NASIONAL

Menghasut, Panglima FPI Jadi Tersangka

Polisi masih mengejar tiga anggota FPI yang melakukan pengrusakan.

ddd
Minggu, 14 Agustus 2011, 20:04 Aries Setiawan
Aksi anarkis FPI
Aksi anarkis FPI (http://hargaiperbedaan.blogspot.com)

VIVAnews - Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar menetapkan Panglima Laskar Pembela Islam, Abdurrahman, sebagai tersangka dalam kasus aksi anarkisme yang dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI) Sulawesi Selatan.

Abdurrahman saat ini ditahan di Polrestabes untuk menjalani proses pemeriksaan polisi.

Kasatreskrim Polrestabes Makassar, AKBP Himawan Sugeha menegaskan, Abdurrahman ditangkap saat melakukan penyerangan di Sekretariat Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI), Minggu dini hari, 14 Agustus 2011. Abdurrahman dijerat pasal 160 tentang penghasutan, karena dianggap telah menghasut agar orang lain melakukan pelanggaran hukum.

"Abdurrahman tidak melakukan pengrusakan, tapi menghasut. Ancaman pidananya penjara maksimal 6 tahun," kata AKBP Himawan Sugeha dalam keterangan persnya di Polrestabes Makassar Minggu, 14 Agustus 2011.

Selain Abdurahman, pihak kepolisian juga masih mengejar tiga orang anggota FPI lainnya yang teridentifikasi melakukan sejumlah pengrusakan sejak bulan puasa. Mereka diidentifikasi dalam kasus pengrusakan warung coto, rumah makan topaz serta sekretariat JAI di Jalan Anuang.

Himawan menuturkan, kepolisian sangat menyesalkan langkah razia dan operasi penertiban yang dilakukan FPI. Selain tidak pernah izin, razia dan operasi tersebut dinilai berlebihan dan bukan menjadi tugas FPI.

"Kita berharap FPI tidak lagi melakukan razia karena itu wewenang polisi. Jika hanya orasi dan arak-arakan itu tidak ada masalah," kata Himawan.

Laporan : Rahmat Zeena | Makassar



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
dedy
27/08/2011
Ini bukan tegas koq.. Tindakan polisi cuma akal-akalan, sebab sang panglima tidak ditahan. Infonya boleh dipercaya jika sang Panglima beserta begundals divonis penjara setahun lebih di PN Makassar. Sebelum itu...akal-akalan saja.
Balas   • Laporkan
lebox.......tangkap aja FPI sialan..pencoreng nama baik islam!
Balas   • Laporkan
shinara
19/08/2011
ini negara hukum bung. kalo gk mau taat hukum hidup di tengah laut zona bebas aja sana..
Balas   • Laporkan
fair7
16/08/2011
wan,, memang kita harus punya barisan keras dalam islam agar agama kita tidak diremehkan. (salah satu contoh khalifah kita). tapi, kita jg harus ingat sunnah. anarkis bukan jalan keluarnya. (sunnah lebih baik kan?). maaf kalo ane salah ucap.
Balas   • Laporkan
asblfcinta
16/08/2011
Ahmadiyah memang g bener, tapi FPI lbh g bener lagi, Fpi sama saja dengan mencoreng nama baik ISLAm di mata orang yg di luar islam gmn yg non muslim mw jadi mualaf klw muslimnya Anarki....
Balas   • Laporkan
bleeh
16/08/2011
POLISI mesti tegas, hukum mesti ditegakkan setiap warga negara indonesia berhak memperoleh keamanan. Mohon tidak pandang bulu baik itu ormas atau organisasi lainnya. Please dech hari gini masih barbar
Balas   • Laporkan
abdul rauf
16/08/2011
dimana tugas kalian selama ini pak pollisi.kalian hanya mengharapkan gaji dari pemerintah tanpa mau melaksanakan tugasnya.jadi jangan salahkan ikhwan FPI mereka itu ikhlas lillahi ta'ala.Allahu Akbar
Balas   • Laporkan
putra.bangsa | 19/08/2011 | Laporkan
gmna ga ikhlaz, semua orang juga seneng kali lo mukulin orang lain tanpa perlawanan??? tidak ada satu ajaran pun yg membenarkan kekerasa???
Sara
15/08/2011
Bubarkan FPI...
Balas   • Laporkan
frogman
15/08/2011
fpi adalah salah satu bentuk prostitusi agama.
Balas   • Laporkan
mapsihotang | 15/08/2011 | Laporkan
betul banget...
timo
14/08/2011
inget pak...Bulan Ramadhan...menahan Napsu..... bagaimana bisa membela kalo memgamalkan aja gak bisa? ck..ck..ck...
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com