NASIONAL

Imigran Gelap Berkedok Wisatawan Ditangkap

Nelayan Mugari curiga karena para wisatawan itu tidak membawa alat pancing.

ddd
Jum'at, 17 Februari 2012, 12:21 Ita Lismawati F. Malau, Juna Sanbawa (Yogyakarta)
Imigran gelap asal Timur Tengah diamankan pihak kepolisian
Imigran gelap asal Timur Tengah diamankan pihak kepolisian (VIVAnews/Fajar Sodiq)

VIVAnews - Sebanyak 34 imigran gelap dari Afganistan, Iran, dan Irak mencoba mencari suaka ke Australia melalui perairan Indonesia. Upaya mereka digagalkan jajaran Kepolisian Resort Bantul, Lamtamal dan Polairud Polda DIY di pantai Samas, Kabupaten Bantul DIY, Jumat, 17 Februari 2012 sekitar pukul 06.00 WIB.

Menurut seorang nelayan di Pantai Samas, Mugari, kejadian itu berawal saat dirinya ditelepon seseorang mengaku reporter televisi swasta nasional, pekan lalu. Mugari diminta menyiapkan perahu karena ada sekelompok wisatawan ingin memancing di tengah laut.

Mengira kapalnya akan disewa turis, Mugari pun mengikuti pesan si penelepon. Di hari yang dijanjikan, tiga unit Mobil L 300 tiba di Pantai Samas membawa sekelompok orang berwajah Timur Tengah. "Saat itu para pengantar mendesak agar perahu secepatnya turun ke laut membawa imigran gelap tersebut," jelasnya.

Mugari curiga karena 'wisatawan' yang katanya ingin memancing itu tidak membawa peralatan pancing. Apalagi, beberapa dari 'wisatawan' ini membawa tas ukuran besar. Mugari yang tak mau ambil risiko kemudian melaporkan kejadian itu ke Mapolres Bantul.

Agar imigran gelap tidak lari ketika petugas polisi datang, anggota TNI AL yang bernama Surawal menyamar sebagai nelayan, dan pura-pura menyiapkan mesin bersama tangki bensinnya untuk mengantarkan imigran ke tengah laut.

Beberapa saat kemudian, petugas kepolisian datang, dan menangkap 34 imigran gelap itu. Mereka lalu ditahan di Mapolres Bantul.

Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Sutikno menjelaskan pihaknya sudah mendata para imigran gelap yang terdiri atas dua anak-anak, satu wanita dewasa, dan 31 laki-laki dewasa itu. "Setelah selesai pemeriksaan seluruh imigran akan kita kirim ke Kantor Imigrasi DIY," kata Sutikno.

Upaya pencarian suaka para imigran gelap ini bukan kali pertama. Kasus terakhir, bahkan memakan korban saat kapal yang mengangkut sekitar 200 imigran itu tenggelam di perairan Prigi, Trenggalek, Jawa Timur, 16 Desember tahun lalu. Kasus ini diduga melibatkan sejumlah oknum TNI. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
koberkobere
17/02/2012
jitu....
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com