NASIONAL

DPR: Cek Ulang Protap Kepemilikan Senjata Api

Sebaiknya menarik semua jenis senjata dari para pemegang berizin.

ddd
Minggu, 6 Mei 2012, 06:52 Arry Anggadha, Suryanta Bakti Susila
Senjata api
Senjata api (REUTERS/ Joshua Lott)

VIVAnews - Maraknya "aksi koboi" sampai memamerkan senjata api baru-baru ini, sudah meresahkan masyarakat. Pemerintah diminta segera bertindak mengatasi hal itu. Menertibkan senjata api aparat agar penggunaanya sesuai prosedur tetap menjadi keharusan.

Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanudin mengatakan, merebaknya penggunaan senjata api legal maupun ilegal dari mulai gaya-gayaan, sok jagoan, mengancam bahkan sampai dengan membunuh, benar-benar menakutkan dan mengancam ketenangan masyarakat.

"Pemerintah harus segera melakukan upaya penertiban dengan serius," kata TB Hasanudin, di Jakarta, Sabtu 5 Mei 2012 malam.

Menurut dia, langkah pertama yang harus segera dilakukan adalah menertibkan dan cek ulang prosedur tetap di tiap kesatuan yang dipersenjatai. "Segera tertibkan senjata-senjata yang digunakan aparat, cek ulang protap (prosedur tetap) di masing-masing kesatuan," kata dia.

Tubagus minta, diadakan pengawasan yang ketat agar tak terjadi penyalahgunaan wewenang. "Bagi yang melanggar, berikan sanksi yang berat," katanya.

Langkah kedua, sebaiknya menarik semua jenis senjata dari para pemegang berizin. Menurutnya, senjata-senjata dari yang berizin juga rawan jatuh kepada orang-orang yang tak bertanggung jawab untuk dipakai melakukan tindak kejahatan. "Untuk atlet menembak, agar perketat pengawasannya dan simpan selalu senjata digudang yang ditentukan," kata dia.

Ketiga, pihak berwenang diminta melakukan terus operasi atau sweeping untuk menjaring dan mengambil semua senjata legal yang berkeliaran selama ini. Pemerintah diminta jangan menganggap enteng dengan merebaknya penggunaan senjata api untuk tindakan kriminal.

"Kecenderungan terjadinya kejahatan kelompok bersenjata sudah mulai terjadi beberapa kota di Indonesia. Kalau pemerintah  tidak serius, tidak mustahil pada suatu saat kita akan menjadi negara  kacau seperti di Sudan, Senegal dan lain-lain," ujarnya. (umi)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru