NASIONAL

TKI ke Saudi Disetop, PJTKI Terancam Bangkrut

Banyak PJTKI yang fokus mengirim TKI ke negara-negara Timur Tengah, terutama Saudi.
Jum'at, 1 Juli 2011
Oleh : Eko Huda S, Siti Ruqoyah
Calon TKI memperlihatkan Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri

VIVAnews - Keputusan pemerintah untuk menghentikan pengiriman Tenaga Kerja Indonesia ke Arab Saudi membuat banyak Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) resah. Pasalnya, kebijakan itu mengancam kelangsungan hidup mereka.

Salah satu perusahaan yang was-was terkena dampak kebijakan itu adalah PT Adila Preszkifarindo Duta, PJTKI yang berkantor di Jalan Batu Ampar, Condet, Jakarta Timur. Perusahaan yang telah mengirim TKI ke negara-negara Timur Tengah sejak 2009 itu merasa terancam kelangsungan hidupnya.

"Memang, dengan adanya putusan tersebut, banyak perusahaan yang mengeluh, karena banyak PJTKI yang hanya memfokuskan pengirimannya ke Arab Saudi saja. Bisa jadi bangkrut," kata Manajer Operasional PT Adila Preszkifarindo Duta, Faisal, kepada VIVAnews.com di kantornya, Jumat, 1 Juli 2011.

Menurut Faisal, dengan ditutupnya pengiriman ini, perusahaannya sudah menutup pendaftaran bagi calon TKI dengan tujuan Arab Saudi. Namun demikian, masih banyak calon TKI yang berkukuh ingin berangkat ke Arab Saudi. Tak ada jaln lain, perusahaan harus mengarahkan mereka untuk pindah negara ataupun ditransfer ke perusahaan pengirim lain.

"Soal gaji sih sama saja dengan negara lain di Timur Tengah. Saudi jadi favorit karena bisa naik haji, itu unsur utamanya," dia menjelaskan.

Untuk mencegah kekerasan yang kerap terjadi selama ini, kata Faisal, PJTKI sudah melakukan seleksi ketat terhadap calon TKI yang akan diberangkatkan. Dia mengatakan kasus kekerasan sering terjadi selama ini karena tidak ada proses seleksi majikan. Kebanyakan TKI mendapatkan majikan yang tidak memiliki keuangan yang cukup sehingga lantas mengorbankan hak-hak TKI.

Sebagaimana diketahui, pemerintah Indonesia memutuskan menghentikan pengiriman TKI, terutama sektor informal, ke Arab Saudi. Keputusan ini menyusul banyaknya permasalahan yang dihadapi para TKI, terutama ancaman hukuman mati. Sebagai balasan, Kerajaan Arab Saudi memutuskan untuk tidak lagi menerbitkan ijin kerja bagi tenaga kerja asal Indonesia. (kd)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found