NASIONAL

Ditembaki OPM, Pesawat Trigana Tabrak Rumah

Satu penumpang tewas dan empat lainnya luka-luka.

ddd
Minggu, 8 April 2012, 09:33 Anggi Kusumadewi, Banjir Ambarita (Papua)
Pesawat Trigana Air ditembaki di Bandara Mulia, Puncak Jaya, Papua.
Pesawat Trigana Air ditembaki di Bandara Mulia, Puncak Jaya, Papua. (Antara/ Susylo Asmalyah)

VIVAnews – Kelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) menembaki pesawat Trigana Air saat mendarat di Bandara Mulia, Puncak Jaya, Papua, Minggu 8 Maret sekitar pukul 08.30 WIT.

Akibatnya, pesawat Trigana Air itu pun hilang kendali dan menabrak rumah yang berlokasi di sekitar Bandara Mulia. Satu  orang dikabarkan meninggal dan 4 lainnya mengalami luka-luka.

Dari data yang berhasil dihimpun, kronologis kejadian bermula ketika pesawat Trigana Air PK-YRF mendarat di landasan  Bandara Mulia. Saat akan parkir di apron bandara, kelompok bersenjata yang jumlahnya lebih dari lima orang tiba-tiba menembaki pesawat membabi-buta. Pesawat lantas hilang keseimbangan dan menabrak bangunan.

Seorang yang meninggal akibat insiden itu adalah penumpang pesawat bernama Leiron Kogoya. Ia mengalami luka tembak di leher. Sementara keempat orang lainnya yang mengalami luka-luka adalah Pako Korwa (anak-anak, 4 tahun) yang terkena serpihan di jari tangan kiri, Yanti Korwa (ibu rumah tangga, 30 tahun) yang terkena serpihan di lengan kanan,  Beby Astek (kapten pilot, 40 tahun) yang terkena serpihan di mata kaki kiri, dan Willy Resubun (kopilot, 30 tahun) yang terkena serpihan di jari tangan kanan.

Juru Bicara Polda Papua AKBP Yohanes ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. “Pesawat Trigana Air ditembaki saat mendarat di Bandara Mulia Puncak Jaya. Pilot panik dan tidak bisa mengendalikan pesawat sehingga keluar dari landasan pacu dan menabrak bangunan,” kata Yohanes.

Setelah beraksi, kelompok bersenjata itu kemudian melarikan diri ke dalam hutan yang berada di sekitar bandara. “Aparat gabungan TNI dan Polri masih mengejar para pelaku yang lari ke atas gunung di sekitar bandara,” ujar Yohanes.

Yohanes menambahkan, korban tewas Leiron Kogoya adalah wartawan Papua Pos. Saat ini anggota Polres Puncak Jaya masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara di Bandara Mulia, dan belum mengetahui motif penembakan tersebut. (eh)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
adrel
09/04/2012
sebelum ditumpas sampai keakar2nya OPM ini pst akan trs melakukan teror2 dan penembakan2. aparat keamanan hrs lebih tegas, jgn tkut kalo benar. kami rakyat papua berharap pada mu. kmi ingin hudup damai dan tentram.
Balas   • Laporkan
tuyuljahanam
08/04/2012
PEMERINTAH HARUS TEGAS, INI MENYANGKUT KESELAMATAN PENERBANGAN DAN JIWA ORANG BANYAK. BABAT HABIS OPM, SEPERTINYA MEREKA TIDAK PERLU DI KASI HATI, MAUPUN DIKASIHANI...
Balas   • Laporkan
belakebenaran
08/04/2012
dasar teroris, ayo densus 88 berantas itu yg macam ini jgn hanya yg berani dgn amrozi,
Balas   • Laporkan
mickymouse
08/04/2012
KIRIM KOPASSUS KESANA. SISIR DAN BABAT SEMUA OPM. NGGAK USAH PEDULI APA KATA ORANG LUAR, INI NEGARA INDONESIA YG BERUSAHA MENEGAKKAN KEAMANAN NEGARA SENDIRI.
Balas   • Laporkan
tanpabeban | 08/04/2012 | Laporkan
lha kalo papua aman, nti ga ada dana operasi keamanan lagi disana...
mickymouse | 08/04/2012 | Laporkan
DISINI (BELANDA) OPM JUGA TUKANG BIKIN RUSUH KOQ, KADANG JUGA BENTROK AMA RMS. MEREKA KAYAK MAFIA DISINI.
delta88
08/04/2012
MANA KONTRAS?MANA KOMNAS HAM? BUBARKAN!!!!!!!!!!
Balas   • Laporkan
kapolsek | 08/04/2012 | Laporkan
Bila pelakunya aparat baru mereka semangat turun lapangan bro. Kalo kasus OPM gini boro-boro mereka dapat populer. Yang Ada pulang bisa2 di dalam kantong mayat. Jd biar aparat aja yg turun...
izhrael
08/04/2012
Kelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) menembaki pesawat Trigana Air saat mendarat di Bandara Mulia, Puncak Jaya, Papua, Minggu 8 Maret sekitar pukul 08.30 WIT. APAKAH ANDA TAU BETUL PELAKUNYA ADALAH OPM!???
Balas   • Laporkan
soebandrio | 08/04/2012 | Laporkan
lanjutan: aparat sudah melanggar HAM, dan besoknya langsung LSM HAM binaan asing bilang, ya betul aparat melanggar HAM...cuiiihhh..
soebandrio | 08/04/2012 | Laporkan
Taktik separatis: kalau separatis menembak dan ada korban pasti bilang: bukan kami pelakunya, itu kelompok jadi-jadian bentukan aparat keamanan. Kalau aparat berhasil tembak anggota separatis, separatis bilang: yang ditembak aparat adalah rakyat sipil, a
matlicin
08/04/2012
Teror yang mengganggu kemanan, baik sipil maupun nasional, wajib di tumpass, jangan pandangbulu dlm menumpas teroris, selama ini pihak terkait hanya menyisir aliran radikal kelompok tertentu. Semoga Pemerintah dengan kewenanganya cepat bertindak.
Balas   • Laporkan
wishkid | 08/04/2012 | Laporkan
kalo negara dihancurkan, lu mau kemana dongo?? sapa yang ngurus..otak ente oblak ya?
tangisrakyat | 08/04/2012 | Laporkan
Bagaimana kalau logikanya dibalik, bung.. Negara yg menindas harus dihancurkan..
manusiapetir
08/04/2012
Negara tidak boleh kalah. maju terus TNI. NKRI harga mati
Balas   • Laporkan
artanis
08/04/2012
saya tidak memahami kondisi di papua, tapi apakah tindakan separatis yakin lebih baik dari otonomi khusus? bukankah lebih baik dalam NKRI yang besar dari pada menjadi negara kecil yang belum tentu pemimpin nya bisa membela rakyat dan bebas dari korupsi.
Balas   • Laporkan
123456568 | 08/04/2012 | Laporkan
tul tu...................
dan99ps
08/04/2012
OPM ini memang kelompok Separatis sejati..semoga TNI/polri masih bisa bersabar..
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru