Kisruh Suriah
DPR: Evakuasi Lamban, Ribuan TKI Terancam
Ada enam catatan buat pemerintah agar TKI di Suriah bisa segera kembali ke Indonesia.
Ada enam catatan buat pemerintah agar para TKI di Suriah bisa segera kembali ke Indonesia. (REUTERS/ Omar Ibrahim)
VIVAnews - Komisi IX DPR yang membidangi kependudukan, kesehatan, tenaga kerja dan transmigrasi ikut menyoroti pemulangan TKI di Suriah ke Tanah Air akibat situasi keamanan yang semakin tidak kondusif di negara tersebut.
Menurut anggota Komisi IX dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Rieke Diah Pitaloka, jika pemerintah Indonesia lamban dalam mengatasi nasib TKI di Suriah akan berdampak buruk.
"Pemerintah lamban, ribuan TKI terancam di Suriah," katanya dalam rilis yang diterima VIVAnews di Jakarta, Sabtu, 9 Juni 2012.
Untuk itu, dia memberikan enam catatan pada pemerintah agar para TKI di Suriah bisa segera kembali berkumpul bersama keluarganya. Berikut, langkah-langkah yang perlu ditempuh pemerintah:
1. Segera ada koordinasi serius antara kementrian dan lembaga, terutama Kemenlu, Kemenakertrans dan BNP2TKI. Pendataan yang akurat harus segera dilakukan agar perlindungan terhadap TKI bisa dilakukan secara bertanggung jawab.
2. Segera melansir data yang sesungguhnya dari TKI yang ada di Suriah termasuk PJTKI yang mengirimkan dan daerah asal para TKI tersebut.
3. Melakukan metode "jemput bola" untuk mengevakuasi, bukan menunggu para TKI yang melakukan kontak minta pertolongan (seperti dianjurkan salah seorang pejabat pemerintah)
4. Memberikan informasi kepada pihak keluarga tentang kondisi para TKI
5. Memastikan kak-hak normatif para TKI, berupa:
a. Upah atau gaji harus dipastikan diterima para TKI sebelum dievakuasi
b. Dokumen, harta dan barang milik pribadi para TKI terjamin keutuhannya
6. Segera mengevakuasi, terutama yg berada di zona konflik, menjamin kepulangan tanpa memungut biaya dari TKI sampai kembali ke daerah asal sampai selamat diterima oleh keluarga masing-masing.
Data Pusat Penelitian dan Pengembangan Informasi BNP2TKI menyatakan total TKI di Suriah mencapai 11.760 orang. Mayoritas, sebesar 11.559 orang berprofesi sebagai asisten rumah tangga.
Sementara itu, 201 orang adalah pekerja di pengguna atau perusahaan berbadan hukum (tapi data lain menyatakan ada 12.600 TKI di Suriah).
Indonesia melakukan moratorium penempatan TKI ke Suriah sejak 9 Agustus 2011, akibat berbagai laporan tindakan kekerasan yang dialami TKI.
Deputi Bidang Perlindungan BNP2TKI, Lisna Yoeliani, menyatakan bahwa pihaknya telah memulangkan 193 orang (hingga akhir Mei). Sedangkan data Kemenlu menyatakan, memulangkan 234 orang, termasuk mahasiswa (sampai bulan Juni).
Menurut Rieke, evakuasi yang dilakukan pemerintah RI terkesan lamban, terutama apabila dibandingkan dengan pemerintah Filipina yang telah melakukan pemulangan 1300 buruh migrannya dari Suriah.
-
Ahok: DPRD Mau Makzulkan Jokowi? Belagu Banget
-
Jokowi Rombak Besar-besaran Pejabat Eselon II DKI
-
Tanggapan Kepala Sekolah Darin Soal Dugaan Nikah Siri
-
Mahasiswi Cantik yang Bikin Edinson Cavani Cerai
-
DKI Tawarkan Investor Bangun Pedestrian Layang di Sudirman
-
Angin Kencang, Supermodel Dunia Ini Pamer Dada
- Info Momentum
- Misteri Pembunuhan Presiden Kennedy Dengan Proyek UFO Rahasia
- Kawah Patomski, Kawah Misterius Bentukan Alien di Tengah Hutan Rusia
- "The Count" Penipu Ulung Paling Lihai di Dunia
- Hasta Brata, Misteri Ilmu Kepemimpinan Jawa
- Beredar Foto Seksi Mirip Sefty Sanustika Istri Fathanah
- Misteri Suara Denting Lonceng Di Komplek Pemakaman Menteng Pulo
- FOTO: Cantiknya Rosnita Putri Wanita Teman Dekat Arya Wiguna



