NASIONAL

Dua Utusan Pemerintah Malaysia Datangi KPK

Dua warga negara Malaysia ditangkap KPK karena diduga terlibat pelarian Neneng di Malaysia

ddd
Kamis, 14 Juni 2012, 16:39 Anggi Kusumadewi, Dedy Priatmojo
Dua orang warga negara Malaysia ditangkap bersama Neneng.
Dua orang warga negara Malaysia ditangkap bersama Neneng. (ANTARA/Reno Esnir)

VIVAnews – Dua perwakilan pemerintah Kerajaan Malaysia mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi sore ini, Kamis 14 Juni 2012. Mereka hendak mengklarifikasi dua warga negaranya yang ditangkap KPK bersama Neneng Sri Wahyudi – istri Muhammad Nazaruddin pada Rabu, 13 Juni 2012 lalu.

“Dia bertanya apa benar ada warga negara Malaysia yang ditangkap,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP di Kantor KPK. Menurutnya, kedua utusan pemerintah Malaysia itu adalah Dato Naib dan Dato Rahmat Bin Suboh. Keduanya menemui Johan di kantor KPK sekitar pukul 13.00 WIB siang ini. Namun Johan tidak merinci pertemuan itu.

Dua warga Malaysia yang sebelumnya ditangkap KPK ialah M. Hasan bin Kushi dan R. Azmi bin Muhammad Yusof. Mereka diduga ikut membantu pelarian Neneng di Malaysia.

Keduanya ditangkap di tempat yang berbeda. Satu tertangkap di Hotel Amir Oasis, sementara satu lagi ditangkap saat hendak menuju arah Cipinang di mana merupakan lokasi rumah tahanan Nazaruddin.

“KPK juga menelusuri bahwa dua orang berkebangsaan Malaysia itu diduga mempunyai peran penting dalam proses buronnya Neneng,” kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, Rabu 13 Juni 2012.

Bukan itu saja, KPK juga menduga salah seorang warga Malaysia yang ikut membantu Neneng selama ini bukan orang sembarangan. Menurut Bambang, salah seorang di antara keduanya memiliki pengaruh, dan posisi strategis di Malaysia.

“Kami akan menelusuri lebih jaluh orang ini. Ia penting karena merupakan penasehat pemerintahan Kerajaan Malaysia,” ujar Bambang. Informasi menyebutkan orang yang dimaksud KPK itu ialah Azmi bin Muhammad Yusof.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
tyo.baladewa2
14/06/2012
Malingsial slalu mencoba utk mengganggu kedaulatan Bangsa ini, karna mereka tak lain dan tak bukan adalah Negara Boneka bentukan Britania Raya
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru