NASIONAL

Neneng Ditangkap

Dubes: Tak Mungkin Mereka Penasihat Kerajaan

Dua warga Malaysia ditangkap KPK bersamaan dengan penangkapan Neneng Sri Wahyuni.

ddd
Kamis, 14 Juni 2012, 13:35 Ita Lismawati F. Malau, Denny Armandhanu
Salah satu warga Malaysia yang diamankan bersama Neneng Sri Wahyuni
Salah satu warga Malaysia yang diamankan bersama Neneng Sri Wahyuni (ANTARA/Reno Esnir)

VIVAnews - Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato Syed Munshe Afdzaruddin Bin Syed Hassan, angkat bicara mengenai dua warga Malaysia yang ikut diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat menangkap tersangka korupsi Neneng Sri Wahyuni. Dua orang itu diduga ikut membantu Neneng dalam pelariannya.

Dihubungi VIVAnews, Kamis 14 Juni 2012, Afdzaruddin mengaku sudah mendapat kabar mengenai penangkapan itu, semalam. Dia pun tidak menampik jika kedua orang yang diketahui bernama M Hasan bin Kushi dan Azmi bin Muhammad Yusof, mungkin saja warga Malaysia.

Tapi, dia membantah jika keduanya ada hubungan dengan Kerajaan Malaysia seperti diberitakan. "Impossible, mereka adalah penasihat kerajaan Malaysia. Kita mesti hati-hati berbicara. Kami punya data kerajaan," kata dia.

Pernyataan ini sekaligus menampik dugaan yang selama ini menyebutkan kedua warga Malaysia yang ikut membantu Neneng itu memiliki jabatan strategis di pemerintahan Malaysia. Bahkan informasi lain menyebut salah satu orang merupakan penasehat kerajaan Malaysia dan seorang lagi petugas intelijen Malaysia.

Hubungi Kemlu

Untuk memastikan kewarganegaraan dua orang tersebut, Kedutaan Malaysia sudah menghubungi Kementerian Luar Negeri. Tapi, Kementerian merekomendasikan agar Kedutaan langsung berhubungan dengan KPK. "Saya tidak punya sumber di KPK," kata dia lagi.

Dia sendiri mengaku tidak tahu alasan KPK menangkap Hasan dan Azmi. "Saya mau bicara dengan KPK. Saya juga sudah confirm ke Kuala Lumpur," imbuhnya.

Hasan dan Azmi diamankan Rabu 13 Juni 2012 sekitar pukul 15.30 WIB di dua tempat berbeda, yakni Hotel Oasis Amir, Jakarta Pusat dan di perjalanan menuju Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur.

Keduanya diduga membantu Neneng dalam pelariannya dari kasus dugaan korupsi pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 2008. (ren)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com