NASIONAL

TKI Ini Diperkosa di Malaysia dan Indonesia

Di Malaysia, SA diperkosa majikannya hingga hamil. Di Indonesia tidak lebih baik.

ddd
Sabtu, 5 Mei 2012, 07:01 Denny Armandhanu, Aceng Mukaram (Pontianak)
Ilustrasi perkosaan
Ilustrasi perkosaan (Reuters)

VIVAnews - Peribahasa "keluar kandang macan, masuk kandang singa" agaknya tepat disandang perempuan malang asal Kalimantan Barat yang dikenal dengan inisial SA. Bekerja di Malaysia, SA diperkosa majikannya hingga hamil. Di Indonesia tidak lebih baik, dia kembali jadi korban lelaki bejat.

Direktur Yayasan Nanda Dian Nusantara Pontianak, Devi Tiomana, mengatakan bahwa SA ditemukan di daerah Surade, Sukabumi, awal tahun ini. Tanpa identitas apa pun, wanita 34 tahun ini mengaku diperkosa.

Dalam keadaan linglung, SA ditemukan bersama dua anak kembarnya yang baru berusia tiga bulan. Dua anaknya ini adalah hasil dari pemerkosaan yang dilakukan majikan kepadanya. Di kampung halamannya di Kecamatan Rasau Jaya, Kalimantan Barat, SA telah dinyatakan hilang sejak 11 tahun lalu.

"Korban mengakui juga telah diperkosa di daerah Surade, Sukabumi, Jawa Barat. Tragis, setelah diperkosa di Malaysia, di Jawa Barat juga malah diperkosa. Setelah ditemukan lima bulan lalu, SA diselamatkan ke Jakarta,“ kata Devi, Jumat, 4 Mei 2012.

Di Jakarta, SA menjalani perawatan atas trauma yang dialaminya. Devi menjelaskan, saat ini lembaganya masih menyelidiki siapa majikan SA di Malaysia. Ini diakuinya sulit, karena SA tidak tahu pasti siapa nama majikannya tersebut.

"Yang terpenting sekarang adalah proses reunifikasi dengan suami dan anaknya bisa terwujud. Pihak keluarga SA meminta agar kasusnya ini diproses hukum," ujar Devi.

SA juga tidak tahu siapa yang memperkosanya di Sukabumi. Hingga kini, kasusnya masih dalam proses penyelidikan kepolisian setempat. Misteri lainnya adalah, bagaimana SA bisa sampai berada di Sukabumi.

“Kami menduga SA bisa sampai di Kecamatan Surade, karena pada saat itu terpisah dengan rombongan besarnya saat pemulangan TKI ilegal di Malaysia," tuturnya.

"Bukannya ke Kalimantan, SA malah sampai ke Jakarta. Kemungkinan besar dia menjadi korban mafia TKI, dan kemungkinan juga dia sengaja dipisahkan," kata Devi. Penyelidikan masalah ini juga masih terus berlanjut. (art)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
alimax
06/05/2012
korban mafia bandara indo tuhhh....seret sana seret sini...perempuan yg gk tau apa2 jd santapannyahh...
Balas   • Laporkan
mas.brow.7
05/05/2012
itulah bedanya pemerintahan sekarang dg zaman bung karno dan pak harto...tuhan berilah petunjuk kenpada pemimpin kami, agar bisa melek mata batinnya, negeri ini udah sedemikian bobroknya, korupsi udah jadi hal yg biasa dan tak ada ujung tuntassnya...
Balas   • Laporkan
cuplin | 05/05/2012 | Laporkan
Bedanya jaman sukarno dan suharto gak ketauan aja koq.
eno.gunnermania
05/05/2012
ga laku apa si pelaku ? -kaka-
Balas   • Laporkan
cuplin | 05/05/2012 | Laporkan
pelaku cari gratisan gan atau sakit jiwa.
dedi_pdang
05/05/2012
Sangat tragis duta devisa negara trnyata d luar sna kgak ada kselamatan mna cmpur tngan pemerintah jngan cma tenaga aja yg d pres tp kselamatn jg d jga
Balas   • Laporkan
neosack
05/05/2012
KEBIRI PARA PEMERKOSA, sebelum ditindak tegas mereka makin berani.
Balas   • Laporkan
jaredmonster
05/05/2012
Aku hanya bisa duduk terdiam,dan hanya bisa jadi penonton. Tragis memang namun apa daya pemerintah hanya bisa mengeluarkan sesumbarnya saja tanpa ada tindakan apa-apa.
Balas   • Laporkan
i_lampeni
05/05/2012
Tragis,,,,tak ada habisnya derita buat rakyat indonesia,,,,
Balas   • Laporkan
adzhen
05/05/2012
Mana nggak ada fotonya..????? beritanya kurang lengkap..
Balas   • Laporkan
safiudin
05/05/2012
semoga penjahat itu dpt ganjaran yg lebih,diperkosa jg.klo g sadar jg semoga jd impoten aja...
Balas   • Laporkan
daffigrind
05/05/2012
Stop..!! Pengiriman TKW keluar negeri hanya untuk di eksploitasi.
Balas   • Laporkan
cuplin | 05/05/2012 | Laporkan
Stap Stop emang loe bs kasih kerjaan buat TKW? di kampungnya aja di perkosa koq. Kalo komen pake ot4k dikit napa?


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru