NASIONAL

Trauma Dijarah, Om Liem Pindah ke Singapura

Nyawa Liem Soe Liong nyaris hilang saat mobilnya masuk jurang. Bukan itu yang buat trauma.

ddd
Senin, 11 Juni 2012, 08:12 Elin Yunita Kristanti
Sudono Salim atau Liem Sioe Liong tutup usia
Sudono Salim atau Liem Sioe Liong tutup usia  

VIVAnews -- Di usia yang ke-96 tahun, kehidupan Liem Sioe Liong atau Sudono Salim paripurna. Ia menghembuskan nafas terakhir pada Minggu 10 Juni 2012 pukul 15.50 waktu Singapura.

Asam garam kehidupan telah di lakoni. Lari dari kekacauan politik di China pada 1938 menggunakan perahu kecil, Om Liem --begitu ia akrab dipanggil,  ia berlabuh di Surabaya. Indonesia kala itu belum terbentuk, masih bernama Hindia Belanda.

Usai ditangkap, ia bahkan tak makan empat hari sampai kakaknya menjemput dan membawanya ke Kudus. Di kota itu, Liem merintis kariernya yang pertama: pembuat kerupuk dan tahu.

Pada tahun 1940, saat Jepang menguasai Indonesia, usahanya bangkrut. Nyawanya pun nyaris melayang saat mobil yang ditumpanginya masuk ke jurang.

Cobaan yang jadi pukulan berat bagi Liem adalah saat krisis moneter dan lengsernya Soeharto tahun 1998. Usahanya terpuruk, bahkan rumahnya di Jalan Gunung Sahari, Jakarta dijaran massa. Juga kediamannya di Medan. Sebuah lukisan Liem Sioe Liong yang dijarah akhirnya dibakar massa.

Kerusuhan reformasi 13-14 Mei 1998, itu tampaknya membuat Om Liem trauma tinggal di Indonesia. Dia memutuskan untuk pindah ke Singapura. Meski terkadang datang ke tanah air, ia tak pernah lama tinggal. 

Pengusaha Sofjan Wanandi mengatakan, tak hanya pindah domisili, usai krisis 1998, Lim Sioe Liong telah mengundurkan diri dari urusan bisnis yang telah dibangunnya. Pengunduran diri itu ditandai dengan pengalihan seluruh urusan bisnis kepada anak-anaknya. Semua bisnisnya di Indonesia dikendalikan oleh putranya, Anthony Salim.

"Dia ingin mencoba hidup baik di usia tua. Dia mau menikmati hidup," ungkap Sofjan

Terlepas dari hubungannya dengan Soeharto, Sofjan Wanandi melihat sosok Sudono Salim sebagai pribadi yang memiliki nilai sosial cukup tinggi. Lewat bisnis yang dirintisnya, tak jarang Om Liem menyumbangkan uangnya untuk membantu masyarakat miskin. "Apapun kita minta bantuan untuk rakyat miskin, dia selalu turun tangan," kata dia.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
faizal109
20/06/2012
yongky kalo komentar pake otak donk, atau mungkin otak kamu dekat dengan dubur ya? coba kalo kamu yang jadi korban anarkis apa kamu akan pasrah diam saja dan mati konyol? Dasar otak udang loe!!
Balas   • Laporkan
rogo.pinandhita
12/06/2012
Orang yang ber"JIWA BESAR", membicarakan ide, gagasan, dan pendapat. Orang orang "JIWA BIASA", membicarakan benda, hoby, dan kesenangan. Orang orang ber"JIWA KERDIL", mencibir dan mencemooh orang lain.
Balas   • Laporkan
rogo.pinandhita
12/06/2012
Sebegitu kecilnyakah, hati anda anda sekalian yang mencibir seseorang yang telah meninggal? Mengapa anda sekalian hanya bisa lihat bintik hitam di atas lembaran kertas putih? Tanya ke hati kecil anda, pantaskah anda berkata seperti itu?
Balas   • Laporkan
setrocampoo
11/06/2012
harta kekayaan yg dibanggakannya, sekarang malah jadi penderitaan di alam sana, bagaikan kalung api, selamat menikmati fasilitas kubur, silahkan tawarkan mie instan pada malaikat di alam kubur sana
Balas   • Laporkan
sanwijaya79 | 11/06/2012 | Laporkan
Itulah omongan org2 berpikiran dangkal, suka iri, dengki.
holland66 | 11/06/2012 | Laporkan
ANDA INI CIRI2 ORANG YANG DIPENUHI RASA IRI DAN DENGKI. AKU YAKIN ANDA JUGA NGGAK BEKERJA DNG BAIK ALIAS MALAS2AN. ORTU ANDA KURANG PINTAR MENDIDIK ANAKNYA.
kamenrider
11/06/2012
Selamat tinggal Pak lim, saya tidak kenal Anda namun Anda memberi lapangan pekerjaan untuk banyak orang
Balas   • Laporkan
sanwijaya79 | 11/06/2012 | Laporkan
Lu juga doyan jangan munafik bilang2 kanker. Kalo gak mau kena kanker yah jgn makan gitu aja repot.
setrocampoo | 11/06/2012 | Laporkan
dan meracuni banyak orang dengan mie instan yg mengandung kimianya.....dialah yg menyumbang kanker untuk rakyat Indonesia
inakutokaahae
11/06/2012
Dijarah nggak dijarah sama aja. Pas mati kagak bawa apa juga......., sama juga ama saya nantinya, sama2 tulang-belulang berkalang Tanah....!!!
Balas   • Laporkan
sanwijaya79 | 11/06/2012 | Laporkan
Iya emank sama semua org akan mati, apa anda bersedia mati konyol di tangan perusuh. Apa anda bersedia harta benda hasil kerja keras anda, diambil secara paksa.dasar pikiran dangkal.
azzans
11/06/2012
Syakratul maut ya kuffar! (Terbang-terbang dalam kamar)
Balas   • Laporkan
bambanghw
11/06/2012
saat ini kita takut oleh bangsa kita sendiri....bukannya tangan diatas lebih baik kenapa harus minta diberi...
Balas   • Laporkan
negerilaknat
11/06/2012
sumbangan yang dia berikan kepada rakyat miskin, tidak sebanding dengan apa yang telah dia dapat dari perut bumi indonesia yang membuat dia kaya raya, selamat jalan pak liem, selamat menempuh dunia baru
Balas   • Laporkan
holland66 | 11/06/2012 | Laporkan
HAHAHA DIA TELAH MEMBUAT BANYAK ORANG ISA KERJA DAN MENGHIDUPI KELUARGANYA. DIA KAYA KARENA KERJA KERAS DAN ULET, TIDAK CUMA MEMINTA TP MENGHASILKAN.
yongky.bachtiar
11/06/2012
dari sejarah terlihat bahwa dia tidak memiliki jiwa nasionalisme, pertama : kabur dari negara kelahirannya : CINA, kedua, kabur dari negara yg telah membesarkannya : Indonesia, Orang semacam ini tak patut dibanggain
Balas   • Laporkan
jeffrey.law.988 | 13/06/2012 | Laporkan
KALO ANDA PERNAH DAN MASIH KONSUMSI INDOMIE/MIE INSTAN LAINNYA, BERARTI ANDA TIDAK PANTAS BICARA SOAL NASIONALISME, DAN KENAPA BANGSA INDONESIA GA MAJU2 YA KARNA ADA ORG SEMACAM ANDA YG MASIH RASIS!!!
duddun | 12/06/2012 | Laporkan
Oooo...jadi yang memiliki jiwa nasionalisme yang ngjarah rumah dia ya?!! And yang ngejarah mnurut yongki patut dibanggakan???!! Coba syongki sprti om lim pasti dia gak nasionalisme krn waktu dijarah kabur nylamatin nyawanya ke singapur! Masih waras kan en
sanwijaya79 | 11/06/2012 | Laporkan
Mana org mau jadi sasaran kerusuhan.. Bicara nasionalisme, apa lu uda benar2 nasionalis.


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru