NASIONAL

'Raja Kembar' Solo Bakal Dikirab

"Kirab tersebut digelar untuk mensosialisasikan hasil rekonsiliasi dwi tunggal."

ddd
Minggu, 17 Juni 2012, 07:28 Bonardo Maulana Wahono, Fajar Sodiq (Solo)
Kereta Kencana
Kereta Kencana (Fajar Sodiq (Solo))

VIVAnews - Setelah sukses menggelar tingalan jumenengan Dalem Paku Buwono XIII Hangabei yang juga dihadiri Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Panembahan Agung (KGPH PA) Tedjowulan, Keraton Kasunan Surakarta akan menggelar kirab keliling kota Solo.

Juru bicara Keraton Kasunanan Surakarta, KPH Bambang Pradotonagoro mengatakan kirab rekonsiliasi yang akan diikuti oleh Paku Buwono XIII Hangabehi dan KGPH Tedjowulan akan digelar Minggu, 17 Juni 2012, sekitar pukul 14.00 WIB. 

"Kirab tersebut digelar untuk mensosialisasikan hasil rekonsiliasi dwi tunggal, Sinuhun dan Gusti Tedjo supaya masyarakat mengetahui jika dualisme raja di keraton telah usai," kata dia, Sabtu, 16 Juni 2012.

Dalam kirab besok, lanjut dia, Sinuhun akan naik kereta kencana. Sedangkan Tedjowulan akan menaiki kuda yang tepat berada di samping kanan kereta kencana.

"Kereta yang akan dinaiki Sinuhun belum tahu, apakah kereta Garuda Yaksa atau kereta yang lainnya. Nanti menunggu kereta mana yang sudah siap saja," terang dia.

Prosesi kirab pasangan dwi tunggal tersebut akan diawali dengan pasukan korps keraton atau bergodo yang bertugas mengamankan raja.

"Jadi kereta Sinuhun akan berada di belakang barisan bergodo yang istilahnya seperti paspampres," kata dia.

Setelah itu, di belakang kereta kencana raja akan ada iring-iringan kereta yang ditumpangi oleh sang permaisuri dan beberapa putra-putri Paku Buwono XIII Hangabehi.

"Setelah kereta, nanti akan ada iring-iringan rombongan prajurit. Selain itu, rombongan Muspida juga akan ikut dengan menaiki kuda. Tapi jika tidak mau naik, nanti sudah disiapkan kereta cadangan," paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo, Widdi Srihanto mengungkapkan jumlah peserta kirab rekonsiliasi mencapai sekitar 1000 orang. Selain dari kalangan keraton dan Muspida, kirab juga akan diikuti para penggembira yang terdiri dari sejumlah kelompok kesenian.

"Peserta penggembira berasal dari kesenian topeng ireng, soreng dan lain sebagainya. Mereka akan ikut meramaikan prosesi kirab itu," ujarnya.

Jalur rute kirab akan dimulai dari pagelaran keraton. Lalu, rombongan bergerak ke  arah utara hingga balai kota. Setelah itu belok kanan melalui Pasar Gede dan sampai perempatan Balong belok kanan menuju Jalan Kapten Mulyadi.

Lantas, ia melanjutkan, sampai perempatan Batu Rono belok kanan, lalu perempatan Gemblegan belok kanan hingga perempatan Nonongan ke kanan melalui Gladag dan kembali lagi ke pagelaran keraton.

"Rute kirab yang dilalui selalu belok kanan, seperti halnya rute pada kirab malam satu syuro," ujar Widdi.

 


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
rudin.zafero
28/06/2012
alhamdulilah...akhirnya seorang raja bs legowo ...baru ini namanya contoh teladan...smg ga ada rebutan lg atau silih faham lg yg membuat publik tau..malu kan....
Balas   • Laporkan
holland662
17/06/2012
dunia wayang, memperebutkan pepesan kosong
Balas   • Laporkan
rudin.zafero | 28/06/2012 | Laporkan
itulah contoh...yg ada..seorang pembesar dan tokoh panutan ko ya seperti itu...smg ga terjadi lg ...malu...
nutsbreaker | 17/06/2012 | Laporkan
Kisah para manusia berebut tahta dan harta telah dilakonkan kembali,,,


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru