NASIONAL

Polri: Warga Papua Masih Takut Keluar Malam

"Karena para pelaku penembakan itu kan selalu beraksi malam hari."

ddd
Selasa, 12 Juni 2012, 16:03 Elin Yunita Kristanti, Oscar Ferri
Penembakan di Kampus Universitas Cendrawasih, Jayapura, Papua.
Penembakan di Kampus Universitas Cendrawasih, Jayapura, Papua. (ANTARA/Alfian Rumagit)

VIVAnews -- Masyarakat Papua dicekam teror. Penembakan demi penembakan terjadi, korbannya acak dari satpam hingga warga Jerman yang ditembak saat berlibur di pantai. Bahkan polisi juga jadi sasaran.

Namun, Polri menegaskan bahwa situasi di Papua kini relatif kondusif. "Situasi di Papua, khususnya di Abepura saat ini cukup kondusif, walaupun masyarakat masih khawatir dan takut untuk keluar malam," ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Polisi Saud Usman Nasution di Mabes Polri, Jakarta, Selasa 12 Juni 2012.

Saud menambahkan, para petugas keamanan di Papua masih terus melakukan pengamanan di sejumlah titik. "Aparat keamanan masih melakukan penjagaan untuk keamanan masyarakat," kata dia.

Penjagaan terutama di malam hari. "Karena para pelaku penembakan itu kan selalu beraksi malam hari. Saat suasana sepi dan mencari tempat-tempat yang tidak mungkin dilewati orang," kata dia.

Selain itu, Saud menambahkan, untuk penyelidikan lebih lanjut tim yang terdiri atas penyidik dan forensik Mabes Polri diberangkatkan ke Papua. "Tim back up dari Mabes Polri saat ini sudah bergabung dengan Polres-Polres dan Polda Papua. Jumlahnya 30 orang," ujar Saud.

Saud menjelaskan, Mabes Polri akan selalu siap memberikan tim bantuan ke Papua, dengan catatan Polda Papua memerlukan bantuan dengan pola pengamanan yang jelas.

"Berapa pun kekuatan yang diperlukan kami siap berikan. Yang penting Kapolda dan Kapolres-kapolres di sana dapat memberikan kepastian bagaimana pola pengamanannya. Sehingga tidak sia-sia memberikan bantuan pasukan ke sana kalau tidak ada kepastian pola pengamanannya," kata Saud.

Siapa sebenarnya otak penembakan di Papua masih misterius. Badan Intelijen Negara (BIN) menduga, ada keterlibatan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Namun, polisi belum menemukan benang merah dengan kelompok separatis itu.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
akbarhamdani
12/06/2012
hal ini semakin memperjelas bahwa pengamanan di Papua harus dimaksimalakan. bagaimanapun, keamanan masyarakat disana harus dikedepankan.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru