NASIONAL

Polisi: Demonstran Freeport Anarkis

Demo dilakukan karyawan Freeport putra asli Papua, dari tujuh suku.

ddd
Senin, 10 Oktober 2011, 13:42 Elin Yunita Kristanti
area tambang PT Freeport
area tambang PT Freeport (VIVAnews/Banjir Ambarita)

VIVAnews -- Selain menewaskan satu karyawan, aksi demonstrasi pekerja PT Freeport Indonesia juga menyebabkan sejumlah polisi terluka dan aset Freeport hangus terbakar.

Juru Bicara Polda Papua, Kombes Wachyono mengatakan, demo yang berbuntut anarkis itu, dilakukan karyawan Freeport putra asli Papua, dari tujuh suku. "Mereka ingin bertemu CEO Freeport, untuk menuntut hak ulayat atas areal tambang. Tapi keinginan mereka tidak diindahkan manajemen, sehingga memancing kemarahan mereka," kata dia, Senin 10 Oktober 2011.

Lantas, sambungnya, para pendemo mengamuk dengan membakar tiga unit mobil perusahaan yang saat itu sedang parkir di lokasi. "Selain membakar kendaraan, para pendemo juga melempari polisi yang saat itu melakukan tugas pengamanan. Akibatnya, tujuh anggota polisi terkena lemparan batu," ungkapnya.

Karena massa sudah tak terkendali, polisi kemudian mengeluarkan tembakan peringatan, tapi juga tak diindahkan, sehingga mengeluarkan tembakan melumpuhkan. "Ada dua dari pendemo yang terkena tembakan," ucapnya.

Namun, beberapa saat kemudian, situasi bisa dikendalikan, para pendemo berhasil dilokalisasi di Sekitar Terminal Gorong-gorong. "Situasi sudah aman terkendali, pendemo sudah dilokalisasi di dalam Terminal Gorong-gorong, sambil negosiasi masih dilakukan oleh anggota Polres Mimika," ungkap dia.

Seperti diketahui penembakan terjadi pada Senin 10 Oktober sekitar pukul 10.30 WIT.

Penembakan bermula saat sekitar ribuan karyawan yang sejak 15 September lalu menggelar aksi mogok kerja, hendak naik menuju areal tambang di Tembagapura melalui terminal Gorong-gorong.

Versi karyawan, pihak manajemen Freeport dibantu aparat kepolisian menghadang mereka. "Karyawan yang hendak naik ini, adalah pemilik ulayat areal tambang, tujuannya naik untuk menutup Freeport, karena hingga saat ini manajemen tidak mau berunding. Lantas, saat menuju terminal bus Freeport, mereka dihadang dan kemudian ditembaki aparat," kata salah seorang pengurus SPSI PT Freeport pimpinan Sudiro.

Korban bernama Petir Ayami Seba tak tertolong nyawanya setelah peluru menembus dadanya. Karyawan akan mengarak jasadnya menuju kantor DPRD Mimika.

Sementara, Juru bicara Freeport Ramdani Sirait mengatakan, penembakan berawal dari adanya sejumlah karyawan yang berdemo dari sekretariat Serikat Pekerja PT Freeport di Timika menuju terminal Gorong-gorong menggunakan bus. "Mereka bermaksud mengganggu keberangkatan karyawan lain yang akan bekerja," kata dia dalam surat elektronik kepada VIVAnews.com.

Kelompok tersebut berusaha masuk ke terminal, namun tidak diperbolehkan oleh polisi. Pihak keamanan dan polisi langsung memblokir akses, namun demo malah semakin agresif dan brutal, sehingga petugas mengeluarkan senjata.

"Insiden tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dan beberapa karyawan dan petugas kepolisian cedera," katanya. "Semua sedang dirawat di klinik dan rumah sakit setempat." (eh)

Laporan: Banjir Ambarita| Papua



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
jakom
10/10/2011
kenapa orang disini senang ngerecokin perusahaan asing, freeport di papua, chevron di jabar. siapa yg mau investasi lagi. buntutnya sih duuuiit.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com