'Raja Kembar' Solo Bakal Dikirab
"Kirab tersebut digelar untuk mensosialisasikan hasil rekonsiliasi dwi tunggal."
Kereta Kencana (Fajar Sodiq (Solo))
VIVAnews - Setelah sukses menggelar tingalan jumenengan Dalem Paku Buwono XIII Hangabei yang juga dihadiri Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Panembahan Agung (KGPH PA) Tedjowulan, Keraton Kasunan Surakarta akan menggelar kirab keliling kota Solo.
Juru bicara Keraton Kasunanan Surakarta, KPH Bambang Pradotonagoro mengatakan kirab rekonsiliasi yang akan diikuti oleh Paku Buwono XIII Hangabehi dan KGPH Tedjowulan akan digelar Minggu, 17 Juni 2012, sekitar pukul 14.00 WIB.
"Kirab tersebut digelar untuk mensosialisasikan hasil rekonsiliasi dwi tunggal, Sinuhun dan Gusti Tedjo supaya masyarakat mengetahui jika dualisme raja di keraton telah usai," kata dia, Sabtu, 16 Juni 2012.
Dalam kirab besok, lanjut dia, Sinuhun akan naik kereta kencana. Sedangkan Tedjowulan akan menaiki kuda yang tepat berada di samping kanan kereta kencana.
"Kereta yang akan dinaiki Sinuhun belum tahu, apakah kereta Garuda Yaksa atau kereta yang lainnya. Nanti menunggu kereta mana yang sudah siap saja," terang dia.
Prosesi kirab pasangan dwi tunggal tersebut akan diawali dengan pasukan korps keraton atau bergodo yang bertugas mengamankan raja.
"Jadi kereta Sinuhun akan berada di belakang barisan bergodo yang istilahnya seperti paspampres," kata dia.
Setelah itu, di belakang kereta kencana raja akan ada iring-iringan kereta yang ditumpangi oleh sang permaisuri dan beberapa putra-putri Paku Buwono XIII Hangabehi.
"Setelah kereta, nanti akan ada iring-iringan rombongan prajurit. Selain itu, rombongan Muspida juga akan ikut dengan menaiki kuda. Tapi jika tidak mau naik, nanti sudah disiapkan kereta cadangan," paparnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo, Widdi Srihanto mengungkapkan jumlah peserta kirab rekonsiliasi mencapai sekitar 1000 orang. Selain dari kalangan keraton dan Muspida, kirab juga akan diikuti para penggembira yang terdiri dari sejumlah kelompok kesenian.
"Peserta penggembira berasal dari kesenian topeng ireng, soreng dan lain sebagainya. Mereka akan ikut meramaikan prosesi kirab itu," ujarnya.
Jalur rute kirab akan dimulai dari pagelaran keraton. Lalu, rombongan bergerak ke arah utara hingga balai kota. Setelah itu belok kanan melalui Pasar Gede dan sampai perempatan Balong belok kanan menuju Jalan Kapten Mulyadi.
Lantas, ia melanjutkan, sampai perempatan Batu Rono belok kanan, lalu perempatan Gemblegan belok kanan hingga perempatan Nonongan ke kanan melalui Gladag dan kembali lagi ke pagelaran keraton.
"Rute kirab yang dilalui selalu belok kanan, seperti halnya rute pada kirab malam satu syuro," ujar Widdi.
itulah contoh...yg ada..seorang pembesar dan tokoh panutan ko ya seperti itu...smg ga terjadi lg ...malu...
Kisah para manusia berebut tahta dan harta telah dilakonkan kembali,,,
- Info Momentum
- Misteri Persamaan Kasus Pembunuhan Mary Ashford dan Barbara Forrest
- Corpse Candle, Menguak Misteri Lilin Kematian
- Misteri Dimensi Pararel di Segitiga Bennington
- Kebetulan yang Menakjubkan dalam Kematian
- 5 Pasangan Ayah dan Anak Menjadi Presiden
- Join [Game] Team A vs Team B
- FOTO Kegiatan Harian Pesumo di Jepang



