NASIONAL

Presiden Gelar Sidang Kabinet Malam Minggu

"Sidang kabinet paripurna kali ini membahas langkah lanjutan setelah APBN-P ditetapkan."

ddd
Sabtu, 31 Maret 2012, 20:10 Arfi Bambani Amri, Dwifantya Aquina
Suasana saat sidang kabinet
Suasana saat sidang kabinet (ANTARA/Widodo S. Jusuf)

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, Sabtu malam, 31 Maret 2012. Sidang kabinet malam ini, menurut SBY, dirancang untuk mendapatkan penjelasan secara utuh dari para menteri terkait dari APBN Perubahan 2012.

"Sidang kabinet paripurna kali ini untuk membahas persoalan terkini, utamanya adalah langkah-langkah lanjutan yang mesti kami lakukan setelah APBN-P 2012 ditetapkan," kata Presiden SBY saat membuka sidang kabinet paripurna.

SBY mengatakan, setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menetapkan APBN-P 2012 semalam, maka pihaknya akan langsung melakukan konsolidasi selama 1-2 pekan.

"Setelah itu bergerak ke depan lagi menjalankan tugas-tugas kami sebagai pemerintah. Usulan-usulan kami yang telah disampaikan DPR RI, setelah melakukan pembahasan yang intensif dan serius, akhirnya ditetapkan jadi APBN-P. Tentu ada konsekuensi yang harus dijalankan pemerintah untuk mencapai sasaran APBN ataupun pembangunan ekonomi," kata Yudhoyono.

SBY mengakui situasi politik dan sosial beberapa pekan belakangan ini bukan hanya dinamis, tapi juga memanas. Namun, SBY mengaku memahami, dalam kehidupan sebuah negara demokrasi hal ini bisa saja terjadi.

"Kalau Saudara masih ingat, karena sebagian besar bersama saya hampir 8 tahun ini menjalankan roda pemerintahan dan negara. Beberapa kali kita juga hadapi situasi seperti ini dan hampir semuanya itu, totalitas dari berbagai persoalan yang mengemuka, termasuk faktor-faktor pengaruh perkembangan pada tingkat dunia terhadap perekonomian kita dan kehidupan nasional," ujar SBY.

"Yang penting, pemerintah, kita semua, harus tetap tenang, berpikir jernih, dan rasional. Kita kembalikan semuanya pada misi dan tanggung jawab sebagai pemerintah," ujarnya. (art)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
Jangan malam2 lah sidang pak presiden , keputusannya nanti dipengaruhi mentri2 yang ngantuk atau mungkin ada yg mau diapelin ....
Balas   • Laporkan
koomingpoek
01/04/2012
keputusan ayat siluman ..biasanya ..berujung bencana pak..apa ngak pernah ngedenger ...?
Balas   • Laporkan
iron maiden
01/04/2012
lebih baik pemerintah fokus di penerimaan negara sektor perpajakan yg sering dicuri gayus2 baru, kemudian hemat di anggaran, jgn sering kelayapan ke luar negri, brantas mafia anggaran di departeman dan dpr
Balas   • Laporkan
iron maiden
01/04/2012
lebih baik pemerintah fokus di penerimaan negara sektor perpajakan yg sering dicuri gayus2 baru, kemudian hemat di anggaran, jgn sering kelayapan ke luar negri, brantas mafia anggaran di departeman dan dpr
Balas   • Laporkan
iron maiden
01/04/2012
lebih baik pemerintah fokus di penerimaan negara sektor perpajakan yg sering dicuri gayus2 baru, kemudian hemat di anggaran, jgn sering kelayapan ke luar negri, brantas mafia anggaran di departeman dan dpr
Balas   • Laporkan
komisitiga
01/04/2012
Presiden tidak punya pilihan lain. kecuali taat kepada aturan yg diputuskan oleh DPR. Pelajaran yg sangat berharga dari bentuk pemerintahan Multi partai seperti Indonesia. Presiden kasian sekali . walau pahit harus ditelan mentah mentah
Balas   • Laporkan
tonisaja
31/03/2012
Demo sekarang udah gk murni gk sprt 98 , banyak kepentingan politik (sekalian pada iklan) soalnya dua tahun lagi pemilu, partai berani membiayai sebesar2nya ditambah lagi ada partai baru2 yg lagi cari masa biar dikata Pahlawan pokoknya "Taik lah"
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru