Trauma Dijarah, Om Liem Pindah ke Singapura
Nyawa Liem Soe Liong nyaris hilang saat mobilnya masuk jurang. Bukan itu yang buat trauma.
Sudono Salim atau Liem Sioe Liong tutup usia
VIVAnews -- Di usia yang ke-96 tahun, kehidupan Liem Sioe Liong atau Sudono Salim paripurna. Ia menghembuskan nafas terakhir pada Minggu 10 Juni 2012 pukul 15.50 waktu Singapura.
Asam garam kehidupan telah di lakoni. Lari dari kekacauan politik di China pada 1938 menggunakan perahu kecil, Om Liem --begitu ia akrab dipanggil, ia berlabuh di Surabaya. Indonesia kala itu belum terbentuk, masih bernama Hindia Belanda.
Usai ditangkap, ia bahkan tak makan empat hari sampai kakaknya menjemput dan membawanya ke Kudus. Di kota itu, Liem merintis kariernya yang pertama: pembuat kerupuk dan tahu.
Pada tahun 1940, saat Jepang menguasai Indonesia, usahanya bangkrut. Nyawanya pun nyaris melayang saat mobil yang ditumpanginya masuk ke jurang.
Cobaan yang jadi pukulan berat bagi Liem adalah saat krisis moneter dan lengsernya Soeharto tahun 1998. Usahanya terpuruk, bahkan rumahnya di Jalan Gunung Sahari, Jakarta dijaran massa. Juga kediamannya di Medan. Sebuah lukisan Liem Sioe Liong yang dijarah akhirnya dibakar massa.
Kerusuhan reformasi 13-14 Mei 1998, itu tampaknya membuat Om Liem trauma tinggal di Indonesia. Dia memutuskan untuk pindah ke Singapura. Meski terkadang datang ke tanah air, ia tak pernah lama tinggal.
Pengusaha Sofjan Wanandi mengatakan, tak hanya pindah domisili, usai krisis 1998, Lim Sioe Liong telah mengundurkan diri dari urusan bisnis yang telah dibangunnya. Pengunduran diri itu ditandai dengan pengalihan seluruh urusan bisnis kepada anak-anaknya. Semua bisnisnya di Indonesia dikendalikan oleh putranya, Anthony Salim.
"Dia ingin mencoba hidup baik di usia tua. Dia mau menikmati hidup," ungkap Sofjan
Terlepas dari hubungannya dengan Soeharto, Sofjan Wanandi melihat sosok Sudono Salim sebagai pribadi yang memiliki nilai sosial cukup tinggi. Lewat bisnis yang dirintisnya, tak jarang Om Liem menyumbangkan uangnya untuk membantu masyarakat miskin. "Apapun kita minta bantuan untuk rakyat miskin, dia selalu turun tangan," kata dia.
Lu juga doyan jangan munafik bilang2 kanker. Kalo gak mau kena kanker yah jgn makan gitu aja repot.
dan meracuni banyak orang dengan mie instan yg mengandung kimianya.....dialah yg menyumbang kanker untuk rakyat Indonesia
Iya emank sama semua org akan mati, apa anda bersedia mati konyol di tangan perusuh. Apa anda bersedia harta benda hasil kerja keras anda, diambil secara paksa.dasar pikiran dangkal.
KALO ANDA PERNAH DAN MASIH KONSUMSI INDOMIE/MIE INSTAN LAINNYA, BERARTI ANDA TIDAK PANTAS BICARA SOAL NASIONALISME, DAN KENAPA BANGSA INDONESIA GA MAJU2 YA KARNA ADA ORG SEMACAM ANDA YG MASIH RASIS!!!
Oooo...jadi yang memiliki jiwa nasionalisme yang ngjarah rumah dia ya?!! And yang ngejarah mnurut yongki patut dibanggakan???!! Coba syongki sprti om lim pasti dia gak nasionalisme krn waktu dijarah kabur nylamatin nyawanya ke singapur! Masih waras kan en
Mana org mau jadi sasaran kerusuhan.. Bicara nasionalisme, apa lu uda benar2 nasionalis.
- Info Momentum
- Mengungkap Dua Pesan Crop Formation dari Alien di Inggris
- Kisah Wanita Bersandal Mawar Merah dari Mesir
- Rahasia Illuminati dalam Uang Rp.10ribu Indonesia
- Gilles de Rais, Legenda Pembunuh Berantai Awal Modern
- Misteri: Kasus Kematian Peragawati Dietje di Era 80an
- VIDEO: Kemunculan Cahaya Misterius Di Atas Kubah Masjidil Aqsa
- FOTO: Mariachi, Offroader Wanita Dengan Skill Super



