NASIONAL

Kapal di Maluku Karam Akibat Beban Berlebih

Selain karena kelebihan beban, kelengkapan persyaratan pelayaran lainnya juga diragukan.

ddd
Minggu, 17 Juni 2012, 20:14 Aries Setiawan, Angkotasan (Ambon)
Evakuasi korban suatu kapal yang tenggelam beberapa waktu lalu
Evakuasi korban suatu kapal yang tenggelam beberapa waktu lalu (Antara/ Riadi)

VIVAnews - Kapal Motor Putri Ayu tenggelam di Perairan Laut Alang Pantai  Kabupaten Maluku Tengah, Minggu 17 Juni 2012. Seorang penumpang, Firdaus Sowakil, 37 tahun, menyatakan penyebab tenggelamnya kapal akibat kelebihan beban.

Selain mengangkut para penumpang yang melewati jumlah normal, kapal tersebut juga mengangkut sembako, semen dan besi dalam jumlah banyak hingga menyebabkan beban kapal bertambah.

Firdaus menceritakan, saat kapal bertolak dari pelabuhan Selamet Riyadi Ambon,  kapal berjalan dengan tenang. Namun kurang lebih tiga jam perjalanan, tepatnya  di laut lepas perairan Tanjung Alang, kapal diterjang gelombang. Air kemudian masuk ke dalam lambung kapal dan perlahan lahan kapal mulai tenggelam.

Saat itu, lanjutnya, pihak anak buah kapal (ABK) sudah berupaya mengoperasikan mesin alkon untuk mengeluarkan air dari dalam kapal. Tapi upaya tak berhasil. Pihak ABK kemudian membuang sebagian muatan, usaha ini juga gagal, kapal  kemudian perlahan-lahan  tenggelam ke dasar laut.

"Saat  diterjang oleh gelombang dan air masuk kedalam kapal para penumpang langsung  panik, kapal mulai miring kanan, dan tercebur  dengan posisi bagian belakang kapal masuk ke dalam laut," ujar Firdaus kepada wartawan di Desa Ureng Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah. Minggu 7 Juni 2012.

Firdaus selamat karena pada saat kapal mulai miring, dia beserta korban selamat lainnya langsung berusaha menyelamatkan diri.

Ketua Komisi D DPRD Maluku M. Suhfy Majid ketika mengunjungi dua korban selamat RSUD Haulussy, mengatakan prihatin dengan kejadian tersebut.

Tak hanya itu, dia juga mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan investigasi mendalam soal penyebab tenggelamnya kapal.

Selain diduga karena kelebihan beban, kelengkapan persyaratan pelayaran lainnya juga diragukan, tapi kapal tetap diberi izin berlayar.

Penuturan para korban yang selamat, seperti disampaikan Suhfy, kapal beroperasi dengan peralatan keselamatan sangat minim. Termasuk tidak adanya radio navigasi. Bahkan hingga sekarang jumlah korban masih simpang siur.

"Korban yang saya temui mengaku jika yang menaiki kapal tanpa tiket resmi ada puluhan orang," tandas politisi asal PKS itu.

Dari informasi yang dikumpulkan, kapal itu berpenumpang lebih dari 27 orang sebagaimana yang terdaftar. Kapal itu diperkirakan berpenumpang 50 orang.

Saat ini baru 9 orang yang sudah ditemukan selamat. Sementara penumpang lainnya belum juga ditemukan dan belum diketahui nasibnya.

Berikut identitas 9 korban yang ditemukan selamat:

1). Harmin Wael (20 th), alamat Waitawa, PNS Dinas Perikanan, korban mengalami luka pada paha kanan akibat gigitan ikan,
2). Yusup Suakil (16 th), alamat Waitawa, pelajar, korban mengalami luka pada tumit kaki kanan akibat gigitan ikan,
3). Firdaus Suakil (36 th), alamat Desa Waitawa,
4). Arsad Bahta (26 th), alamat Waitawa,
5). Nawawi Laisouw (17 th), alamat  Uren, pelajar,
6). Hartono (23 th), pekerjaan wiraswasta, alamat Batu Merah,
7). Padli Sutrat (35 th), pekejaan tukang ojek, alamat Ahuru Desa Batumera,
8). Imin (28 th), pekerjaan tani, alamat Arbes,
9). Ima, (19 th), PNS, alamat namrole Kecamatan Bainono.

(ren)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru