NASIONAL

Kejahatan Lintas Negara Ancam ASEAN

Ini menjadi tantangan baru negara-negara ASEAN
Selasa, 11 Oktober 2011
Oleh : Arfi Bambani Amri
Penyelundupan trenggiling di Thailand

 

VIVAnews – Wakil Presiden Indonesia, Boediono, menegaskan jika ASEAN dan mitra dialog harus meningkatkan kerjasama guna mencegah kejahatan lintas negara, baik di kawasan maupun wilayah internasional.

Hal ini penting, katanya, dalam rangka memperkuat kerjasama di bidang ekonomi yang pertumbuhannya semakin membaik.

"ASEAN telah mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan kawasan namun anggota ASEAN tidak boleh hanya terfokus pada capaian itu, sebab masih ada tantangan yang harus dihadapi bersama dalam menangani kejahatan lintas negara," ujar Boediono saat membuka pertemuan ke-8 Asean Ministerial Meeting on Transnational Crime (AMMTC) di Nusa Dua, Bali, Selasa 11 Oktober 2011.

Kejahatan lintas negera seperti narkoba, perdagangan manusia dan terorisme, semakin memiliki modus operandi yang makin canggih dan beragam. Untuk bisa menanggulangi kejahatan trans nasional itu diperlukan kerjasama, kemitraan dan solidaritas yang tinggi di antara negara anggota dan mitra dialog.

KTT ASEAN ke-18 sendiri telah memberi perhatian serius terhadap kejahatan lintas negara perdagangan manusia.  Hal itu menunjukkan komitmen para pemimpin ASEAN agar isu-isu kejahatan lintas negera dapat ditangani secara serius menjadi agenda bersama. "Pemerintah juga menyambut baik diberlakukannya ASEAN Convention on Counter Terrorisme (ACCT) bulan Mei 2011, sebagai bentuk konkrit kerjasama yang lebih efektif dalam pemberantasan terorisme," katanya.

Dalam pertemuan AMMTC ke-8 yang berlangsung 9-13 Oktober di Hotel Grand Hyatt dihadiri 161 delegasi 10 negera ASEAN, Sekretaris Umum ASEAN. Juga empat menteri dari Singapura, Laos, Vietnam dan Japan.

(Laporan Bobby Andalan | Bali, umi)

 

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found