NASIONAL

Tertinggi, Kepercayaan Terhadap Media di RI

"Media di Indonesia mempunyai kisah yang luar biasa dalam perjuangan merebut kepercayaan."

ddd
Senin, 6 Februari 2012, 15:05 Aries Setiawan, Sukirno
Survei Edelman Trust Barometer 2012 menyebutkan kepercayaan terhadap media di Indonesia tertinggi di dunia.
Survei Edelman Trust Barometer 2012 menyebutkan kepercayaan terhadap media di Indonesia tertinggi di dunia.  

VIVAnews - Perusahaan public relations, Edelman, melakukan survei Edelman Trust Barometer 2012 untuk mengetahui peranan media sebagai watchdog.

Sebanyak 80 persen responden Indonesia menyatakan percaya terhadap media. Angka ini tertinggi dibanding 25 negara lain yang disurvei.

Chairman IndoPacific Edelman, Chadd McLisky, mengatakan persentase ini lebih tinggi dibandingkan tingkat kepercayaan masyarakat dunia terhadap media yang hanya mencapai 53 persen dan Asia Pasifik (63 persen).

"Bagi kalangan elit informasi di Indonesia, media merupakan institusi paling terpercaya selama empat tahun berturut-turut," kata McLisky, dalam konferensi pers di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin, 6 Februari 2012.

Edelman Trust Barometer merupakan survei tahunan global ke-12 dan ke-4 bagi Indonesia yang mengukur kepercayaan dan kredibilitas terhadap dunia usaha, pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan media.

Survei ini melibatkan lebih dari 30 ribu responden di 25 negara. Termasuk sembilan negara di kawasan Asia Pasifik yaitu Indonesia, China, India, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Hongkong, Malaysia, dan Australia.

"Ini untuk pertama kalinya menyertakan masyarakat umum sebagai sampel setelah sebelumnya hanya melibatkan kalangan elit informasi," ungkapnya.

Media Tradisional

Survesi tersebut juga menyebutkan, meningkatnya kepercayaan responden terhadap media tradisional dan sosial sebagai sumber informasi mengenai perusahaan. Ini menunjukkan peranan penting kedua media bagi dunia usaha.

Sebanyak 44 persen kalangan elit informasi atau menyatakan bahwa media tradisional adalah sumber terpercaya. Sedangkan 31 persen responden percaya beberapa sumber diinternet dan 23 persen percaya pada saluran milik perusahaan.

"Media sosial, yang tahun lalu kurang populer sebagai sumber informasi mengenai perusahaan, tahun ini meningkat 10 poin menjadi 18 persen responden," ujarnya.

Dia menambahkan, dengan adanya berbagai informasi yang muncul pertama kali di media online, media tradisional perlu memastikan mereka memantau dan hadir di dunia maya. "Dunia usaha juga perlu merangkul pemangku kepentingan mereka. Tidak hanya melalui saluran tradisional, tetapi juga media sosial agar mereka didengar dan dimengerti," tuturnya.

Dia menjelaskan, menurut kalangan elit informasi, media tradisional adalah media paling dipercaya ketika mencari informasi perusahaan. Yang termasuk dalam kategori media tradisional adalah majalah atau majalah bisnis (54 persen), koran (48 persen), televisi (45 persen) dan radio (30 persen). "Kepercayaan terhadap media sosial meningkat pesat sebagai sumber informasi mengenai perusahaan," katanya.

Blog, kata McLisky, dipilih oleh 18 persen kalangan elit informasi sebagai media terpercaya. Meningkat 6 persen dari tahun sebelumnya. Jejaring sosial termasuk Facebook, meningkat menjadi 20 persen dari sebelumnya 8 persen dan kepercayaan terhadap situs mikroblog Twitter meningkat hampir tiga kali lipat menjadi 17 persen dari 6 persen di 2011.

Mesin pencari online seperti Google telah menjadi sumber penting dalam mencari informasi mengenai perusahaan, terlihat dari 44 persen responden yang memilihnya sebaagai sumber terpercaya sejajar dengan televisi dan koran.

"Ini menunjukkan pentingnya perusahaan memantau informasi yang ditemukan di dunia maya yang dapat mempengaruhi persepsi publik terhadap perusahaan," ujarnya.

Dengan adanya berbagai saluran yang dapat diakses para pemangku kepentingan, survei ini menunjukkan pentingnya informasi atau pesan dimengerti dengan baik.  "Media di Indonesia, mempunyai kisah yang luar biasa dalam perjuangan merebut kepercayaan masyarakat selama bertahun-tahun."

"Pesatnya peningkatan kepercayaan masyarakat tehadap media tradisional dan sosial menandakan perubahan pola konsumsi berita yang terjadi belakangan. Dan ini perlu dipertimbangkan oleh media dan dunia usaha ketika membangun kepercayaan jangka panjang," jelasnya.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
no_see234
06/02/2012
Beberapa media memang bagus tapi banyak juga yang asal apalagi yang punya milik oknum partai. Ada juga yang isinya sinetron melulu 24jam nonstop lebay deh
Balas   • Laporkan
lalang.ilalang
06/02/2012
Seharusnya dalam survey ini dijelaskan tingkat pendidikan/SDM responden. Hal ini brbeda dngan dunia Eropa maupun Amerika yg sudah memahami betul apa itu Propaganda, Agenda Seting dan Agenda Khalayak media.
Balas   • Laporkan
dan99ps
06/02/2012
stasiun televisi kita sekarang ini hanya memberitakan apa yg menjadi kepentingan nya sendiri bukan kepentingan publik, berpihak pada yg memodali bukan pencerdasan khalayaknya
Balas   • Laporkan
apa_aja
06/02/2012
kebayang kalau media nya memberitakan kebohongan, kayak gimana yh jadinya.
Balas   • Laporkan
v4vendeta | 06/02/2012 | Laporkan
harus lebih kritis jg dalam membaca.. :D


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru