NASIONAL

DPR: Konflik Tanah, Akar Masalah Mesuji

Ada sekitar 11 perusahaan besar di Lampung yang mengalami konflik tanah dengan masyarakat.

ddd
Minggu, 18 Desember 2011, 07:06 Bonardo Maulana Wahono
Insiden Mesuji di Lampung.
Insiden Mesuji di Lampung. (tvOne)

 

VIVAnews - Komisi III DPR menyatakan masalah Mesuji hendaknya dituntaskan dari akar persoalannya, yakni urusan kepemilikan tanah (agraria).

"Komisi III akan menyelesaikan persoalan Mesuji dari hulu. Kekerasan di Mesuji hanyalah akibat dari ketidakberesan di hulu," ujar Wakil Ketua Komisi III DPR,  Aziz Syamsuddin dalam acara pertemuan dengan jajaran Polda Lampung, Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Mesuji di Aula Markas Polisi Daerah (Mapolda) Lampung, Sabtu 17 Desember 2011, pukul 23.30.

Komisi III akan mencari pihak - pihak yang menyebabkan persoalan Mesuji kian berlarut-larut hingga puluhan tahun. Selain itu, aparat berwenang akan pula merunut hambatan apa saja yang menyebabkan persoalan tidak dapat diselesaikan, lanjutnya.

Setelah selesai melakukan pencarian fakta, Komisi III akan memberikan sejumlah rekomendasi, baik berupa solusi maupun petunjuk mengenai pihak-pihak yang harus dimintai pertanggungjawaban.

Kini, Komisi III sedang melakukan pencarian fakta atas persoalan Mesuji dengan menemui semua pihak yang ditengarai memiliki informasi atas peristiwa itu. 

Hari ini, 18 Desember 2011, pagi hari, rombongan Komisi III akan berangkat menuju Mesuji dari Bandar Lampung. 

Lampung memiliki potensi konflik yang cukup tinggi antara masyarakat dengan perusahaan.  Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung Brigjen. Pol. Jodie RoosetoJodie sebelumnya mengatakan ada sekitar 11 perusahaan besar di Lampung yang mengalami konflik tanah dengan masyarakat, di antaranya PT Silva Inhutani, PT BSMI, PT AWS, dan PT Indo Lampung.

Laporan: Hanafi | Lampung

 



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
antok_laulo
28/12/2011
ketidak pedulian atasan terhadap bawahannya ya yg terjadi seperti ini, selalu atasan tahu jadi, gak tau apa yang telah diperbuat anak buahnya,,
Balas   • Laporkan
10211009
18/12/2011
jadilah penegak hukum yg ingat norma2 yang ada.
Balas   • Laporkan
justiceall
18/12/2011
lucu ya ada wakil rakyat yg ngebet masalah ini slesai pdhl dulunya partainya wktu berkuasa ngapain aja pak??ini masalah sdh puluhan tahun tpi ditutupi gk ush berlagak pahlawan bertopeng skrg..
Balas   • Laporkan
ady_soka
18/12/2011
Sebenarnya itu hal gampang.Kalaupun tak diatur dlm UU, kalau dlm kontrak dg Perusahaan itu Pemda mencantumkan ketentua bahwa tanah rakyat tidak termasuk di dlm nya,pasti akan aman.Artinya,apapun status tanah rakyat itu, jangan diganggu.Lewati saja.
Balas   • Laporkan
Pr pejabat/birokrt dr tingkat kelurahan smpai provinsi, banyak yg "melacur" dgn pemilik modal/pengusaha utk mermpok tanah rakyat. Itu fakta, realita & nyata !!! Negeri ini sudah sangat kronis tingkat kerusakannya.
Balas   • Laporkan
Mafia di segala lini. Mafia tanah, mafia hukum, mafia pajak, mafia peradilan, mafia anggaran, mafia perijinan & msh banyak lg. Salahkah bl Indonesia dijuluki negeri MAFIA ? Indonesia dikuasai & dijajah oleh para MAFIA !!!! Negeri ini akan sgr hancur !!!!
Balas   • Laporkan
Yg kedua, adlh oknum-2 Lurah, Camat & perangkat Pemda setempat. Mrk bs dgn mudah menjual tanah warganya ke org-2 berduit. Tinggal rkyt yg berhadapan dgn hukum & aparat nantinya, mrk sih enak-2 aja menikmati hslnya. Negeri apa ini ? Serba kacau !!!
Balas   • Laporkan
Sengketa tanah bermula dr gandanya status kepemilikan tanah. Inti & sumber mslhnya di BPN. Sejak dulu hingga kini, BPN adlh sarang mafia tnh. Mrk bs buat sertifikat tanah dgn ganda, triple, bahkan banyak sertifikat utk satu bdg tnh yg sama. Bnr-2 bandit!!
Balas   • Laporkan
najwa2007
18/12/2011
sebagian akar masalaH NYA adalah, aparat mengannggap rakyat adalah musuh.cukong yg berduit adalah atasan yg harus di hormati dan apa katanya hrs di ikuti.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com