NASIONAL

Singa Solo Lepas karena Kandang Lupa Dikunci

"Penjaga langsung syok dan tidak bisa berdiri saking ketakutan," kata Direktur Taman Satwa

ddd
Rabu, 1 Februari 2012, 09:30 Anggi Kusumadewi, Fajar Sodiq (Solo)
Singa
Singa (autobeli.rs)

VIVAnews – Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo kemarin heboh karena seekor singa lepas dari kandangnya. Hasil penyelidikan sementara mengungkapkan, singa tersebut lepas karena penjaga lupa mengunci kandang hewan itu.

“Setelah mengetahui singa itu lepas, keeper (penjaga) langsung syok dan tidak bisa berdiri saking ketakutan,” kata Direktur TSTJ Solo, Lilik Kristianto, kepada VIVAnews, Rabu 1 Februari 2012. Ia mengungkapkan, penjaga yang teledor itu bernama Agus Purwanto.

“Pak Agus Purwanto merupakan salah satu keeper andalan TSTJ. Selain merawat singa, keeper tersebut juga bertugas merawat macan,” ujar Lilik. Ia menjelaskan, kronologi lepasnya singa diawali ketika penjaga membersihkan kandang singa.

Sesuai prosedur, setelah kandang dibersihkan, singa tersebut lalu diberi pakan. “Ternyata setelah memberi pakan, keeper lupa mengunci pintu kandang siang,” terang Lilik. Saat penjaga berpindah membersihkan kandang macan, lanjutnya, singa itu ternyata sudah berada di luar kandang.

Singa bernama Oni itu berlari menuju kandang unta yang terletak sekitar 30 meter dari kandangnya sendiri. “Singa langsung menerkam satu anak unta,” ujar Lilik. Namun saat itu, kata dia, semua pengunjung dan pedagang di dalam Taman Satwa Taru Jurug sudah dievakuasi keluar.

“Selanjutnya dilakukan isolasi terhadap singa,” jelas Lilik. Atas kejadian tersebut, pihak Taman Satwa Taru Jurug masih terus mengecek secara detail kronologi kejadian tersebut.

Penjaga yang lalai pun diliburkan untuk menenangkan diri. “Supaya lebih tenang, hari ini kepala petugas memerintahkan Pak Agus untuk libur, supaya bisa lebih tenang usai kejadian kemarin,” ucap Lilik.

Sementara itu, unta yang kemarin diterkam oleh singa Oni, akhirnya mati pada sore harinya karena pendarahan yang cukup banyak dari luka di bagian kepala dan perutnya. “Kami sebenarnya sudah siapkan tim medis untuk mengobati unta,” kata dia.

“Namun untuk merawat unta yang luka, harus menunggu singa itu dilumpuhkan lebih dulu, karena singa saat itu masih berada di dalam kandang unta. Karena waktu yang dibutuhkan cukup lama untuk melumpuhkan singa, maka darah yang keluar dari unta cukup banyak,” papar Lilik. (eh)

 



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
kutilz456
12/06/2012
.. hmmp mkanya hti" jngan teledor untung unta yang di terkam klo keepernya gi mna kan nyaho
Balas   • Laporkan
ammut
06/02/2012
ahahahhahha, bapak bapak, bsok lebih hati2 lg y... :)
Balas   • Laporkan
neosack
01/02/2012
keeper nya aja, KURANG TELITI
Balas   • Laporkan
lebay..., apa hubunganya...?
Balas   • Laporkan
pacman
01/02/2012
Nah yg ky gini nih... ? Gmn bangun pembangkit listrik tenaga nuklir kalo orang2 nya msh ky gini... ? Wkwkwkwkwkwkwkwk... !
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com