NASIONAL

Oknum Polisi Manado Diduga Aniaya Tahanan

Pemuda Virgan ditangkap karena disangka telah melakukan penikaman.

ddd
Jum'at, 18 Mei 2012, 12:40 Bonardo Maulana Wahono, Roger Wenas (Sulawesi Utara)
Ilustrasi tahanan
Ilustrasi tahanan (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)

VIVAnews - Virgan Aker Senduk, 21 tahun, diduga menjadi korban aniaya oleh oknum kepolisian Manado, Sulawesi Utara. Pemuda itu ditangkap karena disangka telah melakukan penikaman. Ia ditahan di kantor Polisi Sektor Urban Wanea, Kota Manado.

Kepada VIVAnews, Jumat 18 Mei 2012, saat dijumpai di ruang perawatan Rumah Sakit Bhayangkara Kota Manado, ia menyatakan bahwa ada paksaan kepadanya untuk menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sebagai pelaku penganiayaan.

"Padahal saya bukan pelaku. Mereka salah orang. Saya dibawa dan dipaksa mengaku sebagai tersangka pelaku penganiayaan," ujarnya.

Virgan kemudian menambahkan ia menjadi korban pemukulan oleh oknum polisi yang menangkapnya. 

"Saya dipaksa mengaku sebagai penjahat, mulai dari membawa senjata tajam hingga tersangka kasus penikaman. Padahal, saya tidak melakukan perbuatan itu. Sekali lagi, [oknum] polisi itu salah orang" katanya.

Terkait peristiwa ini, Kepala Kepolisian Sektor Urban Wanea, Komisaris Polisi A.V. Montung, membantah ada oknum polisi telah melakukan penganiayaan terhadap Virgan. Luka pada tubuh Virgan didapat saat dia jatuh ke aspal dan terlibat perkelahian.

"Tidak ada anggota yang melakukan penganiayaan. Mereka itu berkelahi di jalan. Virgan membawa senjata tajam jenis pisau dan melakukan penikaman. Yang jelas, petugas jika menangkap tidak harus pelan-pelan," ujar Montung.

Montung berkata Virgan Aker Senduk masih berstatus tahanan Polsek Urban Wenang.

"Virgan tetap tahanan kami. Setelah selesai proses perawatan di rumah sakit, kami harus kembali menahannya" ucapnya.

Secara terpisah, orang tua Virgan telah melaporkan dugaan penganiayaan oleh polisi ke pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara.

"Saya tidak kuat melihat anak saya yang babak belur hingga mengeluarkan darah dari telinganya. Anak saya bercerita dia dipukul oknum polisi. Padahal, ia tidak melakukan kejahatan," kata Marlina Diamare, ibu Virgan.

Kepala Sub Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulawesi Utara, AKBP Denny Adare, mengatakan belum mengetahui adanya laporan dari orang tua korban. 

"Saya belum mendapat informasi terkait itu," ujar Denny. (eh)

 

 


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
kriswijaya
11/07/2012
Hal2 seperti ini sebenarnya tidak akan terjadi bila tersangka di dampingi oleh pengacara dan jasa pengacara bisa di dapatkan di LBH setempat...oknum polisi yg terbukti melakukan penganiayaan terhadap terhadap tahanan pun dapat dikenakan hukuman pidana.
Balas   • Laporkan
fahri.yeohz | 13/07/2012 | Laporkan
kalau POLISI buat kesalahan cuma di pindahkan atw di tunda pangkatnya,kalau masyarakat kelas bawah yg salah langsung di hukum,sekolahin tuh polisi biar gk BODO kian hari,ungkap kasus pada BODO,ngapain jdi POLISI!! jadi pREMAN aja lah,gk BECUS petinggi2 PO
kerlok
25/06/2012
gak heran gw ban motor aja gak punya penutup pentil langsung ditilang apalagi kasus kayak getooo...
Balas   • Laporkan
dancoz
10/06/2012
jgn suka nyiksa donk kasian.. cukup lihat barang bukti aja dan periksa sidik jari di pisau dan samakan dgn tersangka..pakai otak jgn hanya ingin cepat aja menyelesaikan kasus
Balas   • Laporkan
satoe | 14/06/2012 | Laporkan
ya gitu deh kalo rakyat kecil bersalah disiksa suruh ngakuin tapi kalo pejabat dah jelas salah dilayani seperti rakja, dasar polisi kumpul-kumpul ngapusi
dominngus
31/05/2012
mana ada tahanan yg gak di gebukin polisi di tahanan,,kenpa selalu berulang?karena para atasan sudah menyiapkan jawaban yg selalu mebela anak buahnya...
Balas   • Laporkan
dancoz | 10/06/2012 | Laporkan
rahasia umu klo tahanan selalu di gebukin utk ngaku.. seharusnya cari bukti bkn ngegebukin..oknum ky gtu harusnya di tindak bikin malu aja


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru