NASIONAL

SBY Bahas Pengangkatan Tenaga Honor Jadi PNS

Menurut Presiden Yudhoyono, tak baik kelebihan tenaga kerja. Harus dicarikan solusinya.

ddd
Selasa, 2 Agustus 2011, 14:18 Eko Huda S, Fadila Fikriani Armadita
Pegawai Negeri Sipil (PNS)
Pegawai Negeri Sipil (PNS) (VIVAnews/Adri Irianto)

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini memimpin rapat yang membahas rancangan peraturan pemerintah tentang pengangkatan tenaga honorer menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Rapat ini juga membahas soal rancangan peraturan pemerintah tentang pegawai tidak tetap.

"Kedua hal ini merupakan isu yang menjadi perhatian banyak kalangan," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa 2 Agustus 2011.

SBY mengklaim, pada periode pertama pemerintahannya telah banyak melakukan pengangkatan pegawai negeri dari tenaga honorer. "Jumlahnya lebih dari satu juta waktu itu," kata dia.

Menurut dia, pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS harus melalui persyaratan tertentu agar kepegawaian tepat dan baik. Saat ini, kata SBY, pemerintah daerah kembali merekrut banyak tenaga honorer khususnya di bagian  administrasi negara.

Menurut dia, tidak baik pemerintah kekurangan pegawai. Namun, kelebihan pegawai juga tidak baik. "Tentu saja ini kita harus carikan solusinya," kata dia.

SBY mengatakan, salah satu solusi yang bisa ditempuh adalah dengan menghitung secara cermat kebutuhan pegawai negeri. Kebutuhan pegawai tersebut, menurut dia, bukan hanya dalam kegiatan penyelenggara negara, tetapi juga lembaga negara lainnya.

Yudhoyono mengatakan, urusan menata pengawai di pemerintah daerah termasuk pengangkatan honorer harus direncanakan dan dikalkukasikan dengan  tepat dan benar. "Kita ingin permudah setiap urusan tapi itu semua harus berangkat dari tatanan yang baik," kata presiden.

SBY mengatakan dirinya kerap mendapatkan SMS dari berbagai daerah di tanah air menyangkut pengangkatan honorer menjadi PNS. "Ada yang SMS-nya  patut  direspon, ditanggapi, tapi juga sesuguhgnya urusan di daerah itu ada yang harus dijawab bupati walikota supaya duduk perkara jdi gamblang," kata dia. (ren)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
varduxx
26/08/2011
Yo, Nasibmu kawan!, itu juga masih lebih baik dari pada yang dari tahun 2000 sampai sekarang masih tetep nganggur. tapi apaun nasibnya kalau disyukuri ternyata enak lho..
Balas   • Laporkan
yanti
18/08/2011
Gimana dengan Honorer Keuangan Pak? Kami telah terdaftar dalam database (Kategori 1) tapi belum ada yang diangkat satupun, Apa Tahun ini Kami Anak Honor Kemenkeu masuk dalam hasil Verifikasi dan Validasi dari BKN (51.075 Orang) dan apa kami akan diangkat?
Balas   • Laporkan
jaka pareang
10/08/2011
Pilih aja pak, yang rajin rajin di angkat.yang harus di benahi bagian pengawas pnsnya. bukan pns nya.
Balas   • Laporkan
sulaiman
04/08/2011
Assalamualaikum ... saya tenaga honorer 2005 mulai bekerja terhitung 01 oktober 2005, bagaimana dengan nasib saya pak ,,,, sedih saya klo membaca berita tentang tenaga honorer karna tdk ada satu pun yang berpihak kpd sy & kwn2 lain nya yg senasib dgn sy.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com