustakaloka DPR, Rabu 22 Juni 2011.

Di dunia pendidikan, Pancasila sudah tidak lagi menjadi mata pelajaran utama. "Ini ironis, padahal melalui program pendidikan, peserta didik tidak akan asing dengan Pancasila," ujarnya. Ical menyarankan, Pancasila kembali jadi mata pelajaran wajib di sekolah. "Pancasila saya sarankan kembali menjadi pelajaran dan mata kuliah wajib sehingga mereka bisa menjelaskan apa itu Pancasila."

Pancasila, kata Aburizal, memperkokoh moral karakter bangsa dan memahami ideologi dasar negara dan orientasi kehidupan ke depan. Kesenjangan yang paling mendasar adalah kesenjangan ideologi. Pancasila merupakan warisan utama pendiri bangsa yang merintis dan mempertahankan kemerdekaan bangsa.

Aburizal mengakui, posisi Pancasila mengalami pasang surut. Pernah kalanya Pancasila menjadi perdebatan politik di era 1950-an, lalu dipandang angker pada masa Orde Baru. "Dan kini Pancasila hilang dalam keseharian bangsa, terpinggirkan dan terlupakan dihembus angin global yang memasuki relung kehidupan bangsa," katanya. (eh)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found