NASIONAL

Harta yang Halal Penyebab Kemabruran

Berangkat Haji gunakanlah rezeki dan harta yang halal mudah-mudahan Hajinya Mabrur.

ddd
Rabu, 26 Oktober 2011, 11:19 Eko Nugraha
Ustadz H. Ahmad Shonhaji
Ustadz H. Ahmad Shonhaji (Ustadz)

VIVAnews - Ketika seorang sudah menggunakan kain Ihrom kemudian berniat haji “Bismillahi Labbaika Allahumma Hajjan” saat itu menjaga larangan Ihrom adalah wajib. Ketika lafadz talbiyah dibacakan dengan hati yang bersih karena Allah, maka Allah akan menyambut panggilan hambanya yang berhaji dan berumroh dengan harta yang halal dengan panggilan “Aku penuhi panggilanmu dan sungguh kebahagiaan untukmu, biaya yang engkau pergunakan dari harta yang halal dan kendaraan yang engkau pergunakanpun halal, maka hajimu mabrur (diterima) tidak tertolak”. Subhanallah.

Namun jawaban Allahpun akan berbeda ketika seseorang menggunakan harta yang haram untuk menunaikan ibadah haji dan umroh. Saat lafadz talbiyah dibacakan maka Allah akan menjawab dengan “Tidak aku penuhi panggilanmu dan tiada kebahagiaan untukmu, biaya yang engkau pergunakan dari harta yang haram, dan kendaraanmupun haram, maka hajimu mardud (tertolak) tidak diterima”. Nauzubillahi min zaalik.

Oleh karena itu jika kita berniat menunaikan ibadah haji menuju Baitullah, maka mempersiapkan bekal dari harta yang halal perlu diperhatikan. Selain itu juga setiap makanan serta minuman yang masuk ke dalam tubuh kita sebaiknya dari yang baik dan halal. Hindari oleh kita memakan makanan haram dari harta yang haram dan dengan cara yang haram. Naudzubillah!

Hal ini bukan hanya sebatas saat hendak berhaji. Namun dalam setiap kesempatan, cobalah perhatikan untuk memilih dan memilah makanan serta minuman yang halal, agar Allah menjawab kemabruran ibadah.
Allah SWT berfirman,

“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezkikan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.” (QS. 5:88)

“Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.” (QS. 16:114)

Dari An Nu’man bin Basyir, Rasulullah SAW bersabda tentang hadits berikut:

“Hal yang halal adalah jelas. Hal yang haram pun telah jelas. Di antara keduanya terdapat hal syubhat yang tidak banyak diketahui oleh manusia. Siapa yang dapat menjaga diri dari hal syubhat, maka agama dan harga dirinya terjaga. Siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat maka ia telah terjerumus dalam perkara haram. Tak ubahnya seorang gembala yang menggembala di tengah padang terlarang, hampir saja ia memasuki wilayah terlarang itu. Ketahuilah, bahwa setiap Raja memiliki wilayah terlarang. Ketahuilah, wilayah terlarang milik Allah adalah apa-apa yang telah diharamkan. Camkanlah, bahwa dalam tubuh manusia terdapat sekerat daging. Jika sekerat daging itu baik, maka baiklah seluruh tubuh. Jika sekerat daging itu rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, bahwa sekerat daging itu tiada lain adalah hati!” (Hadits Muttafaq Alaihi).

Meraih kemabruran ibadah tentunya menjadi dambaan setiap mereka yang berhaji dengan harapan pengampunan atas dosanya dan syurga sebagai ganjarannya “alhajjul mabruuru laisa jazaaun illal jannah” Aamiin.
Wallahu a’lam bis Showab.

 Dikisahkan Oleh: Ustadz H. Ahmad Shonhaji



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
putrasemeru
06/11/2011
kayaknya indonesia ini banyak memiliki orang yang bertitel haji/hajah. tiap tahun saja kuota indonesia terus minta ditambah. hasilnya kok nol besar ya. apa karena harta mereka tidak halal. Indonesia gitu lho
Balas   • Laporkan
igur
06/11/2011
semoga artikel diatas bermanfaat dan diambil ikhmah bagi kita sebagai muslim
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com