NASIONAL

Yusril Pertanyakan Pemanggilan Hary Tanoe

Tindakan KPK yang langsung menggeledah Bhakti Investama dinilai terlalu cepat.

ddd
Sabtu, 16 Juni 2012, 14:30 Arry Anggadha, Nur Eka Sukmawati
Hary Tanoesoedibjo dan Yusril Ihza Mahendra
Hary Tanoesoedibjo dan Yusril Ihza Mahendra (VIVAnews/ Muhamad Solihin)

VIVAnews - Yusril Ihza Mahendra mempertanyakan pemanggilan pemilik PT Bhakti Investama Tbk dan Ketua Dewan Pakar Partai NasDem Hary Tanoesoedibjo dalam kasus suap pajak. Menurutnya, KPK seharusnya memanggil jajaran bawah Bhakti Investama terlebih dahulu.

"Apa nggak terlalu jauh kalau langsung dipanggil. Bhakti itu pegawainya sekitar 18 ribu orang, kan menimbulkan kehebohan," kata Yusril dalam perbincangan dengan VIVAnews.com, Sabtu 16 Juni 2012.

Hary Tanoe sedianya diperiksa KPK pada Rabu 13 Juni. Namun, saat itu Hary Tanoe mangkir dari pemanggilan. Dia beralasan belum menerima surat panggilan. Namun, Hary Tanoe pada hari itu justru menggelar konferensi pers di kantornya.

Yusril juga menyatakan, seharusnya KPK mengklarifikasi terlebih dahulu siapa James Gunardjo, tersangka suap kepada pegawai pajak, itu. Apakah James benar sebagai pegawai Bhakti Investama atau bukan.

Selain itu, lanjut Yusril, tindakan KPK yang langsung menggeledah Bhakti Investama dinilai terlalu cepat. Padahal, pengakuan keterkaitan dengan Bhakti Investama baru pengakuan dari James. "Itu kan baru pengakuan dia, itu kan masih perlu klarifikasi. Jadi kalau dalam tahap klarifikasi seperti itu apakah tindakan penggeledahan itu patut atau tidak patut," kata Yusril.

Yusril menegaskan James Gunardjo tidak pernah tercatat sebagai pegawai di Bhakti Investama. "Bhakti Investama mengingkari, mengatakan itu siapa," ujarnya.

Meski demikian, Yusril meminta agar KPK menyelesaikan kasus ini berdasarkan bukti. Bukan berdasarkan keyakinan saja. "Penegakan hukum itu kan nggak bisa pakai keyakinan, tapi harus pakai bukti. Masa penegakan hukum pakai keyakinan," ujarnya.

Sebelumnya, pengacara James, Sehat Damanik, membantah kliennya terkait dengan Bhakti Investama. Menurut Sehat, dalam pemeriksaan terakhir, James mengaku bekerja di PT Agis Mitra Mandiri. "Dia ditanya bagaimana data, terkait dia bekerja. Terakhir di Agis sebagai adviser dalam bidang perpajakan," kata Sehat Damanik di Kantor KPK, Jumat 15 Juni.

Menurut Sehat, James bekerja di PT Agis sebagai konsultan pajak terhitung mulai Januari 2012. James bergabung di perusahaan itu menggantikan posisi konsultan yang sebelumnya lowong.

"Gak ada kaitan dengan Bhakti Investama. Di sana (Agis) kan ada keluar pegawai untuk urus pajak. James masuk kesana sebagai advisor," ujar Damanik yang juga membantah kliennya mengenal pegawai dan pejabat pajak.

Presiden Direktur PT Agis Tbk, Steven Kesuma, mengakui pihaknya memang pernah berkonsultasi secara informal kepada James terkait perpajakan. Sebab, dia adalah orang yang berpengalaman di bidang pajak dibandingkan dirinya. "Kami ngajak ngobrol, kami kan kurang tahu fasilitas-fasilitas pajak, kami nanya prosedur, kami kan ingin tahu," katanya.

James tertangkap tangan saat memberikan suap kepada pegawai pajak Tommy Hindratno di sebuah rumah makan di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Dari tangan mereka, KPK menemukan uang Rp280 juta.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
bambang.lukito.92
21/06/2012
James Gunarjo tidak terdaftar sebagai konsultan pajak resmi, kok bisa dipakai sebagai konsultan pajak oleh persh sebesar PT Agis? Seharusnya persh menggunakan dana publik iwajibkan menggunakan konsultan pajak independen yg memiliki kualifikasi bagus.
Balas   • Laporkan
satriakelana
17/06/2012
halah Sir...Yusir.... giliran kliennya terlalu cepat diprotes....kalo kasus lain protesnya terlalu lambat.....
Balas   • Laporkan
lesmanawetra
16/06/2012
semakin laris aja neh mantan menkumham
Balas   • Laporkan
hoheeh
16/06/2012
sbnrnya kasusnya simple, restitusi tsb sdh ga ada msalah, cuman pemeriksanya minta ongkos capek buat laporan. dr situlah si TH yg jadi penghubung antara wp dengan pemeriksa. jd emang bener ga ada hubungannya ama si tanoe, itu cman mpe level accounting saj
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru