NASIONAL

Ruhut Tak Ambil Pusing Isu Klaim Tari Tortor

"Malaysia cuma cari perhatian saja, cari perhatian dunia"

ddd
Senin, 18 Juni 2012, 06:11 Aries Setiawan
Ruhut Sitompul
Ruhut Sitompul (VIVAnews/ Muhamad Solihin)

VIVAnews - Muncul kabar Malaysia kembali mengklaim warisan budaya bangsa Indonesia. Kali ini, negeri jiran itu akan memasukkan seni dan budaya dari Sumatera Utara, yakni tari Tor-tor dan alat musik gondang sambilan (sembilan gendang), sebagai warisan budaya mereka.

Anggota DPR asal Sumatera Utara, Ruhut Sitompul, mengaku tak mau ambil pusing dengan klaim itu. Menurutnya, sikap main klaim itu membuktikan bahwa Malaysia tidak punya jati diri.

"Malaysia cuma cari perhatian saja, cari perhatian dunia. Kita banyak kerjaan lain, ngapain negeri se-kecamatan Mampang dipikirin," kata Ruhut kepada VIVAnews, Minggu 17 Juni 2012.

Politikus dari Partai Demokrat ini menambahkan, klaim Malaysia terhadap tarian asal Sumatera Utara itu justru hanya akan membuat imej Malaysia makin buruk. Bahwa, negeri Jiran itu benar-benar sebagai negeri yang hanya mengakui budaya negeri lain.

"Dunia punya perpustakaan, dunia tahu. Tahu itu kebudayaan asli negeri kita. Malaysia ditertawakan dunia," ucapnya.

Bahkan dia menilai, aksi klaim-klaim berbagai seni dan budaya bangsa Indonesia adalah bagian dari upaya mengkampanyekan pariwisata Malaysia.

"Itu dilakukan untuk promosi, kampanye dagang. Anjing menggonggong kafila tetap berlalu. Kita anggap negara itu lucu-lucuan," tuturnya. "Kasih saja shock therapy, kita ganyang," tambahnya.

Rencana memasukkan tari Tor-tor dan Gordang Sambilan sebagai peninggalan nasional Malaysia disampaikan oleh Menteri Informasi, Komunikasi, dan Kebudayaan Malaysia, Datuk Seri Rais Yatim. Malaysia akan meregistrasi kebudayaan itu berdasarkan Bab 67 Undang-undang Peninggalan Nasional 2005.

"Pertunjukan periodik harus diadakan. Artinya, tarian harus disajikan sementara irama gendang harus dimainkan di depan publik," kata Datuk Seri Rais Yatim. (ren)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
christian.sitorus.7
18/06/2012
ga mau ambil pusing... coba aja partai nya ada isu2 lain,paling depan lae ini bicara
Balas   • Laporkan
carpediemis | 21/06/2012 | Laporkan
hooh ya gan
raimu_cacad
18/06/2012
yang pada bacot brani gak kalo disuruh brangkat duluan melawan malingsia
Balas   • Laporkan
kecacil | 18/06/2012 | Laporkan
brani lae,tak rela aku tari nenek moyang ku mreka ambil!!
holland66
18/06/2012
MALAYSIA IS SICK !
Balas   • Laporkan
Ruhut ( Demokrat ) tak pusing Tor-tor diakui Malasia yg penting Demokrat langgeng/tetap eksis dengan korupsinya yg bisa dibebaskan dari beban pembuktian Hambalang jadi tanggungjawab Naz pribadi
Balas   • Laporkan
biel.siahaan
18/06/2012
RUHUT bukan JIWA BATAK ASLI. dia gk pernah makan Sak-sang, Lomok-lomok, ama BPK. makanya gk ngerasa jiwa batak. hanya sekedar punya nama SITOMPUL ajah dia.
Balas   • Laporkan
biel.siahaan
18/06/2012
ini lah kelemahan bangsa ini. wajar malaysia Klaim Tor-tor. karena indonesia (pemerintah) hanya promosikan JAWA, BALI jadi cover negara di internasional. Batak, Danau Toba, Tor-tor sampe SAK-SANG tak pernah di perhatikan. asyik ngurus BATIK ajah.
Balas   • Laporkan
iron maiden
18/06/2012
betul tari tor2 aja diributin,lbh baik urus saja anas si maling hambalang yg akan digantung di monas
Balas   • Laporkan
edward_marshal
18/06/2012
nama anda Soebandrio, sepertinya anda bukan batak, mungkin anda jawa, jadi mudah bagi anda untuk mengatakan itu, sekarang kita liat kembali ke kebudayaan kita secara nasional, di indonesia, mempatenkan suatu kebudayaan atau kesenian itu harus bayar maha
Balas   • Laporkan
titinjose
18/06/2012
bener banget apa kata bang ruhut,... poko'nya setuju ja deh pa kata bang ruhut wkwkwkwkw
Balas   • Laporkan
rpg7
18/06/2012
disatu sisi rohut benar tp disisi lain [kl kita coba liat kedepan] iklan2 pariwisata malingnesia pake tari tor2 shg wisatawan muda yg datang ke malingnesia kmd ke sumut/batak melihatnya eee org batak ngopy dr negara lain pdhl itu tidak benar.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru